
Hai, nungguin ya ? ๐
Happy riding ๐
Nadia mengalungkan tangannya dan membalas ciuman itu. Membuat hasrat primitif Alex kian tersulut. Dengan tak sabaran Alex membawa sang istri ke dalam kamarnya.
Ia memangku tubuh sang istri pada pinggangnya, sedangkan untuk menahan tubuhnya Nadia melingkarkan kedua kakinya pada tubuh Alex. Untuk beberapa saat inti tubuh mereka saling bersentuhan meskipun masih tertutup kain. Bisa Nadia rasakan ketegangan suaminya yang mulai menggeliat untuk berdiri dengan tegak.
"Mmhhh," gumam Nadia berusaha mengimbangi ciuman Alex yang penuh lum*tan dan tuntutan. Nafasnya tersengal karena Alex tak memberinya jeda sedikitpun.
Alex membuka pintu kamar dengan tak sabaran dan ia pun segera membaringkan tubuh istrinya di tengah ranjang. Wajahnya Nadia merona karena hasrat mulai menyiksanya dan Alex yang tengah melucuti pakaiannya sendiri tersenyum puas melihatnya.
Nadia amati dengan mata sayunya tubuh Alex yang telah polos tanpa sehelai benangpun. Tubuhnya terlihat liat dengan hiasan otot dan guratan urat tak berlebihan itu. Dan ketegangannya yang telah berdiri dengan sempurna membuat Nadia menelan saliva.
Alex semakin tersenyum puas ketika melihat Nadia menatapnya penuh puja.ย "sudah kukatakan, aku tak akan mengecewakanmu," lirih Alex sambil merangkak naik mendekati Nadia yang telah terbaring di atas ranjangnya.
Ia membelai rambut Nadia dengan lembut dan tersenyum. Tangannya menyentuh lembut tanda kemerahan di leher istrinya. "Mulai sekarang kamu hanya akan menjeritkan namaku saja, tak ada yang boleh menyentuhmu selain aku," kata Alex dengan jelasnya. Ia masih mengira jika Nadia telah bermesraan dengan lelaki lain.
Nadia tak mengelak ataupun membantah. Ia akan membiarkan Alex untuk tahu dengan sendirinya.
"But its oke, aku suka cewek berpengalaman," lanjut Alex kemudian.
Nadia memejamkan mata ketika Alex mulai lekatkan bibirnya dengan sempurna. Ia mengulumnya bergantian dan penuh tuntutan. Tangannya mulai bergerilya melucuti pakaian sang istri dan Nadia pun turut membantunya.
Hawa dingin mulai menyentuh kulit Nadia, menandakan ia telah terbaring polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya.
Mata hitam Alex berkilat penuh nafs* melihat tubuh polos istrinya itu yang ternyata lebih indah dari yang pernah dirinya bayangkan.
Alex kembali memagut bibir Nadia, kemudian turun menelusuri leher, dan berhenti di atas benda kenyal istrinya. Ia mengulas dengan lidah ujung benda kenyal itu dan kemudian menyesapnya penuh tuntutan.
Nadia dengan refleks membusungkan dad* dan menggeliatkan tubuhnya tak karuan karena hasrat itu semakin menyiksanya. Ini pertama kali baginya hingga reaksi tubuhnya begitu hebat dengan setiap sentuhan yang Alex berikan.
Alex tersenyum puas melihat reaksi yang Nadia berikan, ia pun menyentuhkan jemarinya dengan rabaan halus seringan bulu di sepanjang perut datar Nadia dan merambat turun ke pusat tubuh istrinya yang mulai terasa lembab.
Nadia membelalakkan mata ketika jemari Alex mulai membelai inti tubuhnya dan memanjakannya di bawah sana tanpa mengalihkan ******* bibir dariย atas dadanya.
Kepalanya terasa pening karena sensasi nikm*t yang baru kali ini Nadia rasakan. Tubuhnya kian memanas dan menggeliat kesana kemari karena dirasakan suatu gelombang asing akan menghampirinya. Ia menjambak rambut Alex gemas dan mengerutkan kakinya mencengkeram kain sprei di bawahnya ketika pelepasan pertamanya datang.
