In Love

In Love
Boss Baru



Nadia bereskan segala barang miliknya di atas meja dan tak hanya itu, ia juga mengemasi semua barang pribadinya yang berada di ruangan khusus yang dibuatkan Alex yang belum lama ini ia tempati. Hari ini hari terakhir Nadia bekerja di kantor lama karena besok ia sudah bekerja dengan Alex di bawah atap yang sama.


Nadia yang akan pindah kerja, tapi Alex yang begitu antusias. Di kantornya ia buatkan Nadia ruangan baru yang letaknya cukup jauh dengan ruangan miliknya karena permintaan sang istri. Alex ingat beberapa hari lalu saat Nadia datang ke kantornya untuk melihat ruang kerjanya yang baru. Ada Joy dan Heru sang asisten pribadi Alex.


Pada awalnya Alex membujuk Nadia untuk bekerja bersama-sama di ruangan miliknya. "Agar lebih mudah mengkomunikasikan proyek yang baru, karena Nadia adalah pilot projectnya," itulah alasan yang Alex gunakan untuk membuat Nadia bekerja satu ruangan dengannya tapi tentu saja Nadia menolaknya.


"Alex, tentunya kamu tahu topik apapun yang kita bahas akan berakhir seperti apa ?" tanya Nadia sembari berbisik pada suaminya itu. Wajah Nadia terlihat begitu serius ketika mengatakannya. Mengingatkan Alex akan sangat berbahaya jika mereka hanya berduaan saja dalam satu ruangan karena apapun bahasannya, keduanya akan berakhir dalam pergumulan sengit tanpa busana dengan saling melenguhkan nama masing-masing di setiap pelepasannya.


"Akan berakhir dengan kaki telanjang kita yang saling terbelit satu sama lain" jawab Alex sembari tertawa geli pada istrinya itu, ia tak sadar jika ada sekretaris dan asistennya di sana.


Joy dan Heru sama-sama berdehem karena syok dengan apa yang baru saja didengarnya. Joy langsung menundukkan kepalanya sedangkan Heru tersenyum canggung menutupi rasa syoknya.


Nadia menyikut tangan Alex dan memelototkan matanya, mengingatkan jika mereka saat ini sedang tak berduaan saja tapi ada orang lain disana. Nadia tertunduk malu dengan wajahnya yang merona merah bagai tomat, sedangkan Alex terlihat lebih biasa saja. "Mereka sudah dewasa seperti kita, bahkan Joy sudah menikah pasti dia mengerti," bisik Alex tapi semua masih bisa mendengarnya.


"Joy, usahakan letak ruangan aku jauh darinya," ucap Nadia pada sekretaris Alex itu.


"Bagaimana jika satu lantai di bawah Pak Henry? ada ruangan kosong yang dulunya digunakan oleh manager HRD namun sudah satu Minggu ini beliau dipindah tugaskan dan biar nanti manager pengganti yang baru akan saya atur lagi posisinya," tawar Joy pada istri boss nya itu.


"Bagus ! itu sempurna !" sahut Nadia dengan mata berbinar tapi Alex malah berdecak kesal. "Di kantor aku yang baru nanti, posisi mu adalah di pangkuan aku," ancam Alex dengan mata hitamnya yang berkilat. Lagi-lagi Joy si sekertaris dan Heru si asisten pribadi Alex berpura-pura tak mendengarnya. keduanya tak menyangka bahwa Alex yang dingin bahkan nyaris arogan, begitu manis pada istrinya dan tak segan-segan memperlihatkan rasa cintanya yang besar.


Cukup lama mereka berdiskusi, akhirnya disepakati jika ruang kerja Nadia tepat satu lantai di bawah suaminya yang super posesif dan bucin akut itu. Walaupun mereka suami-istri yang saling mencintai tapi Nadia memerlukan ruang untuk bekerja dengan leluasa. Itu adalah kejadian Minggu lalu, dan kini ruangan baru Nadia sudah bisa digunakan.


