In Love

In Love
Last Bonus Chapter



Happy reading β™₯️


Aku gak bisa ninggalin kamu," ucap lelaki yang memenuhi pikirannya saat ini. Ia berdiri tegap tepat di hadapannya.


Alex jatuhkan travel bag yang ia bawa dengan sengaja, ia melangkah maju dan menarik Nadia dalam pelukannya.


"A-Alex ? bagaimana dengan pekerjaanmu ?" tanya Nadia terbata. Walaupun ia senang karena Alex pulang tapi di sisi lain ia pun mencemaskan pekerjaan suaminya itu.


"Aku tugaskan Heru untuk pergi ke Singapura. Bagaimana aku bisa pergi kalau kamu dan dia selalu ada dalam kepalaku," jawab Alex seraya membelai lembut perut Nadia yang buncit.


Nadia menengadahkan kepalanya dan menatap Alex sendu. "Aku tak bisa berhenti memikirkan kamu," ucap Alex lirih tanpa ada kebohongan di dalamnya.


"Aku juga," sahut Nadia pelan tanpa mengalihkan pandangannya. "Belum apa-apa aku sudah sangat merindukanmu," lanjutnya lagi.


Mata hitam Alex menatap sayu penuh cinta dan bibirnya melengkungkan senyum ketika ia mendengarkan kata-kata yang keluar dari bibir istrinya itu. "Aku bahagia saat kamu mengucapkan kata-kata rindu," sahut Alex seraya menundukkan kepalanya dan menyatukan bibir mereka dengan sempurna. Lalu keduanya saling berpagut bibir dengan lembut dan penuh perasaan walaupun kini perut Nadia yang buncit menghalangi perpaduan tubuh mereka.


Alex uraikan tautan bibirnya dan kembali menatap Nadia penuh damba. "Lagian kata dokter kandunganmu, aku harus sering menengok anak kita untuk memperlancar jalan keluarnya nanti," ucap Alex ketika tautan bibir mereka terlepas. Pagutan bibir Nadia menyulut hasrat primitifnya.


Nadia menyipitkan matanya, memandang Alex sedikit kesal. Sikap mesoom suaminya itu merusak momen romantis keduanya saat ini. Nadia pun menguraikan pelukannya dan membalikkan tubuhnya guna berjalan kembali ke dalam rumah.


"Yank... itu kan saran dari dokter mu," ucap Alex sembari berjalan mengekori. Itulah alasan yang selalu Alex gunakan untuk bisa mendapatkan jatahnya.


Nadia terus berjalan tanpa menanggapinya, Alex selalu melakukan itu. Merubah atmosfer mesra diantara menjadi mesoom, padahal bagi Nadia itu adalah sesuatu yang berbeda.


***


"Hah...hah...," nafas Alex menderu pendek-pendek, begitu juga Nadia. Mereka baru saja mendapatkan pelepasannya secara bersamaan. Mata hitamnya menatap sayu wanita yang sangat ia cintai itu "im madly in love with you," (aku sangat mencintaimu ) bisik Alex pelan sebelum ia memisahkan dirinya dari tubuh sang istri. Alex pun berguling ke sisi tempat tidur yang kosong tepat di sebelah Nadia.


Waktu menunjukkan pukul 2 siang. Setelah membatalkan kepergiannya ke Singapura, Alex memutuskan untuk mengambil cuti dan menemani Nadia di rumah. Entah apa yang terjadi, tapi lelaki itu terlihat sangat enggan untuk meninggalkan istrinya.


Dan Nadia, walaupun kesal tapi ia tak bisa menolak setiap Alex berkeinginan untuk 'menengok' anaknya. Seperti siang ini, Alex menggiringnya ke dalam kamar dengan alasan untuk beristirahat siang bersama namun yang terjadi suaminya itu malah mengajaknya berolahraga di atas ranjang mereka.


Alex tolehkan kepala, melihat kalender duduk yang terdapat di nakas tepat sebelah ranjangnya. Ia pandangi sebuah tanggal dengan tanda hati berwarna merah, itu adalah tanggal perkiraan kelahiran anaknya. "sekitar 10 hari lagi," ucap Alex.


Nadia memiringkan tubuhnya dan melihat ke arah yang sama, "Hu'um tapi kata dokter, hari kelahirannya bisa maju atau mundur beberapa hari dari tanggal itu," ucapnya.


Alex alihkan pandangannya pada sang istri, "Kapanpun itu semoga aku bisa berada di sisimu untuk menemani," ucap Alex penuh harap.


