In Love

In Love
Dendam Yang salah Karena Cinta



Tanpa terasa satu bulan telah berlalu.


Barisan para mahasiswa ataupun mahasiswi melemparkan toga mereka ke ke angkasa sambil tertawa bahagia.


Hari yang sangat ditunggu-tunggu setelah berbulan- bulan lamanya telah tiba.


Gelar sarjana sudah sah melekat pada nama mereka.


Nadeevan, Nayla, dan Rendra. Yah! Mereka menjalin persahabatan mulai dari SMP hingga sekarang, jadi tak ayal melihat ketiga makhluk itu sangatlah lengket seperti kertas dan prangko.


"Maukah kamu menjadi ibu dari anak-anakku?" teriak Rendra yang sedang berlutut menghadap Nayla dengan se-bucket bunga digenggaman tangannya.


Seakan ada petir yang menyambar, Nadeevan atau biasa dipanggil Evan hanya bisa berdiri kaku dan melongo melihat pernyataan cinta atau lebih tepatnya lamaran dari Rendra.


Berbeda dengan Evan, justru Nayla terlihat begitu antusias dan dengan segera ia ambil bucket bunga itu, "Iya tentu saja aku mau!" ucapnya sambil tersenyum lebar.


...*******...


Hari berlalu begitu cepat.


Rendra dan Nayla melangsungkan resepsi pernikahan mereka tepat setelah sepuluh hari wafatnya Evan sahabat mereka.


Evan meninggal dunia di hari dimana akad nikah kedua sahabatnya itu terlaksana, dengan segera dia dilarikan ke rumah sakit.


Seakan tahu waktunya tak lama, Evan meminta pada kedua sahabatnya itu untuk tak melupakan kenangan persahabatan mereka sekalipun Rendra dan Nayla sudah menikah.


"Kenapa lo sembunyikan kalo selama ini lo itu sakit Van!" ucap Nayla sambil menahan tangisnya.


"Udahlah jangan mewek, sayang make up lo! Si Rendra dah bayar mahal-mahal eh belom ada sejam udah ilang aja" goda Evan yang tengah terbaring lemah di brangkar rumah sakit.


Dalam keadaan sedih pun pria itu masih berusaha agar membuat keadaan kembali hangat, namun nihil Nayla malah semakin histeris saat Evan mulai memejamkan mata untuk selama-lamanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Enam tahun sudah Rendra dan Nayla membangun keluarga kecilnya, mereka dikaruniai anak kembar berjenis kelamin laki-laki.


Kebahagiaan mereka pun akan semakin bertambah karena saat ini Nayla juga tengah mengandung anak ketiga mereka yang berjenis kelamin perempuan.


Tepat dimana saat kelahiran anak ketiga mereka, keluarga besar sangatlah bahagia, bayi perempuan yang selama ini mereka nantikan akhirnya lahir ke bumi.


Namun kebahagiaan itu seakan angin lalu, sirna secepat kilat mengubah dunia nya yang terang menjadi sangat kelam. Bayi mungil itu dinyatakan meninggal dunia dengan alasan yang sedikit tidak masuk akal, namun bodohnya tak ada satupun dari mereka yang mencari tahu karena mengedepankan kesedihan.


Hingga sepuluh tahun berlalu,


Keluarga Rendra masih dirundung kesedihan atas kejadian sepuluh tahun silam yang membuat sang istri tak seceria dahulu.


Nayla merasa sangat terpukul kehilangan bayi perempuannya, apalagi ia divonis bahwa ia tak bisa memiliki anak kembali.


Dalam keadaan lelah selepas pulang kerja, Rendra mengantar Nayla pergi ke rumah sakit untuk check-up, Rendra dikejutkan oleh kecelakaan yang terjadi tepat di sebrang mobilnya.


Seorang gadis kecil terpental jauh saat ia hendak menyeberang sendirian, dan sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi menabraknya.


Kini mereka hanya bisa menunggu hasil dari ruang operasi. Rendra dan Nayla pun duduk di kursi tunggu di lorong rumah sakit tersebut.


...****************...


Bersambung...


...--Selamat Membaca--...


......--Terimakasih sudah mampir--......


...❤️Jangan lupa tap Favorit, like, komen dan vote seikhlasnya yaah...❤️...


...❤️Salam sayang dari aku❤️...