"Aleeeexxhhh," lenguhnya seraya memelantingkan tubuhnya dan Alex pun bisa rasakan jemarinya yang basah karena pelepasan istrinya dan itu membuat ia semakin tersenyum puas.
"Kini giliran aku," ucap Alex sambil merangkak naik mensejajarkan tubuhnya. Mata hitamnya berkilat penuh nafs* menatap mata Nadia yang sayu dan masih dalam gelombang pelepasannya.
Tak lama kemudian mata Nadia kembali membelalak ketika ia rasakan benda keras mulai menyentuh dan membelah jalan untuk memasuki inti tubuhnya. Alex menundukkan kepalanya melihat ke bawah sana untuk menyatukan diri dengan sempurna.
Ia berusaha menghujam untuk memasukkan ketegangannya namun sesuatu menghalangi jalannya dan jeritan tertahan Nadia membuatnya tersadar.
"Aleeeexxhhh, sakit....," lirih Nadia dengan air bening diujung matanya dan kedua tangannya meremas kain sprei yang berada di bawahnya.
Alex mengangkat wajahnya dan menatap sang istri dengan tak percaya.
"Kamu masih pera....,"
"Iyahh....ย maaf membuatmu kecewa. Aku tak berpengalaman soal ini," potong Nadia dengan suaranya yang terdengar lirih.
Mata Alex yang berkilat nafs* kini berubah sayu. Ia tersenyum, kemudian menyatukan kembali bibirnya dengan bibir Nadia dan mengulumnya lebih lembut dari sebelumnya.
"Tapi kamu mau kan melakukannya denganku ?" Tanya Alex ketika tautan bibirnya terpisah.
Nadia mengangguk pelan. "Good girl," bisik Alex dan ia pun mulai kembali mencumb* istrinya itu dengan penuh kelembutan.
"Nghhhhhh," des*h manja lolos dari mulut Nadia ketika Alex kembali menciumi tubuhnya dan menggiring kembali hasratnya.
Alex mengarahkan ketegangannya dan dengan perlahan membuka jalan di inti tubuh istrinya. Bibirnya memagut bibir Nadia agar rasa sakitnya teralihkan.
"Nghhh, Alexhhh...," Pekik Nadia ketika Alex menekan semakin kuat saja.
"Aarrgghhhh," erang Alex saat ia menghujam dengan kerasnya hingga ketegangannya berhasil melesak masuk dengan sempurna.
Nadia tersentak dan nafasnya terengah-engah ketika ia rasakan benda asing telah memasuki tubuh bawahnya. Begitu penuh dan menyesakkan.
Sedangkan Alex ia memejamkan mata dan mengepalkan kedua tangannya ketika rasa ngilu juga nikm*t ia rasakan bersmaan. Celah sempit istrinya yang mencengkram dengan hebat membuatnya merasa melayang di awan.
"Aarrgghhhh, Nadiaaahhh," lenguh Alex karena rasa nikm*t luar biasa yang ia rasakan saat ini.
Ia membuka mata dan melihat sang istri yang telah menjatuhkan air bening menahan rasa sakitnya.
"Tahan sedikit, sakitnya gak akan lama," kata Alex berusaha menenangkan sang istri.
Ia kembali memagut bibir Nadia, tangannya meremas gemas benda kenyal istrinya itu dan sesekali menggoda puncaknya dengan menjepitnya diantara sela-sela jemari, membuat Nadia kembali tersulut hasratnya.
Setelah Nadia kembali tenang. Alex pun mulai menggerakkan tubuhnya dengan perlahan. Rasa perih masih Nadia rasakan, namun lama-lama rasa itu berangsur hilang seiring hujaman yang Alex berikan. Berganti sensasi geli dan nikm*t yang tak bisa Nadia gambarkan.
Des*h dan lenguhan lirih salingย bersahutan dari bibir keduanya seolah melukiskan rasa nikmat yang begitu luar biasa.
