
Perlahan Nadia keluarkan satu persatu hadiah terakhir yang diberikan Alex. Ia menahan nafas juga tersenyum geli melihatnya. Tepat seperti dugaan para netizen semua, isi kotak itu adalah 'baju dinas' malam seorang istri. Tak hanya 1 atau 2 potong saja tapi Alex langsung memberikannya 7 potong baju dinas khusus istri dengan warna dan model yang berbeda-beda. Lingerie dengan inisial merek 'VS' yang biasanya di peragakan oleh model dunia dengan menggunakan sayap malaikat ( angel ) di dalam setiap peragaan busananya.
Nadia menggigit bibir bawahnya sembari membayangkan apa yang terjadi nanti dengan 7 potong baju dinas yang Alex berikan. Sepertinya lelaki itu tak akan memberikan waktu libur untuk 'dinas' yang satu ini. "7 hari dalam seminggu," ucap Nadia dengan menelan ludahnya paksa. Ia berdesir dengan hebatnya mengingat bagaimana luar biasanya Alex di atas ranjang dan Nadia pun kembali mengigit bibir bawahnya saat dia ingat bagaimana Alex selalu bisa membawanya terbang ke nirwana. Lelaki itu selalu tahu bagaimana membuat Nadia melenguhkan namanya dalam rasa nikmat yang melenakan.
7 potong baju dinas itu memiliki warna dan model yang berbeda-beda. Dari mulai warna hitam, merah menyala, hot pink, hingga motif macan pun ada. Dari model gaun tembus pandang hingga model 2 potong atas bawah yang bentuknya aneh pun ada, dan tentunya semua terlihat menggoda.
Setelah beberapa menit lamanya, akhirnya Nadia memilih baju dinas istri berwarna hitam dengan model bustier ( korset berbentuk kemben ) dengan tali untuk mengencangkannya dan sepotong benda berbentuk segitiga berenda yang sekelilingnya hanya terhubung oleh kain kecil seperti tali saja. Itu adalah yang tersimpan paling atas dalam box itu. Nadia kembali menelan ludahnya paksa, bertanya dalam hati apa yang akan ditutupi oleh kain setipis itu.
Dengan hati yang berdegup kencang, Nadia mulai berganti pakaian dengan baju dinas istri yang telah Alex berikan untuknya
***
Di lantai bawah Alex mulai membuka jas dan menyampirkannya di atas kursi. Beberapa kali ia melihat cemas ke arah tangga menanti dan tunggu kemunculan seseorang di sana. Dalam pikirannya menebak-nebak mana yang dipilih istrinya untuk mengejutkannya. Walaupun Alex yakin semua akan sangat menakjubkan bila dikenakan Nadia tapi ada satu yang menjadi fantasinya saat ini.
Alex buka kancing lengan kemejanya lalu menggulungnya sebatas siku. Lalu ia pun membuka kancing kemeja lainnya hingga guratan-guratan otot tak berlebihan itu terlihat begitu liat. Ia dudukan tubuhnya di atas sofa yang letaknya menghadapi tangga hingga ia bisa langsung melihat kedatangan istrinya itu.
Alex sandarkan tubuhnya di sofa dengan kedua kaki sedikit terbuka dan meletakkan kedua tangannya di atas paha. Sesekali ia menyesap air minumnya yang berada di atas meja di hadapannya untuk menghilangkan rasa gugup yang kini menghampiri dirinya. Ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya dari mulut, mengatur detak jantungnya yang mulai menggila. Menantikan kejutan dari sang istri ternyata membuat alex resah hati dengan luar biasa.
Lamat-lamat terdengar derap suara langkah kaki yang menuruni tangga, Alex pun menegakkan duduknya menunggu dengan cemas kedatangan sang istri. Nadia yang melangkahkan kakinya pelan membuat Alex semakin tersiksa.
"Bagaimana ?" tanya Nadia sembari mengigit bibirnya karena rasa gugup yang ia rasakan.
"Oh my....," gumam Alex langsung merubah posisi duduknya. Alex menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskanya dari mulut dengan pelan. Ia menelan ludahnya paksa dan mengangkat kedua tangan untuk berpegangan pada kepala sofa. Mati-matian Alex menahan diri untuk tidak berlari menghambur pada Nadia dan langsung menguasai tubuhnya saat ini juga.
Mata hitam Alex yang biasanya berkilat tajam kini meredup sayu nan sendu mengisyaratkan jika saat ini dirinya begitu menginginkan Nadia dalam kuasanya.
Dengan langkah perlahan Nadia menuruni tangga, ia berpegangan pada tiang tangga untuk menenangkan debaran jantungnya yang mulai menggila. Matanya bertukar pandang dengan Alex yang terus menatapnya tanpa jeda.
Nadia berdiri dengan baju dinas yang Alex imajinasi kan. Padahal istrinya itu berdiri kikuk, beberapa kali ia tersenyum malu sembari berusaha menutupi lekuk tubuhnya dengan kedua tangan. "Apa kamu suka ?" tanya Nadia takut-takut dengan bibir bergetar. Baru kali ini ia menarik perhatian seorang lelaki dengan cara seperti ini.
