In Love

In Love
Jatuh Cinta



Happy reading ❤️


"Kalau kamu sakit siapa yang mau ngurusin di apartemen ? Kan aku harus kerja." Ucap Alex beralasan. Lagi-lagi ia tak mau Nadia beranggapan lebih tentangnya namun sepertinya itu terlambat karena saat ini Nadia merasakan gelenyar aneh dalam hatinya.


"Iya tahu kok, aku juga mau repotin kamu kalau sakit," Nadia mencebikkan bibirnya ketika mengatakan itu.


"Dih, ambeukan banget anak orang. Mulai besok aku ganti Nadia si ambeukan bukan si bawel." Sahut Alex sembari memutar setir mobilnya untuk keluar dari area parkir.


"Kenapa sih, Lex ? Kamu masih aja ngirimin aku makan siang pakai nama itu udah hampir 2 bulan loh. 2 bulan !!"


Alex menolehkan kepala dan tersenyum jahil pada istrinya itu.


"Ih nyebelin," sahut Nadia dan ia pun menolehkan kepalanya ke arah jendela. Tak mau Alex melihat pipinya yang merona.


Cukup lama mereka berkendara, dan memutuskan untuk makan malam dulu sebelum pulang ke apartemen.


"Tenderloin steak saus lada hitam, kentangnya ditumbuk bukan digoreng dan satu lemon squash." Pesan Alex pada pelayan yang mendatangi keduanya. Sedangkan Nadia masih sibuk dengan buku menu yang ia pegang. Bingung memilih apa yang ia mau untuk makan malam.


"Pilih tenderloin steak kaya aku aja, Nad. Enak banget sumpah, sausnya berasa banget dan kentangnya lembut tapi bumbunya juga mantap. Aku tiap kesini pesan itu karena emang enak dan itu makanan pavorit aku sepanjang masa." Terang Alex panjang lebar.


Nadia pun mengangkat wajahnya menatap Alex tak percaya.


"Marketing sini ya, Mas ?" Tanya Nadia pada Alex dan pelayan yang sedang berdiri berada diantara mereka tak bisa menahan tawanya.


"Maaf," ucap pelayan itu seraya tersenyum canggung.


Alex memelototkan matanya, sedangkan Nadia tertawa melihatnya. "Kamu ya !" Desis Alex penuh ancaman.


"Oke mas pesanan yang sama dengan petugas marketing di depan saya ini." Akhirnya Nadia memesan menu yang sama dengan suaminya.


Pelayan itu pun menuliskan pesanan keduanya dan berlalu pergi.


"Kalau marah begitu gantengnya ilang loh," goda Nadia pada suaminya yang tengah menekuk muka. Namun seketika Alex tersenyum malu-malu karena mendengar perkataan istrinya itu.


"Nah kan kalau senyum begini jadi lumayan," goda Nadia lagi dan senyuman Alex pun kian melebar saja.


Akhirnya keduanya terlibat pembicaraan mengenai banyak hal. Seolah tak ada habisnya, hingga akhirnya pesanan mereka pun tiba.


"Dulu Mama selalu bikinin ini kalau aku ulang tahun," ucap Alex seraya mulai memotong daging steaknya.


"Aku benar-benar merasa menjadi seseorang yang spesial setiap mama melakukan itu," lanjut Alex.


"Waktu kamu kecil ?" Tanya Nadia.


"No, hingga aku dewasa juga. Bila kita tinggal satu kota mama akan datang ke apartemen aku buat ngirimin ini sama kue coklat."


"Pacar kamu gak protes ?" Tanya Nadia.


"Hah ?" Alex sedikit terkejut akan pertanyaan yang Nadia lontarkan.


"Sejujurnya dia ingat ulang tahun aku kalau mama udah ngirim steak sama kuenya." Jawab Alex sambil tersenyum masam mengingat masa lalunya.


Nadia terdiam, ia terkejut karena setahu dirinya Alex begitu cintanya pada perempuan bernama Lola. Hingga ulang tahun Lola pun Alex rayakan dengan meriah.


"Dia sibuk banget, dia seorang yang ambisius dengan karir dan masa depannya jadi hal sepele seperti ini jarang diingatnya." Ucap Alex lagi seolah bisa menebak apa yang Nadia pikirkan.


"Oooh," gumam Nadia. Entah kenapa hatinya terasa sesak ketika Alex membela perempuan bernama Lola itu.


"Kalau kamu bagaimana ? Pasti selalu makan malam romantis sama Bimo untuk rayain ulang tahun kamu. Iya kan ?"


Nadia menggelengkan kepalanya pelan, "gak pernah sekalipun makan malam romantis untuk merayakan ulang tahun. Karena kemi akan makan berenam dengan teman yang lain. Dan itulah yang terjadi di setiap ulang tahun kami."


"Emang kalian terus-terusan tinggal satu kota ?" Tanya Alex.


"Nggak, setelah kuliah kami pisah kota tapi untuk yang masih memungkinkan untuk bertemu kami pasti melakukan itu. Jadi kaya udah tradisi gitu lah," jelas Nadia dan Alex pun mengangguk paham.


"You are so lucky, punya banyak sahabat." Ucap Alex.


"Yes I am," Nadia tersenyum dan membenarkan.


Cukup lama mereka menghabiskan makan malam yang diselingi obrolan ringan, hingga semua habis tak bersisa.


