
Happy reading ❤️
"Today is the day !" Nadia terbangun dengan wajah sumringah penuh haru bahagia. Ini adalah hari ulang tahun Alex yang ke 28. Bahkan kemarin sore Nadia ditemani Meta dan juga Alina meksipun melalui sambungan Video call telah membeli sebuah gaun khusus untuk persiapan nanti malam.
Rencananya hari ini ia akan meminta izin pulang lebih cepat untuk pergi ke salon merapikan rambut dan kemudian memasak juga menyiapkan makan malam romantis.
"Pagi Alex," sapa Nadia dengan senyum terkembang sempurna dari bibirnya. Ia menyapa Alex yang telah berdiri di dapur dan sedang menyiapkan kopi. Lelaki itu sudah terlihat rapi untuk bersiap pergi ke kantornya.
"Biar aku aja," Nadia mengambil alih cangkir yang sedang Alex pegang.
"Pagi, semangat banget hari ini. Lagi seneng ya ?" Tanya Alex penuh selidik.
"No, nothing... Biasa aja," elak Nadia. Ia tahu hari ini tepat ulang tahun Alex tapi ia sengaja tak mengucapkannya pagi ini. Dirinya akan mengucapkannya nanti malam dan ia telah menyiapkan kata-kata manis yang telah tersimpan di catatan dalam ponselnya.
"Apa nanti malam kamu ada acara ?" Tanya Nadia tanpa menolehkan kepalanya.
Alex terdiam sebentar sebelum menjawab, ia memikirkan apa saja yang akan dilakukannya. "Gak ada acara, emangnya kenapa ?"
"Mmm... Kalau begitu pulang tepat waktu ya... Aku mau masak enak buat nanti malam."
"Mie instan lagi ?" Tanya Alex seraya terkekeh geli.
"Bukan lah... Pokonya kejutan. Jadi ingat nanti malam jangan pulang telat ya," ucap Nadia penuh peringatan sembari mendudukkan tubuhnya tepat di depan Alex dan menyerahkan secangkir kopi untuk suaminya itu.
"Siap boss," jawab Alex sembari menyesap kopi yang Nadia berikan.
"Kopi buatan mu selalu yang terbaik," puji Alex seraya kembali menikmati kopinya.
Nadia memandangi Alex dengan kepala yang ditopang kedua tangannya. Ia tersenyum ketika melakukan itu. "Tentu saja enak karena ada cinta di setiap tetesannya," batin Nadia dalam hatinya.
'ting' bunyi microwave membuat Nadia sadar dari lamunannya dan ia pun segera mengeluarkan 2 buah puding roti hangat untuk sarapannya dan Alex.
Mereka menikmati sarapan dengan suasana hangat penuh tawa dan Alex sangat menyukai keceriaan istrinya di pagi ini. Nadia terlihat lebih enerjik, hidup dan lebih... Se*si....
Lagi-lagi pikiran itu muncul dalam benaknya. Untuk seorang lelaki normal Alex sudah terlalu lama menahan hasrat primitifnya tapi ia telah terikat dengan perjanjian nikahnya, dan bukannya tak ingin melakukan 'hal itu' dengan Nadia tapi ia tak mau hubungannya menjadi canggung walaupun semalam ia berfantasi liar melakukan kegiatan panas dengan istrinya di atas motor besar miliknya.
"Alex, aku pergi dulu ya. Jangan lupa nanti malam, pulanglah tepat waktu," ucap Nadia membuyarkan lamunannya.
"Hah ? Oh iya hati-hati. Aku akan pulang tepat waktu." Jawab Alex sedikit linglung.
"Janji ya ?" tanya Nadia memastikan.
"Ya, aku janji," jawab Alex dengan tersenyum dan itu membuat Nadia merasa hangat juga berdebar dalam waktu bersamaan.
"Kalau begitu aku pergi,"
"iya bawel," sahut Alex.
Nadia duduk dekat jendela di dalam bus kota. Senyuman masih belum sirna dari wajahnya. Sungguh ia merasa senang, antusias, dan bahagia hari ini.
***
Siang menjelang sore Nadia sudah meminta izin pulang lebih dulu pada managernya dengan alasan ada suatu keperluan yang sangat mendesak.
Karena Nadia jarang sekali melakukan itu dan ia adalah salah satu pekerja dengan catatan kinerja yang sangat baik membuatnya mudah untuk mendapatkan izin itu.
Pukul 3 sore Nadia sudah meninggalkan kantornya berbekal doa dan semangat dari para sahabatnya yang sama-sama wanita yaitu Meta dan Alina. Sedangkan Bimo, Diki dan Adrian belum ada yang tahu tentang perihal ini.
Ia langsung pulang ke apartemen, mengeluarkan daging dari dalam kulkas dan memberinya bumbu. Selagi menunggu itu menyerap Nadia pun pergi ke salon yang letaknya tak jauh dari apartemennya untuk memotong dan merapikan rambutnya yang panjang. Bahkan ia merapikan kuku-kukunya agar terlihat lebih cantik.
