In Love

In Love
Kenal Lebih Dekat



Kenal Lebih Dekat, Alexander Henry Salim atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Henry. Beliau adalah seorang pengusaha muda yang sedang naik daun di tahun ini.


Terbukti dengan beberapa proyeknya yang mendulang sukses luar biasa hingga namanya kian meroket. Salah satu perusahaan raksasa di Asia baru saja menekan kontrak kerjasama untuk suatu pekerjaan yang besar.


Sosoknya misterius karena tak pernah sekalipun menceritakan kehidupan pribadinya, namun kali ini Henry bersedia mengungkapkan rahasia sukses dan bercerita tentang kehidupan pribadinya yang baru kali ini akan dibagikan pada publik. Berikut adalah hasil wawancara dari reporter kami Imelda Sari.


Nadia membaca artikel itu dengan dada berdebar hebat, ia berusaha menahan panas dan buram di matanya karena air bening yang telah tergenang di pelupuk mata kian terasa berat saja.


Bola matanya bergerak-gerak seiring dengan banyaknya artikel yang ia baca. "aahh... Alexhh," des*hnya sembari mengusap pipi.


Imelda : "Dalam waktu yang cukup singkat, anda bisa mendulang sukses yang luar biasa. Apa rahasia di balik kesuksesan itu ?"


Alex :"My marriage bring me to success, Pernikahanku yang menjadikan saya sukses," Baca Nadia lagi, ia menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua tangan karena tak percaya


Imelda : "Jadi anda telah menikah ?"


Henry : "Ya, hampir satu tahun lamanya,"


Imelda : "Jadi siapa wanita yang beruntung itu ?"


Henry : "Nadia, Nadia Wirahma... Bukan ia yang beruntung mendapatkan saya, tapi sebaliknya. Saya lah lelaki yang paling beruntung karena mendapatkan istri sepertinya. She is so smart ( dia sangat cerdas ), penuh cinta, penyabar, pengertian, sangat mendukung pekerjaan saya dan juga setia. Dia lah Nadia Wirahma, wanita paling sempurna dan paling saya cintai."


"A-Alexhh," Bibir Nadia yang bergetar kembali mendesahkan nama suaminya itu entah untuk yang ke berapa kalinya. Ia mengusap pipinya yang basah dengan punggung tangan. Membaca kata-kata cinta yang Alex ucapkan membuatnya tersenyum dan menangis di waktu yang bersamaan. Ia tak menyangka jika Alex melakukan itu semuanya.


Imelda : "Jadi benar kata pepatah ? Di balik kesuksesan seorang laki-laki ada wanita hebat di belakangnya ?".


Henry : " Di Sebelahku,"


Imelda : "Di Sebelah ?"


Henry : "Saya meraih kesuksesan karena kehadiran Nadia di sisi saya, dia tak pernah berada di belakang tapi selalu di sebelah saya menemani tiap langkah bersama,"


"Ya Tuhan..., Alex....," masih Nadia membaca artikel suaminya dengan rasa tak percaya. Air matanya berhamburan karena rasa haru dan hatinya menghangat seketika.


Imelda : "Baru-baru ini berhembus kabar jika anda juga membeli saham PT.XYZ, benarkah itu ?"


Henry : "Ya, benar,"


Imelda : "Bukankah itu perusahaan yang tak lama ini bekerja sama dengan perusahaan Anda ?"


Henry : " Ya benar, dan perusahaan XYZ adalah tempat di mana istri saya bekerja,"


Imelda : "Oh istri anda bekerja di bidang yang sama ?"


Henry: " Iya, dan dia luar biasa cerdas. Dialah yang membantu saya selama setelah menikah ini hingga saya bisa mendulang sukses,"


Imelda : "Lalu apakah anda membeli saham tersebut karena istri anda ?"


Henry : "Saya adalah lelaki yang sulit untuk jatuh cinta, tapi ketika saya merasakan itu... Saya akan melakukan apapun untuk bisa terus dekat dan melindungi wanita saya. Katakanlah itu cara saya untuk menjaga Nadia. Belum lama ini kami mendapatkan musibah yaitu kehilangan calon buah hati kami karena sesuatu hal dan itu membuat kami terpukul. Oleh karena itu sebisa mungkin saya ingin menjaga istri saya,"


Imelda : "Maksud anda mengawasi ?"