Entah telah berapa lama mereka bergum*l berusaha untuk saling memu*skan satu sama lain. Wajah tampan Alex berkilat karena keringat begitupun Nadia dengan dahinya yang berhiaskan peluh.
Alex menarik dagu Nadia dan mengulum bibirnya. Ia membelai lidah Nadia dengan lidahnya tanpa menghentikan hujamannya di bawah sana.
Kian lama hentakan dan hujaman Alex kian cepat saja membuat tubuh Nadia kembali menggeliat gelisah tak karuan. Desiran asing yang memabukkan akan mendatanginya lagi. Ia pun mencengkeram lengan Alex untuk berpegangan.
"Aleeeexxhhh, akuuuu....," Racau Nadia gelisah.
"Aku juga sayanghhh," lirih Alex ketika ia tahu pelepasannya akan datang seiring cengkraman tubuh bawah Nadia yang kian kuat dan melambungkan dirinya ke nirwana.
Alex menghentak kuat dan mendorong ketegangannya dengan dalam ketika pelepasannya tiba yang bersamaan dengan pelepasan kedua Nadia.
"Hah..hahh..haaahhh. kamu hanya milikku seorang," bisik Alex di ceruk leher Nadia dengan nafasnya yang menderu.
Nadia tak menjawab, saat ini ia tengah merasakan gelombang pelepasannya yang luar biasa.
***
Alex tersenyum mendengar apa yang istrinya ucapkan. Ia pun mengurungkan niatnya dan kembali membaringkan tubuhnya dan menuruti apa yang Nadia inginkan. Ia memeluknya dengan erat dan begitu posesif. Sesekali ia memberikan banyak ciuman di atas puncak kepalanya.
"Tidurlah... Aku tak akan meninggalkanmu," lirih Alex dan Nadia pun memeluk Alex sama eratnya.
Alex membelai rambut Nadia yang panjang dengan lembut. Ia tak menyangka jika istrinya itu selain cerdas dan berpendirian teguh juga bisa menjaga dirinya dengan baik. Sungguh ia menyesal karena telah menyangka Nadia tak suci lagi.
Bagaimana ia tak berpikiran seperti itu ? Ia dan Bimo berhubungan selama 7 tahun dan rasanya tak mungkin jika mereka tak melakukannya dan banyaknya teman pria yang Nadia miliki membuat Alex berpikir jika istrinya itu seorang wanita modern dengan pergaulan bebas. Namun ia salah, Nadia menjaga kesucian untuk suaminya.
Ini adalah pengalaman pertama bagi Alex tidur dengan seorang gadis peraw*n dan sensasinya begitu luar biasa jauh dari segala bayangan liarnya selama ini.
Bahkan ketika ia melepaskan keperjaka*nnya pada wanita yang saat itu sangat Alex cintai ternyata wanita itu tak lagi suci. Ia telah lebih dulu menyerahkannya pada laki-laki lain yang dulu menjadi kekasihnya.
Lola memang lebih tua 3 tahun darinya dan seniornya di kampus dengan jurusan yang berbeda. Ketika Lola sudah mulai sukses dengan karirnya Alex masih bermalas-malasan dengan kuliahnya.
Lola yang ambisius dan perfeksionis membuatnya sering merasa kesal pada Alex hingga ia pergi meninggalkan Alex begitu saja.
"Seharusnya aku tahu kalau kamu masih polos," bisik Alex lirih.
"Hah?" Gumam Nadia.
"Biasanya wanita dewasa mengenakan d*lam*n berenda yang penuh goda tapi aku cukup terkejut karena kamu mengenakan kain bermotif potongan semangka ๐," jawab Alex terkekeh dan Nadia pun segera menyubit pinggang suaminya itu.
"Tapi aku suka kok," ucap Alex lagi seraya mencium kembali puncak kepala istrinya.
"Lalu tanda ini?" Tanya Alex seraya menyentuh tanda kemerahan di leher Nadia.
"Dasar pikun, hasil karyamu sendiri gak hapal," decak Nadia kesal.
"Oh ya ? Apa ini karena ciumanku tadi malam?" Tanya Alex memastikan.
