In Love

In Love
Terkejut



...****************...


1 jam kemudian..


Asisten Als, datang membawa pesanan yang di minta, begitu sampai di kamar Als, sang asisten yang seumuran dengannya itu kaget melihat pelayan wanita berada dikamar tuannya. Dengan pakaian yang sobek, sepertinya mereka berdua telah menghabiskan malam bersama dan telah berbuat sesuatu kan?


"Tuan Als ini baju yang anda minta. Lalu menyerahkan baju baru kepada Als. Kemudian Als melemparkan baju itu pada Selena.


BRUKK!


"Alsean Morchen! Huh apa dia tidak bisa memberikannya secara baik-baik. Tidak perlu dilempar begitu kan juga bisa, hampir saja mengenai wajahku tau!" Cicit Selena menggerutu dalam hati.


"Cepat kamu ganti baju, lalu aku akan mengantar kamu pulang."


"Ba, baik tuan Als ... "Auranya begitu menekan, sampai aku tidak berani memandang wajahnya, Sialan!" Gumam Selena.


AKHHHHH... menjengkelkan sekali, Selena bergegas ganti baju secepat mungkin.


"Bukankah rumor yang beredar tuan Als memiliki alergi dengan wanita, itu sebabnya diusia yang matang menikah ini dia masih menjomblo?" Gumam sang Asisten.


Lalu hari ini dengan mata kepala sendiri aku melihat tuan Als sekamar dengan wanita?


"Oh tuhan apakah keinginan tuan besar untuk segera memiliki cicit akan segera tercapai?"


"Aku tau apa yang sedang kamu fikirkan setelah melihatnya sekamar denganku." tukas Als yang begitu terus terang pada asistennya.


"2 Hari lagi aku akan menikahi wanita yang kamu lihat tadi, kamu tolong cari informasi mengenai wanita itu dan beritahukan padaku secepatnya ." ucapnya seraya memijit keningnya, ia sangat pusing.


Sebagai lelaki yang bertanggung jawab dia harus menikahinya setelah merenggut kesucian wanita akibat mabuk.


Dia tidak bisa lari dari tanggungjawabnya, ibunya pun pernah berkata kalau berurusan dengan wanita harus sampai TUNTAS.


"Are you okay sir?" Tanya sang asisten.


"I'm not okay!" Balas Als.


"Dirly... (Nama sang asisten) "


"Sepertinya saya dijebak seseorang, tidak mungkin saya minum satu botol wine langsung kehilangan kendali saya. Dan pintu kamar saya terkunci, saya rasa semua ini telah direncanakan. Saya ingin kamu menyelidikinya."


"Yang anda katakan benar, sepertinya ada yang janggal dengan semua ini. Ini seperti sebuah jebakan menurut saya. Tidak mungkin juga kebetulan."


Suasana jadi sangat mencengkam, kemudian Selena selesai mengganti baju.


"Saya sudah selesai." Cicit Selena, Canggung, bagaimana tidak keempat mata itu tertuju padanya sekarang.


Baju yang dipilihkan sesuai dengan ukurannya. Dan Selena sangat menyukai baju ini, sepertinya baju yang dipakainya sangat mahal.


"Oh sudah selesai, Dirly..... pergi siapkan mobil. Mari antar pulang nona ini." Timpal Als pada sang asisten.


"Baik tuan.


Setelah beberapa menit kemudian, mereka bertiga berada di satu mobil yang sama, Dirly mengemudikan mobilnya sedangkan Alsean duduk disebelah Selena.


Selama perjalanan berlangsung mereka berdua tidak berkata apa-apa. Sampai akhirnya mereka berhenti tepat di depan rumah Selena.


Selena turun dari mobil, kaca mobil turun Selena pun berpamitan.


"Terimakasih tuan sudah mengantar saya pulang. Selamat jalan, hati hati di jalan tuan ...." Jawab Selena sembari membungkukkan setengah badannya lalu mengucapkan terimakasih atas tumpangannya.


Namun, Alsean hanya melirik Selena tanpa berkata apa-apa. Walaupun begitu Selena tetap mempertahankan senyumannya begitu lama sampai mobil itu melaju pergi meninggalkannya.


"Dasar pria sombong!"


Selena masuk kedalam rumah sederhananya. Setibanya dirumah ia melihat ayahnya sudah babak belur di pukuli renternir. Selena kasihan melihat kondisi ayahnya, namun rasa kasihan itu mulai hilang saat sang ayah meneriakinya.


...****************...


Bersambung..


Jangan lupa Rate Bintang 5, Like, and Koment yaa!! 💜