Henry : "Im not a control freak person ( saya bukan orang yang gila kontrol ) tapi saya adalah seorang suami yang posesif dan pencemburu, saya ingin menjadi bagian hidup istri saya di setiap aspeknya. Saya mendukung apapun yang ia inginkan, bahkan saat ini Nadia sedang berada di Bandung karena ia mendapatkan promosi di perusahaannya dan saya ikut bahagia dengan hal itu tapi saya ingin Nadia tahu jika saya selalu ada untuknya."


Imelda : "Begitu besar cinta anda bagi Nadia,"


Henry : "Karena cinta Nadia pada saya pun sama besarnya dan dia sangat berhak mendapatkan itu. Nadia yang paling berhak mendapatkan cinta dan kesetiaan saya,"


Imelda : Kenapa baru mengumumkannya ke publik sekarang ?


Henry : Saya memang tak suka jika kehidupan pribadi saya menjadi konsumsi publik tapi membagikan berita bahagia bukanlah sesuatu yang buruk.


Imelda : "Apa dengan ini anda ingin mengumumkan pada semua jika anda sudah tak single lagi hingga semua wanita di luar sana harus berhenti berharap ? Sudah menjadi rahasia umum jika banyak wanita yang menjadi penggemar Anda."


Henry : "Ya bisa karena itu, dan saya juga ingin memberitahukan pada semua jika Nadia Wirahma hanya milik saya seorang."


Ia membaca pernyataan cinta Alex berulang kali dan kemudian membaca sisa artikel tentang suaminya itu. Tak hanya bercerita tentangnya, Alex juga bercerita tentang kiat suksesnya seperti kerja keras dan disiplin yang tinggi. Bahkan Alex pun bercerita tentang langkah-langkah yang ia ambil untuk transformasi bisnisnya dan bagaimana menghargai setiap SDM yang membantunya.


Merasa tak cukup hanya dengan membaca saja, akhirnya Nadia membuka dan menyalakan laptopnya. jari-jarinya menari indah di atas keyboard mengetikan alamat website majalah bisnis tersebut dan hal pertama yang ia lihat adalah Alex yang tampak begitu tampan dalam balutan jas berwarna coklat tua.


Nadia amati video yang baru saja diputarnya, air matanya kembali tumpah ketika ia melihat Alex yang begitu bersemangat ketika berbicara tentang rasa cintanya pada dirinya. Mata lelaki itu berbinar dan senyuman tak pernah surut dari wajahnya yang tampan.


Satu hal lagi yang membuat Nadia sangat terkejut, ia memperhatikan gerak-gerik Alex yang begitu jelas memperlihatkan cincin pernikahannya. "Aleexxhhh," lagi-lagi Nadia mendesahkan nama suaminya itu entah untuk yang ke berapa kalinya.


Air matanya tak bisa berhenti turun. Tapi meskipun Nadia menangis haru, senyum bahagia terus terukir di wajahnya yang sembab.


"Aku mencintaimu, Alex... sungguh mencintaimu...," ucap Nadia berulang kali sembari menatapi layar laptop dan sesekali menyentuh layarnya yang sedang menampilkan wajah Alex dari dekat. Nadia sadar rasa cintanya pada Alex semakin bertambah besar.


***


Hari sudah berganti gelap, kantor di mana Nadia bekerja sudah mulai ditinggalkan para pegawainya hingga kini suasana berangsur sepi.


Hari ini Nadia masih disibukkan dengan beberapa pekerjaannya sehingga ia lebih memilih untuk mengurung diri di dalam ruang kerjanya. Ia juga belum siap untuk bertemu orang-orang si sekitarnya yang kini melihatnya dengan cara yang berbeda.


Nadia terus berusaha menyibukkan diri, berusaha menepis bayangan Alex untuk sesaat karena ia sungguh terkejut dan tak siap dengan semua yang terjadi dengan tiba-tiba itu. Bahkan beberapa temannya di tempat yang lama ( Jakarta ) berulang kali menghubunginya dan tak sedikit yang meminta maaf terkait rumor di waktu lalu. Mereka meminta Nadia agar berbicara dengan Alex agar suaminya itu tak memecat mereka.


