
Anggaplah bonus khilaf gegara pada protes anak mama Nadia belum dikasih nama 🤣🤣
Selamat Membaca ♥️
Nadia membenarkan letak kacamatanya dan kembali fokus pada tumpukan buku yang ia baca, ia sedang berada di perpustakaan kampus untuk menyusun tugas. Saat ini Nadia melanjutkan kembali pendidikannya ke jenjang pasca sarjana di salah satu kampus ternama di kota Jakarta. Telah 6 tahun berlalu dari kelahiran putri pertamanya yang bernama Nadine Alexandria.
Bukan tanpa alasan kenapa Nadia mengerjakan tugasnya di perpustakaan kampus, karena jika ia mengerjakannya di rumah banyak sekali gangguan yang didapatkannya. Bukan Nadine si putri kesayangannya, tapi Alex lah yang akan selalu mengganggunya.
Dengan dalih membantu, Alex akan mendatangi istrinya itu dan mengganggunya. Ia akan duduk tepat sebelah Nadia, mengambil buku dengan satu tangan dan membacanya, tapi tangan yang lain akan bergerilya membelai paha dan meremas gemas apa saja yang dilaluinya. Tak hanya itu ia akan bertanya dengan cara berbisik lirih di ceruk leher sang istri dengan sesekali menempelkan bibirnya yang basah.
Setelah itu bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya. Tak butuh lama, keduanya akan saling berlomba untuk saling melepaskan pakaian dan melemparkannya asal. Kegiatan mengerjakan tugas pun berganti olahraga ranjang penuh lenguh dan peluh.
"Bagaimana itu bisa dikatakan sebagai mengerjakan tugas ?" Nadia berdecak kesal ketika mengingat itu semua. Namun, wajahnya segera berubah bahagia dengan lengkungan senyuman di bibir tipisnya.
Sudah hampir 10 tahun ia membina rumah tangga bersama Alex, tapi tak sehari pun ia merasa bosan. Yang terjadi malah sebaliknya, kian hari cintanya kian bertambah besar. Sepertinya kutukan cinta yang Alex berikan nyata terjadi. "Kita akan selalu saling jatuh cinta," itulah kata-kata yang selalu ucapkan dan anehnya Nadia tak merasa bosan mendengarnya.
Keduanya masih bekerja di kantor yang sama dan Alex masih sering mengunjunginya tentu saja. Tapi sekarang tak hanya Alex saja, Nadine pun sering ikut menemaninya bekerja setelah ia pulang sekolah.
Tiba-tiba ponsel Nadia yang berada di dalam tas berbunyi juga bergetar. Ia pun merogohnya dan menggulirkan layar. Tertera nama 'Hubby ♥️' di sana. Rupanya Alex lah yang mengirimkan pesan.
"Mama lagi apa ? aku dan Papa habis beli es krim dan Papa bilang aku juga boleh beli boneka," tulisnya di pesan itu.
Nadia melengkungkan senyum, dari bahasa yang digunakan ia tahu jika Nadine lah yang mengirimkan pesan.
"Mama sedang membereskan meja, sebentar lagi pulang. Nanti jemput Mama ya," balas Nadia.
"Aku dan Papa baru keluar dari toko es krim lalu jalan-jalan. Papa bilang padaku kalau Papa kangen Mama,"
Lagi-lagi Nadia tersenyum. Sungguh tentang Nadine dan Alex selalu membuatnya bahagia
"Katakan pada Papa, Mama juga kangen kalian," balas Nadia. Baru saja ia akan memasukkan ponselnya ke dalam tas tapi benda pipih itu kembali berbunyi dan bergetar.
"Untuk mengingatkan mu bahwa ada seorang lelaki dan seorang gadis kecil yang sangat mencintaimu," tulisnya disana. Kali ini Nadia yakin Alex lah yang menuliskannya. Lagi-lagi untuk kesekian kalinya Nadia melengkungkan senyum di wajah cantiknya.
Nadia amati kedua photo yang baru Alex kirimkan, ayah dan anak itu sedang menghabiskan waktu bersama sembari menunggunya mengerjakan tugas.
Nadia tak pernah menyangka jika Alex akan menjadi seorang Papa yang baik. 'Bocah tengik' itu telah berubah banyak. Kini ia menjadi seorang suami dan ayah yang sangat penyayang dan penuh cinta.
"Ya Tuhan... aku tak bisa berhenti memikirkan kalian berdua," gumam Nadia.
Ia pun kembali menggulir layar mencari nama lelaki yang paling dicintainya dalam daftar kontak dan menghubunginya.
"Yank, jemput aku sekarang," ucap Nadia ketika panggilan itu terhubung.
"Oke, tunggu aku," jawab Alex sedikit tak jelas karena keadaan sekitarnya yang sangat ramai. Ia dan Nadine sedang jalan-jalan di pusat kota.
Padahal baru berpisah beberapa jam saja tapi Nadia begitu merasakan rindu yang membuncah. Cepat-cepat ia bereskan meja dan mengembalikan beberapa buku pada rak dan mengambil 2 buku untuk ia pinjam.
