
Hari Minggu seharusnya menjadi hari untuk bermalas-malasan dan bergelung dalam selimut tebal hingga siang karena itulah yang biasanya dilakukan orang-orang yang sibuk bekerja di hari biasa.
Tapi tidak dengan Alex dan Nadia, keduanya telah sibuk di dapur sambil tertawa-tawa dengan rambut basah yang masih meneteskan buliran air dari helaiannya. Alex bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana training berbahan kaos berwarna hitam. Guratan otot tubuhnya terlihat liat, wangi maskulin khas pria dewasa menguar dari tubuhnya yang belum lama mandi. Sedangkan Nadia, ia mengenakan kaos hitam polos milik Alex yang terlihat kebesaran di tubuhnya.
Kaos itu menutupi tubuh Nadia hingga setengah paha, rambutnya yang masih basah menguarkan aroma bunga. Ia berdiri di dapur sembari menyiapkan kopi untuk sang suami dan Alex memeluknya dari arah belakang dengan dagu tersampir di pundak Nadia. Keduanya bergerak pelan dan seirama mengikuti alunan lagu yang terdengar dari ponsel Nadia yang diletakkan di atas meja makan. Alex kian eratkan belitan tangannya ketika lirik lagu terasa sesuai dengan suasana hatinya saat ini.
'Take my hand,
Take my whole life, too
For I can't help falling in love with you
For I can't help falling in love with you'
(Pegang tanganku, Ambil seluruh hidupku juga , Karena aku tidak bisa berhenti jatuh cinta padamu, karena aku tidak bisa berhenti jatuh cinta padamu).
"Aku tak bisa berhenti jatuh cinta padamu," bisiknya lirih. Alex sentuhkan ujung hidungnya yang mancung di pipi Nadia hingga istrinya itu terkekeh kegelian. Satu tahun berlalu dan kini ia semakin mencintai istrinya dengan segenap hati.
Keduanya terus bergoyang pelan seiring irama lagu dan Alex tak lepaskan belitan tangannya walaupun sebentar saja. Tapi momen keromantisan mereka harus terhenti saat bel pintu apartemen berbunyi.
Alex longgarkan belitan tangannya, ia dan Nadia bertukar pandang seolah saling bertanya siapa yang datang sepagi ini. Nadia meraih ponselnya dan melihat jam masih menunjukkan pukul setengah 7 pagi.
Bel pintu masih berbunyi, "biar aku yang buka," ucap Alex. Dengan berat hati ia lepaskan Nadia dari dekapannya dan berjalan menuju pintu lalu membukanya.
"Dasar anak nakal ! lama sekali kamu buka pintu untuk Mama,' gerutu mama Alex seraya menerobos masuk dengan banyak kantong belanjaan di tangannya. Alex mengerjapkan mata seolah tak percaya dengan kedatangan sang Mama dan tak hanya itu yang membuat Alex terkejut. Di belakang mamanya menyusul ibu Nadia yang juga membawa banyak kantong plastik di tangannya.
"Ah ibu," ucap Alex seraya menyalami ibu mertuanya itu, sedangkan di dapur mama Alex tengah menciumi pipi menantunya.
"Ma... mama kok gak bilang mau datang ? kan aku bisa masakin sesuatu," Nadia terbata-bata ketika berbicara karena begitu terkejut dengan kedatangan ibu mertuanya.
"Lagian kalian kemana aja sih ? ibu sampai khawatir dan akhirnya kita memutuskan untuk datang ke sini," ucap ibu Nadia sembari meletakkan kantong belanjaan yang ia bawa di atas meja makan.
"Loh, ibu juga ?" tanya Nadia dengan membulatkan matanya.
Alex pun bergabung dengan semuanya di ruang makan. Mamanya mulai mengeluarkan banyak bahan makanan yang ia bawa dalam kantung plastik. "Maaf, aku dan Nadia sangat sibuk akhir-akhir ini jadi belum bisa berkunjung ke rumah mama dan ibu," ucap Alex yang kini merasa bersalah.