"Hu'um, gak mungkin nyamuk bisa ngasih tanda beginian," sahut Nadia yang di tanggapi Alex oleh gelak tawanya.
"Kenapa kamu gak bilang masih virg*n sih, Nad ?"
Nadia terdiam untuk sesaat sebelum ia menjawab. "Males aja bilangnya, lagian biar kamu tahu sendiri,"
"Dasar...," Sahut Alex sambil kembali memberikan ciuman di atas puncak kepala Nadia.
"Alex....," Ucap Nadia lirih.
"Ya ?"
"Ingat perjanjian kita, kamu tak boleh melakukannya dengan yang lain."
"Iya, aku berjanji."
"Sumpah ?" Tanya Nadia yang kini mengangkat wajahnya menatap sang suami.
"Aku bersumpah dengan nama mamaku" jawab Alex tanpa ragu.
"Terimakasih," sahut Nadia seraya memberikan sebuah kecupan di pipi suaminya.
"Ayo tidur, jangan mikirin yang enggak-enggak," bisik Alex.
"Peluk aku," ucap Nadia dan Alex pun menurutinya.
Nadia menarik nafas dalam dan menikmati pelukan suaminya. Ingin ia memberikan syarat pada Alex untuk meninggalkan Lola dan membangun hubungan baru dengannya, namun Nadia sadar hati Alex tak bisa untuk diperintah seperti hatinya sendiri yang tak bisa berhenti mencintai Alex padahal logikanya telah berulang kali memerintahkan itu.
Saat ini ia cukup puas dengan memiliki Alex secara utuh meskipun itu hanya tubuhnya saja, bukan hatinya apalagi rasa cintanya.
***
Alex terbangun ketika hari masih gelap. Ia tahu Nadia rutin melakukan ibadahnya. Dengan perlahan ia menggeserkan belitan tangan Nadia yang memeluknya erat. Ia tersenyum samar ketika ingat semalaman istrinya itu memeluknya dengan begitu posesif.
Ia berjalan ke kamar mandi dan menyalakan air hangat untuk memenuhi bath tub nya. Kemudian berjalan ke kamar sang istri untuk mengambil beberapa barang dari sana.
Baru kali ini ia memasuki kamar Nadia yang begitu rapi. Tak banyak barang disana. Yang banyak adalah buku bacaan tentang pekerjaan juga beberapa buku novel.
Alex membawa koper kecil dari atas lemari dan memasukkan baju nadia ke dalamnya juga beberapa benda pribadi milik istrinya itu. Setelah dirasa cukup ia kembali ke kamarnya untuk membangunkan Nadia.
Alex amati wajah cantik Nadia yang tengah tertidur pulas. Bibirnya sedikit terbuka dan Alex ingat dengan jelas bagaimana nikmatnya rasa bibir itu.
"Sayang, bangun udah mau subuh," ucap Alex lembut seraya merapikan rambut Nadia yang menutupi wajahnya.
Alex lakukan itu berulang kali hingga akhirnya Nadia terbangun dari tidurnya. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali hingga sadar sepenuhnya dan terkejut ketika ingat bukan tidur di kamarnya sendiri melainkan di kamar lelaki yang telah membuatnya jatuh hati dan baru semalam mereka melakukan ritual malam pertama. Dengan paniknya Nadia mendudukkan tubuhnya dan hendak beranjak pergi.
"Mau kemana ?" Tanya Alex terheran.
"Kembali ke kamarku," jawab Nadia malu-malu.
"Ngapain ?" Tanya Alex lagi.
"Mau mandi, dan mmmm," jawab Nadia salah tingkah.
"Mandi di sini saja, aku udah bawa semua barang kamu kesini. Mulai sekarang kita akan tidur dalam satu kamar," ucap Alex dengan jelasnya.
To be continued โค๏ธ
Terimakasih yang sudah baca ๐คฉ
Jangan lupa like dan komen.
Hadiah dan vote juga boleh ๐๐คฃ
Oh iya bab ini sewaktu-waktu akan saya revisi ๐๐