
Happy reading ❤️
"Mandi di sini saja, aku udah bawa semua barang kamu kesini. Mulai sekarang kita akan tidur dalam satu kamar," ucap Alex dengan jelasnya.
"Hah ?" Gumam Nadia tak percaya.
"Iya, tidur satu kamar satu tempat tidur," jawab Alex lagi.
"Ta... Tapi kita... Mmm maksud aku...," Nadia bagai orang linglung saat ini, ia tak percaya dengan apa baru saja Alex tawarkan.
"Tak ada penolakan, aku ingin tidur denganmu," ucap Alex seraya memasukkan anak rambut Nadia ke dalam cekungan daun telinganya.
"Akan aku peluk kamu semalaman," bujuk Alex dan sukses membuat semburat merah menghiasi pipi Nadia saat ini.
"Mmm... Aku harus mandi, a.. aku harus...," ucap Nadia yang berusaha mengalihkan perhatian Alex.
"Aku tahu, ayok," ucap Alex lembut seraya mengulurkan tangannya untuk Nadia raih.
Nadia menyingkapkan bedcover yang kini membelit tubuhnya dan meraih tangan Alex untuk berdiri. Ia tak dapat berdiri dengan tegap karena rasa ngilu di pangkal pahanya juga berusaha menutupi inti tubuhnya yang hanya terbalut kain bermotif potongan semangka sedangkan tubuh bagian atasnya mengenakan kaos putih polos milik Alex.
Semalam setelah kegiatan panas yang untuk pertama kalinya mereka lakukan. Alex bersikap lembut setelahnya, ia memberikan Nadia banyak ciuman gemas di seluruh wajahnya hingga membuat istrinya itu terkekeh kegeian. Bahkan ia yang memakaikan istrinya itu kaosnya sendiri. "Terimakasih sudah menjadikan aku yang pertama untukmu," bisik Alex sebelum ia membenamkan bibirnya ke atas bibir Nadia dan memagutnya penuh kelembutan.
Tak ada lagi mata hitam yang berkilat penuh emosi dari suaminya, Alex menatap Nadia dengan penuh cinta... Bolehkah Nadia mengartikan itu ? Walaupun kata itu belum juga terucap dari bibir suaminya.
Nadia berpegangan pada lengan Alex agar tak menjatuhkan diri, ia semakin malu ketika mendapati beberapa bercak merah di ranjang suaminya itu. Semburat merah kembali menghiasi wajahnya saat ini.
"Alex, mmm akan aku bersihkan nanti," kata Nadia malu-malu. Ia merasa baru saja berkenalan dengan Alex yang baru karena kini perasaan dan keadaan yang bertaut diantara keduanya telah berubah.
"Bagaimana kalau tak usah dibersihkan, aku ingin menyimpannya sebagai kenangan," jawab Alex masih dengan pandangan matanya yang lembut.
"Tidak mau ! Aku malu dan jorok banget." Jawab Nadia dengan mencebikkan bibirnya.
Alex terkekeh karena berhasil mengerjai istrinya. "Aku sudah menyimpannya di sini," ucap Alex seraya menyentuh pelipisnya sendiri. Menandakan ia telah menyimpannya dalam ingatan.
"Dan juga disini," lanjut Alex dengan membawa telapak tangan Nadia ke atas dadanya sendiri. Tak hanya dalam ingatan, tapi Alex juga menyimpannya dalam hati.
Dapat Nadia rasakan dada bidang dan liat milik suaminya walaupun masih terbalut kaos. Debaran jantungnya lebih tenang dari semalam dan Nadia pun tersenyum malu-malu karenanya.
"Aaawwwww," pekik Nadia ketika ia rasakan tubuhnya melayang di udara. Alex tengah memangkunya saat ini dan membawanya ke kamar mandi miliknya. Tempat yang tak pernah Nadia datangi sebelumnya.
Buih buih sabun telah memenuhi bathtub dan wangi aroma strawberry memenuhi ruangan itu. Ternyata Alex pun telah membawakan segala keperluan mandi istrinya.