Hari ini adalah hari terakhir Nadia bekerja di kantor lama. Ia akan sangat merindukan tempat itu karena di perusahaan inilah dirinya menapaki karir dari nol. Yang asalnya Nadia menjadi anak magang seperti Dian tapi setelah ia mendapatkan ijazah sarjana tekniknya, perusahaan itu kembali memanggilnya untuk bekerja disana dan menjadi pegawai tetap. 4 tahun Nadia mengabdikan diri pada perusahaan itu dan dengan kerja keras yang dilakukannya, ia bisa menjadi seorang manager hanya dalam waktu beberapa tahun saja.


Banyak hal yang terjadi disana, suka duka Nadia rasakan selama bekerja. Walaupun berat tapi ia harus meninggalkannya. Sesuai keinginan Alex juga keinginan dirinya sendiri Pada akhirnya Nadia harus meninggalkan perusahaan yang telah membuatnya menjadi seperti sekarang ini.


"Aku pasti kangen kamu, Nad" ucap Meta yang kini membantunya berkemas. Tak hanya Meta tapi Dian si anak magang juga berada di sana untuk membantunya dengan mata berkaca-kaca.


"Kita bisa ketemu kapan aja, tinggal telepon dan aku pasti datang," sahut Nadia.


Ingin Meta ikut pindah dengan sahabatnya itu tapi ia baru saja mendapatkan promosi dan juga kenaikan gaji. Tentu saja ada campur tangan Alex di dalamnya. Ia lakukan itu sebagai tanda terima kasih karena Meta telah menjaga istrinya dengan baik.


Untuk Dian si anak magang, Alex sudah menawarkan sebuah pekerjaan begitu ia telah mendapatkan ijazah S1 nya. Bahkan Alex menawarkan bantuan biaya untuk kuliah gadis berkacamata itu. Ia lakukan itu juga sebagai tanda terima kasih untuk bantuan yang Dian berikan pada Nadia istrinya.


Nadia tersenyum samar, dadanya menghangat ketika tahu ada orang-orang yang baik dan peduli padanya. "Meta, kalau kamu mau pindah denganku tinggal bilang saja. Kamu juga Dian, begitu lulus kuliah langsung hubungi aku. Nanti aku akan bicara pada Alex tentang kalian berdua agar di ditempatkan denganku," ucap Nadia.


Berbicara dengan Alex akan mudah apalagi jika Nadia sedang memberikan "excellent service" nya. Lelaki itu akan menuruti apapun yang istrinya itu inginkan.


"Baiklah," ucap keduanya berbarengan dan mereka pun tertawa bersama.


Sebelum meninggalkan perusahaannya, Nadia mengadakan pesta kecil untuk untuk perpisahannya kali ini. Tak seperti ketika ia pindah ke Bandung, pergi begitu saja tanpa kata-kata.


Pesta kecil itu diselenggarakan di kantornya sendiri dan diikuti semua pegawai. Nadia terkejut ketika Alex datang ke pesta kecilnya itu, dan Alex memperkenalkan dirinya sebagai suami Nadia dengan formal walaupun sebenarnya semua orang kini sudah tahu jika mereka adalah suami istri.


Nadia menitikkan air matanya ketika harus benar-benar pergi tapi dengan cepat Alex meraih tangannya seolah mengatakan jika ia akan baik-baik saja bersamanya.


Nadia balas genggaman tangan Alex dengan sama eratnya. "aku akan menjadi boss yang baik buatmu. kamu jangan khawatir," bisik Alex dan itu membuat Nadia tertawa..


Alex selalu bisa membuatnya tersenyum. Dengan Alex, Nadia berasa begitu merasa dirinya berarti karena Alex selalu menunjukkan rasa cintanya.


"Baik boss," jawab Nadia sambil tersenyum.


Senyuman yang kini menular pada wajah Alex. Semua yang melepaskan kepergian Nadia menatap kagum juga bercampur iri melihat kemesraan keduanya.


to be continued ♥️


thank you for reading ♥️


jangan lupa event pemberian hadiah masih berlangsung ya..


yuk dukung novel ini dengan memberikan vote juga hadiah poin.


terimakasih ♥️