Mama Alex dan ibu Nadia memperhatikan anak dan menantu mereka. Keduanya sudah terlihat segar dengan rambut basah dan sebagai orang yang pernah merasakan muda tentunya mama Alex dan ibu Nadia sangat paham apa yang terjadi diantara keduanya.
"Hu'um mama mengerti kalian pasti sangat sibuk," sindir mama Alex sembari tertawa geli, begitu pula ibu Nadia memberikan reaksi yang sama.
"Mama....," lirih Nadia menahan malu. "Gak apa-apa, kan emang sewajarnya suami istri seperti itu," sahut ibu Nadia dan itu membuatnya semakin malu. Nadia pun melirik pada Alex dengan wajah bersemu merah dan Alex hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tersenyum canggung.
"Dasar anak nakal ! pakai bajumu ! apa tak malu bertelanjang dada di depan ibu mertua mu ?" hardik mama Alex pada anaknya itu.
Alex pun menundukkan kepala dan akhirnya menyadari jika ia hanya mengenakan celana saja. Ia pun melirik Nadia yang hanya mengenakan kaos miliknya tanpa apapun di baliknya. Mereka mandi bersama ketika hari masih gelap karena harus bersuci sebelum melaksanakan ibadah paginya.
"aku dan Nadia ganti baju dulu," Alex pun menarik tangan Nadia dan mengajaknya ke kamar mereka untuk berganti baju.
Mama Alex dan ibu Nadia saling beradu pandang dan tertawa pelan bersamaan tanpa perlu mengatakan apapun keduanya sudah tahu apa yang ada di pikiran masing-masing.
Dalam hati keduanya mengucapkan kata-kata syukur karena bahagia melihat pernikahan anak mereka yang baik-baik saja padahal Alex dan Nadia menikah karena perjodohan.
"Aku bahagia, Wi," ucap mama Alex pada ibu Nadia yang merupakan sahabatnya sejak duduk di bangku SMA. Matanya berkaca-kaca haru ketika mengatakan itu.
Di dalam kamar, Nadia mulai berganti pakaian, sedangkan Alex melemparkan tubuhnya di atas ranjang seraya memijit pelipisnya pelan. Ia takut sesuatu yang telah direncanakannya di hari ini akan mengalami kegagalan.
"Sayang, ayo pakai baju ! nanti ibuku dan juga mama mu curiga kita ngapa-ngapain," ucap Nadia sambil mengaitkan bra-nya di punggung dengan kedua tangan.
"Biar... mereka aja pasti udah tahu apa yang telah kita lakukan semalam dengan melihat rambut basah kita," sahut Alex masih senang menelantangkan tubuhnya di tengah ranjang.
"Sayang.... ayo ganti baju," rengek Nadia. Kini ia sudah mengenakan baju miliknya sendiri.
Malas-malas Alex bangkit dan menuruti sang istri karena keinginan Nadia adalah kelemahan bagi Alex. Ia akan lakukan apapun asal istrinya yang meminta.
Nadia berganti baju dengan secepat kilat, ia ingin segera keluar dari kamar itu dan bergabung dengan ibunya juga mama Alex yang berada di dapur untuk membantu mereka. "Aku duluan ya," Nadia berjalan tergesa menuju pintu tapi Alex menahan lengannya dan memutar tubuhnya pelan. "Nanti aku tak bisa melakukan ini," ucap Alex seraya membenamkan bibirnya di atas bibir Nadia dan menyesapnya dalam.
"Mmmhhh..mmmhh," gumam Nadia karena Alex tak juga melepaskan tautan bibirnya.
"Sekarang kamu boleh pergi," ucap Alex ketika tautan bibirnya terpisah dan ia pun menampar pelan bokong sang istri dengan telapak tangannya yang besar. "Awww," pekik Nadia dengan memelototkan matanya, menatap kesal pada Alex.
Nadia keluar dari kamarnya sambil menggerutu pelan. Ia pun berjalan menuju dapur untuk membantu ibunya dan mama Alex. Melihat banyaknya makanan yang dibawakan oleh keduanya membuat Nadia terheran. "Aku bantu apa ?" tanya Nadia bingung harus memulai dari mana. "Kamu bisa potongin ini," ucap ibunya seraya memberikan Nadia sekantung wortel segar beserta pisau dan talenan nya.