"Ka.. kapan kamu ambil semua ?" Tanya Nadia terheran.
"Ketika kamu tidur, aku ambil semua barang milikmu yang penting. Hanya mengambilnya saja tak ada satupun yang aku buka," jawab Alex dan dengan perlahan ia memasukkan tubuh istrinya kedalam bath tub, dan Nadia memekik tertahan ketika rasa perih ia rasakan di inti tubuhnya.
"Ah maaf, masih sakit ?" Tanya Alex cemas.
"Sedikit," jawab Nadia dengan pipinya yang kembali merona.
"Gemeeesshhhh banget sih," kata Alex seraya mencuri ciuman dari bibir istrinya.
"Aku belum gosok gigi," kata Nadia seraya menutup mulutnya.
"Aku tahu, tapi aku gak bisa menahannya," jawab Alex lagi.
"Ayo aku mandikan," kata Alex seraya mengambil botol shampoo milik Nadia dan hendak menuangkannya ke atas telapak tangannya sendiri.
"Bukan begini caranya Alex," sahut Nadia.
"Kalau begitu ajarkan aku juga, ajarkan aku semuanya," jawab Alex dan itu membuat hati Nadia menghangat.
***
Pukul setengah 9 pagi Nadia terbangun dari tidurnya dengan belitan tangan kekar di atas perut datarnya. Setelah melakukan ibadahnya, Alex mengajaknya kembali bergelung dalam tempat tidur.
Awalnya istrinya itu menolak karena ia harus bekerja saat ini namun ternyata Alex lebih dulu meminta izin pada manager Nadia dengan mengatakan jika waktu untuk mengecek proyek di Bali di perpanjang.
Alex berbohong tentu saja, ia hanya ingin menghabiskan hari ini dengan istrinya.
Nadia amati wajah tampan lelaki yang sangat ia cintai itu, setelah melalui malam pertama sikap Alex sangat berubah tak lagi penuh emosi seperti sebelumnya. Bolehkah ia berharap jika Alex pun merasakan hal yang sama ?
Dengan tertatih Nadia berusaha berdiri, perutnya terasa sangat lapar saat ini. Ia pun memutuskan untuk memasak di dapurnya.
Suasana hatinya sangat riang saat ini, ia mendengarkan lagu-lagu yang sedang hits melalui ponselnya yang Nadia letakan di atas meja.
Ia menggoyangkan pinggulnya ke kanan dan ke kiri sesuai dengan hentakan irama. Sesekali Nadia bersenandung mengikuti lirik lagu yang ia dengar. Rambutnya yang panjang ia biarkan tergerai hingga ikut bergoyang setiap Nadia melakukan tariannya.
Tanpa ia sadari seseorang yang tengah bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana panjang kaos berwarna abu-abu tengah memperhatikannya dengan tersenyum samar. Ia berdiri tepat di belakang istrinya yang sedang memasak sambil bergoyang itu.
Tanpa aba-aba Alex melingkarkan tangannya di atas perut datar istrinya dan menyampirkan dagunya di bahu sang istri. Apa yang ia lakukan membuat Nadia sangat terkejut hingga ia melonjakkan tubuhnya.
"Maaf mengangetkan kamu. Lagi masak apa ?" Tanya Alex seraya mengecup ceruk leher Nadia dan sukses membuat tubuh istrinya itu kembali meremang dan berdesir panas.
"Mmm.. telur dadar dan kentang goreng. Hanya ada itu dalam kulkas," jawab Nadia. Setelah berseteru lama keduanya memang jarang makan malam bersama walaupun Alex masih mengiriminya makan siang secara rutin.
"Kok kentang nya tinggal remahan ?" Tanya Alex lagi.
"Aku memakannya sambil bikin telur dadar," jawab Nadia sedikit malu.
"Kamu mau sarapan apa ?" Tanya Nadia kemudian.