"Semoga...," sahut Nadia sembari melengkungkan senyumnya. Ia condongkan tubuhnya untuk mendekati Alex dan memberikan sebuah kecupan mesra di pipi suaminya yang masih tidur terlentang tanpa sehelai benang pun.


Alex tersenyum, "Apa kamu mau minta tambah ?" tanya Alex sambil menaik turunkan alisnya, menggoda sang istri.


"kan....," batin Nadia dalam hati. Ia menyipitkan matanya dan lagi-lagi menatap Alex kesal. Situasi romantis apapun akan ditanggapi dengan mesoom oleh suaminya itu. Ia pun memilih untuk beranjak dari ranjang dan membersihkan diri.


Sedangkan Alex, ia masih membaringkan tubuh polosnya di atas ranjang. Ia sedang meresapi rasa lelah juga nikmat yang tiada tara dari pelepasannya. Nadia selalu membuat Alex merasakan surga dunia.


***


Menjelang malam Nadia merasakan sesuatu dalam perutnya, seperti rasa mulas tapi itu hanya sesekali saja. Ia belum mengatakan apapun pada Alex karena suaminya itu terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya yang dibawa ke rumah


Nadia masuki ruang kerja Alex, namun belum juga ia berbicara, Alex sudah memperingatkannya lebih dulu. "Aku harus mengerjakan ini sebentar ya sayang, Heru menunggu berkas ini sekarang juga di Singapura. Setelah selesai aku akan segera menemani kamu lagi," ucapnya. Nadia pun mengangguk paham dan berjalan kembali ke luar dari ruang kerja Alex.


Pukul 10 malam akhirnya Alex telah menyelesaikan semua pekerjaannya, ia pun segera naik ke kamarnya untuk menemani sang istri. Nadia masih duduk bersandar di atas ranjang ketika Alex datang.


"Belum tidur ?" tanya Alex dan dijawab oleh gelengan kepala dari Nadia. "Nunggu aku ?" tanya Alex lagi tapi kali ini Nadia terdiam tak bergeming.


"Sayang ?" tanya Alex untuk ketiga kalinya. Ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Nadia tak langsung menjawab, ia berpikir untuk sesaat seolah-olah meyakinkan diri dengan jawaban yang akan diucapkannya.


"Aku merasakan mulas di perut," jawab Nadia pada akhirnya dan itu membuat Alex berdiri terdiam terpaku. Matanya membulat dengan bibir sedikit terbuka. "A-apa kamu... ma-mau melahirkan ?" tanya Alex terbata-bata dengan wajahnya yang menegang.


"Aku gak tahu, Alex. Tapi rasa mulas itu aku rasakan lebih dari 2 kali,"


Mendengar itu Alex menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar. "tenang... tenang... ayo kita pergi ke rumah sakit. Apa saja yang harus aku lakukan ?" tanya Alex.


"Cukup bawa itu saja !" titah Nadia sembari menunjuk 2 tas besar yang telah ia siapkan untuk persalinannya.


***


Hanya dengan waktu 15 menit saja Alex dan Nadia telah tiba di rumah sakit dan saat ini istrinya sedang melakukan pemeriksaan oleh dokter kandungannya. Walaupun berusaha tenang tapi Alex sangat merasakan cemas yang luar biasa.


"Istri anda akan segera melahirkan, namun ini masih bukaan 3 dan kita harus menunggu," jelas dokter Dewi.


Sebenarnya Alex tak mengerti apa yang dimaksud dokter kandungan itu tapi yang Alex tangkap yaitu Nadia akan segera melahirkan dan ia harus menunggu.


Segera saja ia menghubungi orangtuanya yang kebetulan sedang berada di Jakarta. Juga tak lupa mengabari kedua mertuanya yang berada di Bogor. Selama menunggu kedatangan mereka, Alex tak pernah jauh dari sisi Nadia yang kini terbaring ruang rawat.


"A-Alex, sakit...," ucap Nadia lirih.


"Apa yang harus aku lakukan ?" tanya Alex dengan wajah cemasnya. Tapi bukannya sebuah jawaban yang Alex dapatkan. Karena Nadia pun hanya menggelengkan pelan kepalanya.


Beberapa belas menit kemudian mama dan papa Alex datang untuk melihat kondisi menantunya itu. Mereka pun ikut menemani Nadia yang akan melahirkan. "Alex, sebaiknya kamu istirahat dulu," ucap sang Mama tapi Alex tak mau. Ia ingin tetap berada di sana menemani Nadia dan memberikan kekuatan pada sang istri.