Alex mengulum senyumnya sebelum ia menjawab "Sangat suka, kamu terlihat cantik dan begitu menakjubkan," jawab Alex dengan suaranya yang sudah terdengar parau. Padahal Nadia berdiri kikuk dan malu-malu tapi sumpah demi apapun istrinya itu adalah wanita paling cantik dan menarik yang pernah ia lihat dalam hidupnya. "Kemari lah...," pinta Alex. Matanya tak pernah berhenti menatapi sang istri penuh puja, penuh damba.
Nadia melangkahkan kakinya pelan, rambut panjangnya yang tergerai indah ikut bergoyang setiap kali ia melangkahkan kakinya dan itu membuat hasrat primitif dalam diri Alex kian tersulut. Meskipun dirinya telah terbakar hasrat namun Alex menahan diri, ia bersabar agar Nadia yang datang mendekatinya.
Nadia berdiri dengan kepala tertunduk, sedangkan Alex terus memandanginya tanpa jeda. "Kamu cantik," ucap Alex seraya mengaitkan jemarinya pada jemari Nadia yang terasa dingin dan gemetar.
"Sayang ?" tanya Alex sembari memajukan tubuhnya dan menatapi wajah Nadia yang berdiri tegak di hadapannya.
"A-apa kamu suka ? aku tadi bingung harus pakai yang mana," jawab Nadia sembari mengigit bibir bawahnya.
"Ini pertama kali bagimu ?" terka Alex sembari mengulum senyum. Nadia pun mengangguk pelan malu-malu.
Pernah Nadia mengenakan kain berenda satu kali waktu itu, tapi bukan seperti ini bentuknya hanya braa dan kain segitiga berenda biasa dan itu pun sudah membuat Alex menerkamnya semalaman.
Alex hendak berdiri, tapi Nadia mendorongnya pelan. Mengisyaratkan agar suaminya itu tetap di tempat duduknya. "Malam ini kamu akan mendapatkan hadiah dariku," ucap Nadia dengan bibirnya yang bergetar.
Alex kembali terduduk di atas sofa dan berpasrah diri, mata hitamnya masih menatap sayu pada wanita yang kini mendekatinya dengan sentuhan-sentuhan halus seringan bulu di kulitnya yang terbuka dan itu membuat darah Alex berdesir di seluruh tubuhnya.
Tangan Nadia yang gemetar membuka sisa kancing di kemeja suaminya dan melepaskannya dengan sempurna, tak hanya itu ia pun membelai lembut kulit Alex yang terbuka dan membalas tatapan sayu suaminya itu dengan sama inginnya. Ia pun mengecup sekilas pipi dan bibir Alex hingga suaminya itu terkekeh geli.
Tubuh Nadia meremang dan berdesir, bukan karena hanya dinginnya angin malam yang membelai tubuhnya tapi juga karena deru nafas Alex yang sudah memburu pendek-pendek dan menerpa kulitnya.
"Apa aku sudah melakukannya dengan benar ?" tanya Nadia setengah berbisik.
"Hu'um kamu sudah benar melakukannya" jawab Alex dengan suaranya yang parau.
Malu-malu Nadia menempelkan bibirnya di atas bibir suaminya dengan sempurna dan mengulumnya lembut. Alex memejamkan mata dan membalas ciuman istrinya sama inginnya dan mereka pun melalui malam indah bersama. Inilah cara Alex dan Nadia merayakan hari jadi mereka yang pertama.
***
Nadia dan Alex membaringkan tubuh mereka di atas kain bedcover tebal dan saling berpelukan. Sesekali Alex mencium puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Aku tak menyangka kita akan bahagia seperti ini," ucap Nadia pelan. Apa yang ia katakan benar adanya. Saat ini ia berada dalam puncak bahagianya.
Begitu pun Alex yang merasakan hal yang sama, dalam hatinya berucap banyak kata syukur karena rasa bahagia yang ia rasakan saat ini. Jujur bagi Alex, saat ini adalah masa paling bahagia dalam hidupnya.
Belum pernah Alex merasakan hal seperti ini, tenggelam dalam rasa cinta yang begitu dalamnya dan beruntung bagi Alex karena Nadia merasakan hal yang sama.
"Kamu adalah hal terindah dan terbaik dalam hidupku. Rasa cintamu mengajarkan aku bahwa ternyata cinta itu ada, dan kesabaranmu membuatku tahu arti berjuang untuk sebuah cinta dan itulah yang akan aku lakukan mencintaimu dan selalu berjuang untuk mempertahankan cinta kita. Untuk selamanya....," ucap Alex seraya menatap dalam mata Nadia.
Nadia menengadahkan kepalanya dan memberikan kecupan mesra di pipi suaminya itu. "Im in love with you, and i always will," bisik nya pelan.
"Aku pun mencintaimu sampai maut memisahkan kita dan apabila ada kehidupan setelah itu, aku akan mencintaimu lagi dan seterusnya," sahut Alex.
Keduanya tersenyum dengan tatapan mata penuh cinta. Nadia membenamkan kepalanya di dada bidang Alex dan suaminya kembali mengeratkan pelukannya. Keduanya berusaha untuk memejamkan mata dan memasuki alam mimpi mereka dengan perasaan membuncah penuh cinta.
To be continued ♥️
thanks for reading ♥️
jangan lupa like komen vote dan hadiah ya