Tak lama, Alex pun datang bergabung dengan mereka. Ia sempatkan untuk mencuri sebuah kecupan dari pipi Nadia yang sedang sibuk memotong wortel. "Alex...," keluh Nadia dengan memelototkan mata, mengingatkan Alex jika mereka tak hanya berduaan saja di apartemen tapi Alex tak peduli ia malah mencubit gemas pipi istrinya dan berlalu mendekati mamanya.
"Ma masak banyak banget, padahal kita cuma berempat," Alex menelisik semua isi kantong plastik yang berisikan bahan makanan yang jumlahnya tak sedikit.
"Kita akan makan siang bersama-sama, ayahmu akan datang nanti siang. Begitu juga ayah Nadia dan kedua adiknya," jawab mama Alex yang kini tengah membersihkan daging sapi yang akan dimasaknya.
Alex mendekatkan tubuhnya pada sang mama dan berbisik pelan. "Ada acara apa, Ma ?" tanyanya.
Mama Alex menolehkan kepala sambil mendelikkan mata, "Dasar anak nakal ! ini adalah hari jadi pernikahan kalian yang pertama, Apa kamu tak ingat ?" tanya mama Alex pelan. Ia tak mau Nadia dan ibunya mendengarkan apa yang dirinya bicarakan dengan Alex. Akan sangat memalukan jika besan dan menantunya tahu bahwa anaknya tak perhatian.
Alex yang mendengar itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. "Kamu harus lebih perhatian sama istrimu jika benar-benar sayang padanya," omel sang mama yang masih berucap dengan pelan. Bukannya merasa kesal atau marah, Alex malah mencium pipi mamanya dengan gemas. "Mama makin cantik kalau marah-marah seperti ini," bisik Alex dan ia pun segera bergerak menghindari saat mamanya mengacungkan spatula, berpura-pura untuk memukul anaknya itu.
Alex berlari kecil sambil tertawa. Ia sangat suka menggoda wanita yang dicintainya dan itu hanya 2, yaitu Nadia dan ibunya. Merasa tak bisa membantu banyak Alex pun lebih memilih untuk menonton acara di televisi. Berkali-kali Alex pindahkan saluran melalui remote, tapi tak satupun dari acara TV yang Alex sukai. Baginya memandangi wajah Nadia yang diterpa sinar matahari pagi lebih menarik untuk dinikmati. Asik menatapi sang istri membuat Alex kembali tertidur di atas sofa.
Pukul setengah 11 siang ayah Nadia dan kedua adik iparnya datang. Alex yang tertidur di sofa membuka pintu apartemennya masih dengan menahan kantuk.
"Apa kami mengganggu waktu istirahat mu ?" tanya ayah Nadia pada menantunya itu karena beberapa kali Alex terlihat menguap. "Oh tidak, tadi saya ketiduran di kursi," jawab Alex.
Nayla langsung berjalan menuju dapur untuk ikut membantu, sedangkan ayahnya dan kakaknya Dimas duduk bersama Alex di sofa dan membicarakan hal yang hanya dimengerti para lelaki.
Alex edarkan pandangan, apartemen yang biasanya terasa sepi kini begitu ramai oleh keluarganya. Hal baru bagi Alex dan ia sangat menyukainya. Sebelum mengenal dan bertemu Nadia, ia menyukai rasa sepi dan sunyi. Menikmati kesendiriannya tapi setelah menikah, Alex tak lagi menyukai itu. Ia tak ingin lagi sendirian. Alex selalu menginginkan Nadia berada disisinya dan kini semua keluarga berkumpul membuat Alex pun merasakan bahagia.
Ia tatapi Nadia yang sedang sibuk di dapur, wanita itulah yang membuat hidup Alex menjadi berwarna.
"One year down, forever to go," ( satu tahun kita telah lalui dan menuju selamanya bersama) ucap Alex lirih sambil terus memandangi istrinya penuh puja. Sudah terbayangkan dalam benaknya bagaimana mengarungi indahnya hidup bersama wanita yang ia cinta untuk selamanya.
To be continued ♥️
jangan lupa like komen vote dan hadiah yaa ♥️
terimakasih ♥️