Setelah menyelesaikan administrasi peminjaman buku, Nadia pun bergegas pergi meninggalkan perpustakaan itu menuju pelataran parkir di mana Alex selalu menjemputnya. Hari mulai gelap tapi bberapa orang asik bercengkrama di sekitar taman kampus padahal ini adalah hari Sabtu. Nadia asik memperhatikan sekelilingnya.
"Nadia kan ?" tanya seorang dengan tiba-tiba dan itu membuat Nadia menghentikan langkahnya dan menolehkan kepala ke arah suara.
"Mmm iya... dan kamu ?" Nadia berkerut dahi seolah mencoba mengingat sesuatu.
"Willy, dulu kita satu kelas pas masih kuliah sarjana tapi sepertinya kamu gak ingat aku," jawabnya.
"Aahhhh sorry....," sahut Nadia merasa tak enak hati. "Kalau udah emak-emak begini emang suka gampang lupa," ucapnya beralasan.
"Hu'um, kalau kamu ?"
"Aku dosen disini," jawab lelaki itu.
"Oh ya ? keren dong," sahut Nadia dengan wajah sumringah bahagia.
"Hu'um, kalau ada masalah hubungi aku aja," sahut Willy dan mereka pun asik larut dalam pembicaraan mengenai kenangan ketika kuliah dulu.
Nadia dan Willy berjalan menuju pelataran parkir dengan berdampingan. Sesekali keduanya tertawa lepas saat ingat hal-hal lucu semasa kuliah dulu.
"Kamu gak berubah ya ,Nad. Masih cantik dan menyenangkan seperti dulu," ucap Willy sungguh-sungguh. Matanya meredup sayu ketika mengatakan itu semua membuat Nadia menjadi sedikit salah tingkah.
"Aku tambah bawel tahu, mungkin karena udah jadi seorang ibu ya," timpal Nadia berusaha mengalihkan pembicaraan.
Tanpa Nadia sadari Alex memperhatikan itu semua dari balik kemudi. Baru saja ia memarkirkan mobilnya dengan sempurna. Buku-buku tangannya memutih karena ia mencengkram setir mobil dengan kuatnya. "What the F..," gumamnya pelan. Ia tak ingin Nadine mendengarnya mengumpat.
"Itu Mama !!!" ucap Nadine dengan antusias, ia menunjuk Nadia yang berdiri dengan seorang lelaki di luar gedung kampus.
"Ayo kita temui Mama," ajak Alex sembari membuka pintu mobilnya dan ia pun berjalan menuju pintu yang lain dan membukanya.
Ia langsung memangku Nadine dan berjalan tergesa menuju sang istri. "Sayang," sapa Alex seraya mencium mesra pipi Nadia.
"Oh kamu sudah sampai ?" tanya Nadia dengan wajahnya yang bahagia. Ia senang Alex sudah berada di sisinya.
"Ini Alex suami aku, dan Nadine putri kami," ucap Nadia memperkenalkan Alex dan Nadine pada lelaki bernama Willy itu.
"Willy, saya teman Nadia semasa kuliah dulu," ucap Willy sembari menjabat tangan Alex.
Yang Alex lakukan kemudian adalah merengkuh pinggang ramping Nadia untuk mendekat padanya. Saat ini ia sedang menunjukkan kepemilikannya pada Willy yang menurut Alex adalah sebuah ancaman. Setelah sedikit berbasa-basi, Nadia pun pamit pulang.
"Mama kangen Nadine," ucap Nadia seraya membawa Nadine dalam pangkuannya dan gadis kecilnya itu memberikan ciuman di pipi. "Nadine juga kangen banget sama Mama," sahutnya manja.
"Nadine sih enak ada yang kangenin gak kaya Papa," ucap Alex dengan mencebikkan bibirnya kesal. Ia sedang merajuk.
"Mama juga kangen Papa," sahut Nadia seraya melingkarkan tangannya di pinggang Alex.
"Bohong," Alex masih merajuk saja.
"Beneran... Ya Tuhan, bagaimana aku harus membuktikannya ?" tanya Nadia kesal dan Nadine tertawa melihatnya.
Alex langsung meredupkan pandangannya dan tersenyum miring penuh maksud. "Kamu bisa membuktikannya nanti malam," sahutnya pelan.
Nadia yang mendengar itu memutar bola matanya malas, menyesal bertanya padahal dirinya tahu apapun masalahnya selalu berakhir di ranjang.
Ya... walaupun waktu telah berlalu lama tapi Alex tak pernah berubah. Ia masih saja mesoom pada istri yang dicintainya itu.
"Mama dan Papa mau apa nanti malam ?" tanya Nadine polos.
"Papa mau mengerjakan PR sama Mama," jawab Alex.
Nadine mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. "Mama sekolah apa sih, Pa ? setiap malam pasti mengerjakan PR dengan Papa," tanya Nadine dengan wajahnya yang polos.
Nadia beradu pandang dengan Alex, bingung untuk menjawab pertanyaan anak mereka. Karena PR yang Alex dan Nadia kerjakan adalah olahraga ranjang penuh dengan lenguh dan peluh.
Tamat.... lagi....
Jangan lupa mampir ke novel baru aku ya yang berjudul Celia... yuk ramein disana.
lunas yaaa anak Alex Nadia udah dikasih nama 🤣🤣
thanks for reading ♥️