Merasa tidak nyaman dengan itu semua, akhirnya Nadia mematikan daya ponselnya dan memilih fokus pada pekerjaannya yang memang sudah deadline.


Nadia melirik jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Ia pun segera membereskan meja kerjanya, mengenakan kembali blazer yang tadi sempat ia lepaskan. Meraih tas nya sebelum ia pergi meninggalkan ruang kerjanya itu.


"Belum pulang ?" tanya Nadia tercengang, ia tak menyangka jika Ina sang asisten masih berada di meja kerjanya.


"Saya menunggu Ibu Nadia dulu, takutnya anda memerlukan sesuatu," jawab Ina sambil berdiri, ia menyambut kedatangan Nadia.


"Ya ampun...," gumam Nadia lirih. "Ina, kita bekerja seperti biasa saja. Yang membeli saham perusahaan ini adalah suami saya, jadi saya tetap Nadia yang dulu jadi tak usah merasa sungkan" sahut Nadia.


"Baiklah jika itu yang ibu inginkan," sahut asistennya itu dan tak lama Nadia pun mengajak Ina untuk keluar dari kantor itu bersama-sama.


Nadia menyusuri jalanan untuk kembali ke rumah dinasnya, apa yang terjadi di hari ini bagaikan sebuah mimpi. Tak menyangka jika Alex mengakui pernikahan juga perasaan cintanya dengan lantang pada dunia. Ia mengulum senyum ketika mengingat itu semua.


Cukup lama Nadia berjalan, akhirnya tiba di rumah dinasnya. "Kok nyala ?" tanya Nadia dalam hatinya dan ia pun menghentikan langkahnya dan terdiam memperhatikan.


Ia terkejut karena keadaan rumah dinasnya yang terlihat terang benderang karena lampu-lampu yang telah dinyalakan. Seingatnya tadi pagi dirinya sudah mematikan semua lampu sebelum pergi ke kantor. "Apa aku lupa mematikannya ?" tanya Nadia pada dirinya sendiri. Ia pun tersenyum samar, dan menerka jika dirinya sendiri yang lupa mematikan semua lampu karena tadi pagi pikirannya begitu dipenuhi oleh Alex.


Walaupun Nadia telah berpikiran positif tapi ia kembali melangkahkan kakinya takut-takut. Dengan perlahan Nadia memutar gagang pintu yang ternyata sudah tak terkunci dan itu membuatnya kian takut saja.


Pelan-pelan Nadia melangkahkan kaki memasuki rumah dinasnya itu dan terkejut luar biasa ketika seorang lelaki yang ia lihat tadi di sampul majalah bisnis terkenal sedang menata makanan di atas meja. Lelaki itu masih mengenakan kemeja kerjanya yang berwarna putih dan menggulung kain lengannya hingga siku. Pandangan mata mereka bertemu dan saling terkunci.


"Kenapa hari ini pulang terlambat ?" Tanya Alex sambil meletakkan sebuah piring berisikan mie goreng seafood di atas meja.


Nadia menjatuhkan tasnya dengan sengaja, alih-alih menjawab pertanyaan Alex ia lebih memilih untuk berlari dan menghambur ke dalam pelukan suaminya.


Alex menangkap tubuh Nadia Hinga tubuhnya sendiri melonjak ke belakang, lalu Alex mengangkat bokong Nadia dan memangkunya.


Nadia kalungkan kedua tangannya pada leher Alex, dan membelitkan kakinya di pinggang suaminya itu hingga menyatu padu tubuh mereka. Dahi keduanya saling menempel satu sama lain dan puncak hidung mereka saling bersentuhan pelan.


Mata hitam Alex yang biasanya berkilat tajam kini terlihat sayu dan menatap Nadia penuh damba. Nafas keduanya menderu, dengan dada yang berdegup kencang.


"I miss you so much," ucap keduanya lirih secara bersamaan.


To be continued ♥️


This episode dedicated to Kak Shifa, Kak Fitri Santi, Kak I'm Snow, Kak Sowlekahh dan semua readers tercinta... Semoga apa yang kita harapkan dikabulkan Allah SWT, dan semuanya hidup dalam bahagia dan keberkahan.


Aamiin...


Up dobel lagi kalau like dan komennya banyak 😁