Alex tak menjawab, yang ia lakukan adalah mematikan kompornya dan memutar tubuh Nadia untuk menghadapnya.
kedua tangannya meraih bok*ng sang istri dan kembali memangkunya seperti tadi malam dan Nadia pun kembali membelitkan kakinya.
"Kalau sarapannya kamu bagaimana ?" Tanya Alex dengan menatap dalam mata istrinya.
"Hah , aku ?" Tanya Nadia pelan.
"Hu'um... Kamu...," Jawab Alex sambil tersenyum gemas.
"Apa masih sakit ?" Tanya Alex kemudian, dan Nadia menggelengkan kepalanya pelan.
"Good," sahut Alex masih dengan senyuman menghiasi wajahnya yang tampan.
"Mmm bolehkah aku kembali meminta hak ku sebagai suami?" Tanya Alex lembut.
Dengan semburat merah yang menghiasi pipinya, Nadia kembali menganggukkan kepalanya pelan.
Melihat jawaban yang Nadia berikan Alex pun melekatkan bibirnya diatas bibir Nadia dengan sempurna dan mengulumnya lembut. Nadia membalas ciuman itu dengan suka hati dan ia pun mengalungkan tangannya.
Tanpa melepaskan tautan bibirnya Alex kembali membawa Nadia kedalam kamarnya. Ia menurunkan Nadia, dan menarik ujung dress kaos yang sedang istrinya itu gunakan dan mengeluarkannya dalam satu tarikan tangan melalui kepala. Menyisakan dua kain bermotif jeans yang menutupi bagian sensitif tubuh istrinya.
Alex tersenyum samar dan itu membuat Nadia menutupi 2 bagian itu dengan tangannya.
"Jangan tutupi, aku udah lihat semuanya," decak Alex kesal.
"Lalu kenapa tertawa ?" Tanya Nadia.
"Aku hanya terpukau, tadi malam gambar semangka dan sekarang jeans," jawab Alex dengan jahilnya.
"Iiisshhh... Kamu...," Kesal Nadia sambil memelototkan matanya.
"But i love it," jawab Alex seraya mendesak tubuh sang istri untuk terbaring di atas ranjangnya.
Alex kembali membenamkan bibirnya di atas bibir Nadia dan menyesapnya lembut, lidahnya menelesup masuk dan mengajak lidah istrinya untuk saling bergulat dalam belaian.
Sedangkan tangannya merambat turun melepaskan kain penutup 2 benda kenyal milik istrinya dan meremasnya gemas ketika kain penutup itu lolos dari tubuhnya.
Tak puas sampai disana, jemarinya memberikan rabaan halus di sepanjang perut dan pinggang telanj*ng istrinya dan itu membuat Nadia melenting kan tubuhnya karena menikmati setiap sentuhan yang Alex berikan.
"Ngh...," Lenguh Nadia tertahan.
Alex pun memisahkan tautan bibirnya dan mulai melucuti pakaiannya sendiri dan kain penutup inti tubuh istrinya. Ia memandang tubuh polos Nadia yang tergolek indah di bawah kuasanya dengan penuh puja.Mata Nadia telah berkabut karena gair*h begitu juga Alex.
Alex tersenyum sebelum kembali memagut bibir istrinya dengan lembut.
Dan tak lama suara lenguh campur des*h terdengar memenuhi ruangan itu menandakan percinta*n babak kedua baru saja di mulai.
***
"Ayok," kata Alex seraya menautkan jemarinya kedalam genggaman tangan Nadia. Ini adalah pertama kalinya mereka bergengaman tangan di tempat umum setelah menikah
Nadia menundukkan kepalanya karena merasa tak percaya, dadanya berdebar kencang tak karuan. Tanpa Nadia sadari Alex pun merasakan hal yang sama.
Saat ini keduanya tengah berbelanja untuk mengisi kulkas mereka yang cukup lama kosong.
To be continued ❤️
Jangan lupa untuk like dan komen yaa..
Mumpung Senin vote yuuukkk...
Hadiah juga boleh...
Biar aku makin semangat nulisnya.
Terimakasih 🙏🙏