In Love

In Love
Mengabulkan Permohonan



Alex membuka matanya lebih dulu dari Nadia, ia amati wajah sang istri yang tertidur menghadapnya. Deru nafasnya teratur, pundaknya bergerak naik turun dengan halus menandakan Nadia tengah tertidur pulas. Hari masih gelap, pemutar musik masih melantunkan lagu romantis ' Can't help falling in love' lagu lawas Elvis Presley yang di cover ulang seorang wanita bersuara lembut yang kini terdengar mengalun merdu di ruangan itu membuat Alex semakin tenggelam dalam perasaannya.


Keduanya tertidur di atas karpet tebal beralaskan bedcover dan selimut bulu untuk menutupi tubuh polos Alex dan sisa kain yang masih menempel di tubuh Nadia karena Alex yang lepas kendali merobeknya tadi malam dengan tak sabaran.


"semalam sangat luar biasa," itulah yang memenuhi batin Alex saat ini. Apa yang terjadi tadi malam jauh melebihi imajinasinya. Nadia memberikan yang terbaik dari bakat terpendam yang dimilikinya. Wanita minim pengalaman itu mampu membuat Alex mendesis dan menggeram hebat karena nikmat luar biasa dari pelayanan yang diberikan Nadia padanya.


Bahkan istrinya itu dengan malu-malu melenguhkan namanya dengan panggilan nakal yang baru Alex dengar. Hingga Alex tak tahan lagi dan merobek kain tipis yang menutupi inti tubuh istrinya dan menyatukan tubuh mereka dengan sempurna.


Nadia membalas hujaman Alex dengan ciuman panas dan sentuhan-sentuhan penuh goda di seluruh tubuh suaminya. Tangan nakalnya itu berani membelai dan mengarahkan ketegangan Alex untuk kembali memasuki dirinya ketika tubuh mereka terpisah dengan tak sengaja. " i want more, Daddy," des*h Nadia seduktif tepat di telinga Alex hingga lelaki itu kembali menghujam dan menghentakkan ketegangannya dalam-dalam. Tubuh Nadia bergerak liar seiring hujaman yang Alex berikan.


Bisa Alex rasakan dengan jelas bagaimana tubuh Nadia bergetar dan menyusul basah di bagian intinya ketika pelepasannya tiba. Tak hanya satu atau dua kali tapi lebih dari itu. Matanya akan menatap sayu pada Alex sembari berucap lirih " i love you, Alex," Nadia ucapkan itu berkali-kali tadi malam dan sumpah demi apapun Alex sangat menyukainya.


Alex masih terus memandangi wajah Nadia sembari membayangkan apa yang terjadi tadi malam. "Bibir dan mulut ini sangat berbahaya," ucap Alex pelan seraya menyentuhkan ujung telunjuknya pada bibir Nadia yang masih tertidur pulas dengan lembut. Ia membayangkan bagaimana nikmatnya pelayanan yang diberikan bibir dan lidah Nadia yang membelai inti tubuhnya terasa begitu luar biasa.


"Bagaimana bibir tak berpengalaman ini bisa begitu membuatku tersiksa dalam rasa nikmat yang melenakan ?" batin Alex dalam hatinya. Ia masih mengagumi hadiah yang diberikan Nadi semalam. Dan Alex masih saja menyentuhkan ujung jemarinya di bibir Nadia hingga membuat tidur istrinya itu terusik dengan apa yang Alex lakukan padanya.


Nadia menggelengkan kepalanya pelan dan tubuhnya menggelinjang diiringi suara lenguhan tertahan membuat hasrat Alex kembali bangkit. Siapa sangka wanita polos dan minim pengalaman di ranjang ini malah bisa membuat Alex merasakan puas dengan begitu hebatnya.


Alex tatapi wajah istrinya yang masih memejamkan mata, rasa cinta yang Alex miliki semakin bertambah besar dan rasa posesifnya pada sang istri kian kuat. Ingin rasanya Alex mengurung Nadia di rumah ini hingga tak seorang lelaki pun boleh melihatnya tapi tentunya ia tak bisa melakukan hal itu.


Alex ingin Nadia terus berada dalam jangkauan matanya hingga ia tak perlu merasa khawatir atau kehilangan. Alex ingin Nadia berada dekat dengannya sepanjang waktu. Perasaan ini terus berkecamuk dalam batin Alex saat ini.


Nadia yang tertidur pulas kini membuka matanya pelan. Ia merasakan kegelisahan Alex saat ini, matanya yang berhiaskan bulu mata lentik melihat pada Alex yang tengah menatapinya dengan mata sendu nan sayu.


"Pindahlah ke kantor ku, aku mohon... Kamu akan bekerja sesuai dengan posisi yang kamu mau dan di ruangan mu sendiri tapi izinkan aku berada di dekatmu setiap waktu. Aku akan merasa lega jika kamu berada di sisiku dan dalam jangkauan mataku. Aku mencintaimu, Nadia... dan rasanya hampir gila karena terus memikirkan mu bila kita berjauhan," mohon Alex saat Nadia baru saja membuka matanya. Ia mengulum senyum mendengar apa yang Alex minta darinya. "Aku serius, Sayang," lanjut Alex terdengar frustasi.


Nadia masih mengulum senyumnya saat Alex memohon padanya. "Aku akan lakukan apapun yang kamu minta, aku akan bekerja denganmu," jawab Nadia tanpa ragu. Meskipun ia baru saja terbangun, tapi ia menjawab permohonan Alex dengan penuh kesadaran.


