
Alex menghentikan mobilnya dengan sempurna di garasi rumahnya. Ia tak langsung turun, Alex berdiam diri dulu untuk beberapa saat menetralkan debaran Jantungnya yang tiba-tiba saja berdebar lebih kencang.
Hari sudah berubah gelap. Alex yakin jika Nadia sang istri sudah tiba di rumah. Mobil yang biasa Nadia pakai jika tak bersamanya sudah terparkir tepat di sebelahnya.
Seharian ini Alex tak bertemu dengan sang istri. Setelah kejadian tadi pagi di mana Nadia menolaknya untuk disentuh olehnya, Alex menghindari istrinya itu. walaupun yang sebenarnya terjadi Alex setengah mati merindukannya.
Sudah satu Minggu ini hubungan mereka memburuk. Itu semua dimulai dari Nadia yang tak ingin berdekatan dengannya.
Alex tak suka itu. Ia mempunyai trauma karena ditinggalkan dan Nadia adalah obat untuknya hingga Alex kembali merasakan jatuh cinta. Tak lagi mati rasa.
Tapi kini Nadia pun menolaknya. Tak ada yang tahu bagaimana hancurnya hati Alex di dalam sana. Sepanjang berlatih fisik pun hanya wajah Nadia yang ada di dalam kepalanya. Hingga beberapa kali Alex salah dalam melakukan instruksi dari personal trainer nya yang seorang wanita.
Pikiran Alex hanya berisi tentang Nadia seorang. Ia cinta buta dan kecanduan hanya pada istrinya saja. Menjadikan Alex tak peduli pada dunia sekitarnya. Ia bergerak bagai robot yang tak memiliki perasaan.
Alex menatap pintu rumahnya lekat-lekat. Untuk mengetuknya saja Alex tak punya nyali. Ia takut Nadia kembali menjauh darinya dan ia bisa mati pelan-pelan karenanya.
Alex lengkungkan senyum saat wajah Nadine anak semata wayangnya terlintas dalam benaknya. "Ada Nadine yang mengikat kita. Kamu tak akan pernah bisa pergi meninggalkan aku," ucap Alex lirih di dalam kesendiriannya dan ia tersenyum samar saat mengatakan itu semua.
"Kita akan hidup bersama selamanya walaupun kamu tak suka. Aku tak peduli jika kamu tak lagi mencintaiku. Aku lebih baik hidup denganmu yang sudah tak mencintaiku lagi daripada harus berpisah," sudah terbayang bagaimana menderitanya ia jika Nadia tak lagi mencintainya, tapi Alex tak peduli. Jika harus hidup bersama dalam derita, maka Alex akan melakukannya asal itu bersama Nadia.
"Dan jika kamu berpaling dariku karena lelaki lain, maka jangan salahkan aku, jika lelaki itu mati," lanjut Alex yang masih berbicara sendiri di dalam mobil. Saat ini ia sudah mengenakan celana kerja dan kemeja putih yang kainnya di gulung sebatas siku. Tak lagi mengenakan celana yang digunakannya ke gym tadi.
Alex membuka pintu mobilnya walaupun sebenarnya ia enggan. Bukannya tak ingin bertemu Nadia, tapi Alex tak ingin mendapatkan penolakan lagi.
Malas-malas Alex keluar dari mobil. Ia menyeret langkah kakinya yang terasa berat menuju pintu rumahnya sendiri. Menelan ludahnya paksa sebelum mengetuknya dan dadanya berdebar kian kencang saja.
Alex pun pejamkan matanya sembari menghela nafas dalam. Baru saja Alex akan mengetuk pintunya lagi tapi ternyata seseorang telah membukanya dari dalam. Terdengar dari kunci pintunya yang di putar.
Berdebar cemas dada Alex menanti wajah yang muncul dari balik pintu. Jika itu Nadia, Alex akan segera melu-mat bibirnya penuh perasaan. Tak peduli jika sang istri menolaknya. Kali ini Alex tak akan mundur dan lari lagi. Ia akan membopong tubuh istrinya itu dan melemparnya ke atas ranjang mereka.
Alex akan membuka paha Nadia lebar-lebar walaupun harus dengan paksa. Malam ini Alex akan menyatukan diri dengan Nadia agar istrinya itu sadar jika ia adalah miliknya seorang. Terbuai dalam pikirannya sendiri membuat sesuatu dalam diri Alex menggeliat hidup.
'krieett' suara derit pintu yang terbuka dengan perlahan membuat perasaan Alex semakin tak karuan.
"Aku tuh cinta banget sama kamu !" Ucap Alex dengan lantangnya hingga membuat si wanita yang berada di balik pintu itu tersenyum canggung serba salah karena tak tahu harus menjawab apa pada laki-laki yang menyerukan rasa cintanya dengan lantang.
"Bi-bi ?" Tanya Alex pada asisten rumah tangganya yang sudah berusia setengah abad itu. Alex pun melengkungkan senyum terpaksa di bibirnya.
"maaf, saya kira Nadia," kata Alex yang masih berdiri di ambang pintu.
"F*ck !!" Maki Alex pelan sembari mengepalkan kedua tangannya karena kesal. Angan-angannya buyar sudah.
To be continued lagi....
Kwkwkwkkw
Ada yang masih nunggu gak sih
Spam komen di sini ♥️