"Kamu mau es krim ?" Tanya Alex.


"Nggak, aku lagi gak patah hati kok." Jawab Nadia.


"Hah ? Gimana ?" Alex berkerut alis tak paham.


"Oh.. itu... Es krim itu jadi kaya musuh kita bertiga gitu lah soalnya kalau udah makan itu susah berhentinya dan bikin kita gampang gendut. Jadi boleh makan eskrim kalau kita sedang patah hati aja. Jadi makan eskrim itu semacam penghibur diri." Jelas Nadia.


Hujan rintik kembali turun ketika keduanya keluar dari cafe tersebut. Dan seperti sebelumnya Alex kembali melakukan hal yang sama. Meletakkan telapak tangannya yang besar di atas puncak kepala istrinya agar tak kehujanan.


"Harusnya tadi bawa jaket ya, jadi bisa buat lindungin kamu," ucap Alex ketika mereka memasuki mobil.


"Lagian hujannya kecil. Gak pa-pa kok," sahut Nadia.


"Tapi kamu gak basah kan?" Tanya Alex sembari menyentuh puncak kepala Nadia dengan lembut. Beruntung bagi Nadia gelapnya malam dan cahaya temaram dalam mobil menyamarkan warna pipinya yang merona.


***


Pukul 11 malam Nadia keluar dari kamarnya setelah berganti baju dengan dress kaos sebatas lutut dan ia pun mendudukkan tubuhnya diatas sofa sembari memangku bantal. Ia menyalakan TV dengan volume yang kecil karena takut menganggu Alex yang telah beristirahat di dalam kamarnya.


Nadia menatap pintu kamar Alex yang tertutup dengan sempurna. Ia tersenyum membayangkan hal manis yang Alex lakukan padanya di hari ini. Teringat akan sesuatu, Nadia pun melihat kalender yang berada dalam ponselnya.


"1 Maret," gumam Nadia.


"Tinggal beberapa hari lagi ulang tahun Alex. Tinggal sebentar lagi" Gumamnya.


Nadia tersenyum dan membayangkan seandainya ia memberi kejutan untuk suaminya itu.


"Apanya yang sebentar lagi ?" Tanya Alex yang tiba-tiba sudah duduk di sebelahnya dan itu membuat Nadia sangat terkejut.


"Kamu belum tidur ?" Tanya Nadia.


"Belom, gara-gara dengar suara TV."


"Ah sorry...," Ucap nadia penuh sesal.


Alex menatap Nadia sesaat dan mengambil alih ponsel itu dari tangannya kemudian meletakkannya di atas meja.


Tanpa banyak bicara Alex menidurkan kepalanya di atas bantal yang berada di pangkuan istrinya itu.


"Sekarang baru dimaafin," ucap Alex tanpa dosa. Ia pun mengambil remote TV dan memindahkan ke saluran yang dirinya inginkan. Nadia menahan nafasnya tak percaya, dadanya berdegup kencang dan darahnya berdesir. Menatap Alex yang kini terbaring di pangkuannya.


"Ya Tuhan... Bolehkah aku jatuh cinta ?" Batin Nadia dalam hatinya.


***


"Terus.. terus ?" Tanya Meta penuh semangat.


"Ya elah udah mirip tukang parkir." Sahut Nadia. Saat ini mereka tengah menghabiskan waktu makan siang berdua dengan bekal bernamakan Nadia si ambeukan. Alex benar-benar melakukannya, Ia merubah nama Nadia di makan siang yang dikirimkannya.


"Ya gitu deh.. terus dia tidur di pangkuan aku gitu. Aku diam kan saking kagetnya eh tangan dia bawa tangan aku ke atas kepalanya dan bilang 'usapin'." Jelas Nadia. Ia sedang menceritakan tentang Alex pada sahabatnya itu.


"Terus kamu turutin ?" Tanya Meta.


Nadia menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Gak bisa nyalahin kamu sih, Nad. Siapa aja bakal ke GR an kalau digituin," ucap Meta. Ia menyimpulkan seperti itu karena tak sekali ini Nadia bercerita hal manis tentang Alex.


"Aku lagi jatuh cinta kayanya nih, Ta," lirih Nadia seraya menelungkupkan kepalanya di atas meja.


"Coba kasih kode ke Alex kalau kamu punya perasaan lebih sama dia,"


"Bagaimana caranya ? Dia kan bilang gak boleh libatin perasaan apapun dalam pernikahan ini," jawab Nadia frustasi.


"Alex kan dulu nyebelin tapi sekarang berubah mungkin sebenarnya dia pun udah ada rasa sama kamu, Nad."


"Benarkah ?" Tanya Nadia dengan pandangan penuh harap.


"Makanya kasih kode aja dulu nanti lihat reaksinya," jawab Meta penuh keyakinan.


"Beberapa hari lagi ulang tahun Alex, aku mau nyiapin kejutan buat dia ah,"


"Nah itu ide yang bagus. Jangan lupa dandan yang cantik, Nad. Buat se istimewa mungkin."


"Oke... doakan aku beruntung, Bestie."


*Ambeukan : pemarah dalam bahasa Sunda


To be continued ❤️


Thanks for reading 😘


Mon maap telat up karena aku sakit lagi.. bukan drama ya genks, sakit beneran hiks 😢