Mata hitam Alex berbinar bahagia, senyuman melengkung di bibirnya yang tipis itu. Ia pun segera merangkak naik, menindih tubuh Nadia rasa-rasa ( penuh perasaan, menindih tanpa membuat Nadia merasa keberatan atau tak nyaman ). "Benarkah ? apa kamu yakin ?" tanya Alex memastikan.


"Hu'um, aku akan lakukan apa yang membuat aku dan kamu bahagia. Sejujurnya, aku pun merasa bahagia jika berada di sisimu," jawab Nadia tanpa ragu.


Senyuman Alex kian melebar, tubuh bawahnya kembali menegang dan menggesek pelan inti tubuh Nadia yang bersentuhan dengan miliknya. "Bolehkah aku melakukannya lagi sebelum kita mandi ?" tanya Alex dengan suaranya yang parau dan binar bahagia belum juga surut dari wajahnya.


"Lakukan apapun yang kamu mau, aku milikmu," jawab Nadia dengan tatapan matanya yang dalam.


Jawaban yang Nadia berikan membuat perasaan Alex melambung tinggi di awan, sungguh ia sangat menyukai apa yang istrinya katakan. Tanpa Nadia ketahui, ia membuat Alex semakin tergila-gila padanya.


***


"Masak apa ?" tanya Nadia sembari membelitkan tangannya di atas perut Alex yang liat. Seperti biasanya, lelaki itu bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana hitam saja sebatas pinggang.


"Aku memasak sarapan untukmu. Roti panggang dan omlet telur apa itu cukup ? belum banyak bahan makanan dalam kulkas, aku ingin kamu yang membelinya karena ini rumahmu" jawab Alex seraya mengusap-usap lembut tangan Nadia yang tengah membelitnya.


Alex mengangkat masakannya ke atas piring dan menyimpannya, kemudian ia mematikan kompor. Ia membalikkan tubuhnya hingga kini berhadapan dengan sang istri dengan rambutnya yang basah sama seperti dirinya. Alex angkat den remas gemas bokong Nadia hingga kini ia memangku istrinya itu bagaikan koala.


Alex dudukkan Nadia di atas meja dapur dengan sedikit melonggarkan dekapannya tapi tak melepaskannya dengan sempurna ia masih ingin merasakan tubuh istrinya itu berada dalam pelukan


" kamu suka rumah ini ?" tanya Alex dan Nadia menganggukkan kepala pelan sebagai jawaban. Mata mereka saling bertukar tatap dengan dalam.


"Tapi kamu sudah terlalu banyak mengeluarkan uang untuk membeli saham, membangun kantor mu, dan pasti kamu juga memerlukan modal yang besar untuk proyekmu yang baru. Sebenarnya cukup bagiku tinggal di apartemen asal itu denganmu," sahut Nadia.


"Rumah ini dulunya milik temanku, dia meminta tolong padaku untuk menjualnya karena ia akan pindah ke luar negeri mengikuti istrinya. Dan asal kamu tahu ia menjual padaku dengan harga 'teman' sebagai hadiah pernikahan kita," jelas Alex perlahan.


"Apa yang dikatakan orang jika menikah itu adalah pembuka pintu rezeki ternyata benar adanya, itulah yang aku rasakan denganmu. Pekerjaanku semakin lancar, dan itu karena doa mu, juga karena berkah dalam pernikahan ini. Aku bersyukur karena Tuhan mengirimkan dirimu untuk aku," ucap Alex kemudian. Nadia tersenyum, lalu memajukan tubuhnya untuk bisa mengecup bibir Alex dengan penuh kasih sayang.


"Mengenai bulan madu, kita akan berangkat sekitar 5 atau 6 Minggu lagi setelah sidangmu selesai. Aku tak ingin kita pergi dengan meninggalkan masalah yang masih menggantung. Kamu tidak keberatan bukan" tanya Alex.


"Tentu tidak, aku akan menuruti apapun yang kamu katakan," jawab Nadia yang kini mengalungkan tangannya pada leher Alex.


"Good girl," sahut Alex seraya membenamkan bibirnya di atas bibir Nadia dan mengulumnya lembut.


Alex adalah lelaki yang tegas, detail dan perfeksionis jika menyangkut suatu masalah atau pekerjaan. Ia akan sangat teliti dan apa yang dilakukan harus diselesaikan dengan tuntas dan sempurna. Dan lelaki ini akan menjadi boss Nadia yang baru di kantornya. Tak terbayangkan bagaimana ia akan bekerja dibawah kepemimpinan Alex.


"Kenapa tertawa ?" tanya Alex ketika tautan bibir mereka terpisah.


"Tahukah kamu, Sayang ?" tanya Nadia sambil tersenyum simpul.


Alex menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.


"Aku baru saja mencium boss ku yang baru,'' jawab Nadia malu-malu.


Alex tertawa mendengarnya, ia kembali tundukkan wajahnya untuk bisa meraih bibir Nadia dan mengulumnya lagi. "Tak hanya berciuman, kamu akan tidur dengannya di setiap malam," sahut Alex seraya memagut kembali bibir istrinya.


to be continued ♥️


thanks for reading ♥️


mumpung Senin vote yuuuuu.


Jangan lupa event pemberian hadiah masih berlangsung ya... yuk semangat kasih hadiah poin untuk novel ini karena ada hadiah pulsa dan e-money yang menanti.


terimakasih ♥️