Waktu terus berlalu hingga pagi menyapa tapi Nadia belum juga melahirkan anak mereka. Semalaman Alex berjaga, menemani sang istri yang terus merasakan kesakitan. Dalam hati Alex merasa tak tega, dan ia semakin kagum pada Nadia yang tengah berjuang untuk melahirkan buah cinta mereka. Apa yang terjadi pada Nadia saat ini membuat perasaan cinta Alex semakin bertambah saja pada istrinya itu.


Semua sudah berkumpul, orang tua Nadia dan kedua adiknya telah ada di sana. Tepat pukul 7 pagi Nadia melahirkan anak pertama nya dengan Alex.


Terdengar suara tangisan bayi dari ruang bersalin, tak hanya sang bayi yang menangis tapi juga kedua orangtuanya yaitu Alex dan Nadia.


"Terimakasih Sayang, kamu sangat luar biasa," Alex berucap dengan lirih sembari mengecupi puncak kepala istrinya penuh cinta. Air mata bahagia terus membasahi pipinya.


Nadia mengangguk lemah, ia masih merasa lelah. "Selamat, anak anda lahir dengan sempurna. Ia akan tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik," ucap sang dokter anak yang berada di ruang persalinan itu. Ia baru saja memeriksa kondisi bayi yang Nadia lahirkan.


"Cantik ? dia perempuan ?" tanya Alex penuh haru. Ia sangat bahagia karena Tuhan memberikan seorang anak perempuan yang sangat ia dambakan.


"Iya, dan ia sangat sempurna tanpa kekurangan apapun" jawab dokter itu tanpa ragu.


Alex segara meraihnya dan mengumandangkan adzan untuk pertama kalinya bagi sang buah hati. Alex dan Nadia tersenyum bahagia juga menangis haru secara bersamaan. Kini kehidupan rumah tangga mereka semakin lengkap dengan kehadiran sang buah cinta mereka.


- Benar-benar Tamat yaaa-


ini adalah bonus chapter terakhir dari novel In Love.


terimakasih untuk semua readers yang masih setia baca.


Tons of love for you genks 😚😚😚


bonus photo papa Alex dan buah hatinya



Mohon maaf jika ada kata-kata atau episode yang kurang berkenan yaa... πŸ™


**Sampai jumpa di novel aku yang baru yaitu Celia


...🌼🌼🌼🌼🌼...


Bismillah promosi novel β™₯️


Yuk kepoin sekuel novel Terikat Dusta


Cerita tentang Celia, anak kesayangan Daddy Bian dan Mommy Re**...



Blurb :


Sejak kecil Celia selalu dilimpahi cinta dalam keluarganya. Sehingga ia rasakan proteksi yang berlebihan dari Daddy nya dan anggota keluarga yang lain dan ini membuatnya sulit untuk menemukan pasangan.


Pada akhirnya Celia jatuh cinta pada teman kecilnya yang bernama Collin. Karena jarak yang terpisah jauh dan hubungan yang kompleks antara kedua orang tua mereka membuat Celia harus menjalin hubungan cinta ini secara diam-diam.


Apa yang terjadi jika Daddy nya menentang hubungan itu dan menyediakan laki-laki lain sebagai pasangan hidupnya ?


Ini adalah kisah 2 manusia yang memperjuangkan cinta mereka.


Sudah bisa di baca yaa...


Klik profil aku dan temukan novel Celia.


Novel sekuel In Love juga insyaallah akan segera rilis jadi tunggu aja.


Promo novel bestie aku juga



Blurb :


" Karena kita tidak saling mencintai! aku ingin pernikahan ini hanya berjalan enam bulan saja setelah itu aku akan menceraikan Hani dan menikahi Nahla." Entah terbuat dari apa hati pria yang baru sehari aku nikahi itu! sehingga dengan begitu teganya ia berkata seperti itu didepan keluarga besar kami.


Aku tahu sejak kecil dia memang tidak pernah menyukaiku! tapi aku tidak tahu rasa itu sebesar ini sehingga ia dengan terang-terangan menunjukkannya di depan semua orang.


Aku harus bagaimana, andai aku dapat mengulang waktu aku tidak akan pernah meminta hal ini dari kakek.


Tolong siapapun jangan salah paham kepadaku, aku tidak pernah mengejarnya atau meminta dia menikahi, seperti yang kalian pikirkan. dan alasan semua ini bisa terjadi karena permintaan gadis tujuh tahun yang tidak mengerti apa itu perjodohan.


Aku HAANIYA, aku bukan istri pilihannya. karena istri pilihannya adalah Nahla bukan Hani.


Ayo kepoin.. jangan lupa untuk jadikan favorit yaa... terimakasih β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️