
Setelah beberapa lama kemudian, lelaki itu telah mencapai puncaknya. Dia ambruk diatas tubuh Selena, Selana hanya bisa diam menelan pahitnya kenyataan. Nasi sudah jadi bubur, besok anggap saja malam ini tidak pernah terjadi, tidak pernah terjadi!
Selena pelan-pelan menggulingkan lelaki itu disampingnya. Tubuhnya masih lemas dan tidak bisa berkutik. Selena hanya bisa diam di tempat kakinya gemetaran dan terasa pegal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya,
Selena terbangun lebih dulu ia mulai turun dari ranjang... efek dari kejadian semalam rupanya masih mempengaruhi jalannya.
Kemudian Selena memungut seragam kerjanya yang berserakan di lantai lalu memakainya....
Iia melihat sebuah kartu nama yang tak jauh dari baju lelaki itu, namanya adalah Alsean Morchen. Rupanya dia benar-benar orang besar, Alsean Morchen! CEO dari perusahaan MC. Orang inilah yang telah menghabiskan 1 malam dengannya.
Tiba-tiba..
"Kepalaku pusing sekali."
Alsean terkejut setelah melihat dirinya sendiri telanjang bulat.
Lalu ia melihat sekitarnya baju yang dikenakannya semalam berserakan dimana-mana! Sebenernya apa yang sudah terjadi?
"Darah??" ucapnya semakin syok setelah melihat darah yang ada diatas tempat tidurnya.
"Hei Pelayan, apa yang sudah kamu lakukan saat aku sedang mabuk?!" Ucap Alsean dengan nada bicaranya yang dingin, seakan dia adalah korban, ini membuat Selena sangat kesal!
"Tuan anda jahat sekali berkata seperti itu menuduh saya, anda fikir saya yang melakukannya? coba anda ingat kembali sebelum berkata demikian. "Selena menggertakan giginya.
Alsean mencoba mengingat kejadian semalam..
Setelah lama berfikir rupanya semalam ia memaksa gadis pelayan ini dan telah mengambil kesuciannya.
"Kenapa bisa seperti ini?" ucapnya pelan..
mengapa dia bisa berhubungan dengan gadis yang tidak dikenalnya?
"Sudahlah jika anda tidak mengingat kejadian semalam, saya juga tidak peduli. Anggap saja tidak pernah terjadi."
"Maaf!" ucap Alsean murung sejenak.
Dada Selena terasa sesak.
"Maaf, semalam saya tidak bisa mengendalikan diri sehingga saya melakukan itu padamu. Maaf juga telah menuduhmu. Saya akan tanggung jawab !"
"Setelah asisten saya datang, saya akan menyuruh dia mengurus pendaftaran pernikahan kita. " Ucapnya lagi, nada bicaranya terdengar tidak iklas, tapi bersikeras mau bertanggungjawab.
Mendengar itu Selena terkejut, tuan muda terhormat seperti Alsean Morchen bilang akan tanggung jawab ?
Mimpi kan ini?
Dia tadi bilang apa ? Dia mau bertanggung jawab ? Jika aku menerima dengan mudah bukankah aku akan di cap sebagai wanita yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan?
Dia adalah orang besar, pasti banyak wanita di sekelilingnya. Pasti juga bukan aku seorang yang telah tidur dengannya kan ?
"Anda tidak perlu bertanggung jawab tuan, anggap saja semua ini tidak pernah terjadi.
Lagipula tidak ada cinta diantara kita berdua, menikah hanya sekali seumur hidup. Jadi mohon kerjasamanya lebih baik kejadian semalam dilupakan saja. Kejadian semalam hanyalah kecelakaan."
Aku akan menganggap semalam adalah nasib sialku. Mulai besok aku akan mengundurkan diri dari pekerjaan ini untuk jaga-jaga biar tidak bertemu lagi dengan Alsean Morchen ini.
"Kau fikir saya mau bertanggung jawab karena saya suka padamu hanya karena kita telah tidur bersama ? Naif sekali kamu.
Apa kau tidak tau siapa saya?"
"Anda adalah tuan Alsean Morchen kan ? Dari perusahaan MC yang terkenal itu. Saya baru tau dari kartu nama anda yang tidak sengaja ditemukan olehku."