Sekembalinya dari salon ia merapikan meja makan, menyiapkan lilin-lilin cantik yang dikemas dalam gelas kecil.
Dan tak lupa untuk ke sekian kalinya mengingatkan Alex untuk tidak pulang terlambat.
***
"Iisshhhh kepanjangan !"
"Happy birthday Alex, doa terbaik untukmu. Dan kejutan lainnya yaitu aku mencintaimu,"
"Kenapa susah sekali....," ucap Nadia kesal.
Saat ini Nadia sedang berlatih kata-kata yang akan ia ucapkan pada lelaki yang telah membuatnya jatuh cinta itu dihadapan sebuah cermin di dalam kamarnya. Ia telah bersiap dengan gaun dan riasan natural di wajahnya. Tak lupa ia mengenakan parfum beraroma lembut sensual di titi-titik nadinya yaitu di kedua pergelangan tangannya, belakang telinga dan sedikit di bagian dadanya. Sekitar 45 menit lagi Alex akan pulang dari kantornya dan ia ingin terlihat sempurna.
Bahkan Nadia sudah menyiapkan lingerie yang ia sembunyikan dalam lemari jika ternyata Alex langsung meminta haknya. Itu ia lakukan karena anjuran para sahabatnya. Bahkan Alina memberikan tips bagaimana caranya melakukan kegiatan panas untuk pertama kalinya.
Perutnya terasa mulas, dadanya berdegup kencang dan keduanya tangannya berkeringat karena rasa gugup serta antusias yang ia rasakan secara bersamaan.
Nadia kembali ke dapur dan menghangatkan daging yang telah ia masak sebelumnya, mengeluarkan kue tart dari dalam lemari es dan meletakkan sebuah kado di sebelahnya.
Waktu terus bergulir, detik demi detik Nadia rasakan begitu lama. Ia terus menghapalkan kata-kata yang akan diucapkannya pada Alex dan berharap suaminya itu merasakan hal yang sama
***
"Joy, saya pulang sekarang karena ada acara yang harus saya hadiri. Untuk pekerjaan yang tertunda tolong handle dulu," ucap Alex seraya merapikan jasnya dan bersiap untuk pulanh karena Nadia sudah menunggu kepulangannya di apartemen. Tak hanya Nadia namun ternyata Alex juga begitu antusias dan penasaran dengan kejutan yang katanya akan istrinya itu berikan.
"Baiklah Pak," jawab Joy patuh.
Baru saja Alex berdiri namun wanita yang selama ini menjadi cinta dalam hidupnya memasuki ruangannya karena pintunya yang setengah terbuka.
"Harus menghadiri acara apa ? Padahal aku ingin mengajakmu makan malam dan berbicara," ucap wanita yang kini terlihat jauh lebih dewasa dari terakhir mereka bertemu.
Alex menelan salivanya dan menarik nafas dalam seolah melihat hantu.
"Aku pulang karena aku sangat merindukanmu," lanjutnya lagi dengan suara yang lembut dan tatapan mata sendu. Ia tak mempedulikan Joy yang terlihat bersalah karena membiarkan wanita asing itu dengan lancang masuk ke dalam ruangan bosnya.
"Nyonya, anda tak bisa masuk begitu saja..."
"Its oke Joy," kamu bisa keluar usir Alex pada sekretarisnya itu.
"Lola...," Lirih Alex pada wanita yang mengenakan kemeja dress abu-abu yang ketat membelit tubuhnya, rambut panjangnya diikat dengan sedikit poni sebagai hiasan, anting panjang menjuntai menghiasi kedua telinganya, sepatu hak tinggi dan tas tangan menyempurnakan penampilannya saat ini. Lola terlihat sangat dewasa. Alex terus memandanginya tanpa jeda.
"Iya aku Lola, aku pulang... Kamu sibuk ? Aku ingin mengajakmu makan malam," ulangnya lagi masih dengan nada suara yang sama.
"No... Ten-tentu nggak, kita bisa pergi sekarang juga," Jawab Alex dan segera mengajak wanita itu untuk pergi dengannya.
Keduanya berjalan beriringan dari ruangan Alex dengan pandangan mata dari para karyawan yang terus memperhatikan mereka terlebih lagi pada bossnya yang terlihat sangat tegang saat ini.
"Bukannya kamu ada janji ?" Tanya Lola.
"Ah itu ? Tak penting." Jawab Alex seraya merogoh saku untuk mencari ponselnya.
Ia pun segera menuliskan pesan pada istrinya itu.
Alex : Nad, akan pulang terlambat.
Alex langsung mematikan daya ponselnya ketika pesan itu terkirim ia tak mau Nadia atau siapapun menghubunginya saat ini.
to be continued ❤️
thanks for reading 😘
kalo like dan komennya ngebut aku up lagi deh kwkwkwkwkwk
tenang ya genks keknya di novel aku gak ada ceritanya tokoh utama laki-laki sembarangan nyelup.. semoga Alex juga bisa jaga imin nya 🙃