In Love

In Love
Kesalahan Fatal



"Gotcha !" ( Kena kamu ) gumam lelaki itu pelan tapi Lola masih bisa membaca gerak bibirnya dengan jelas. bagaimana lelaki buron itu bisa berada di sini ? tanya Lola dalam hati.


Lola telan ludahnya paksa, ia raba tengkuknya sendiri karena tubuhnya meremang seketika. Lelaki itu tersenyum menyeringai bagai pemangsa pada buruannya. Padahal ia duduk di baris belakang namun Lola bisa melihatnya dengan jelas.


Kedua telapak tangan Lola yang basah akan keringat saling meremas di atas pangkuannya, dadanya bergemuruh dan satu lututnya yang masih ia miliki terasa lemas. Lelaki itu masih saja menatapinya tanpa jeda. Lola pun alihkan matanya, melihat Alex dan berharap Alex bisa membantunya.


Alex tengah berbisik-bisik pada Nadia ketika Lola melihat ke arahnya. Entah apa yang Alex bisikkan tapi saat ini Nadia menatap suaminya penuh cinta dan Alex membalas dengan cara yang sama. Lola tetap arahkan matanya pada Alex dan berharap lelaki itu melihatnya


Apa yang Lola inginkan tercapai juga. Alex membalas tatapannya namun dengan cara yang berbeda, tak seperti yang Alex lakukan pada Nadia.


Mata hitam Alex melihat muak pada Lola dan dengan isyarat mata, Alex tunjukkan pada Lola lelaki asing tadi yang sudah Lola lihat sebelumnya.


Lagi-lagi Lola menelan ludahnya paksa, kini ia tahu bagaimana lelaki itu berada di ruang sidangnya. Ternyata ada campur tangan Alex di dalamnya. "Alex, bajing*n sialaan," geram Lola dalam hatinya.


Alex tahu jika Lola menatap nyalang penuh amarah padanya tapi Alex tak peduli. Siapa yang menyakiti Nadia maka akan berhadapan dengannya.


Sepanjang persidangan Lola terlihat lemah dan tidak fokus. Tak seperti hari sebelumnya di mana ia begitu percaya diri dan mengaku tak bersalah malah berakhir caci maki pada Nadia.


"Lihat sayang, kamu bisa melaluinya dan aku akan selalu di sini bersamamu," bisik Alex ketika sidang siang itu akan berakhir. Nadia tolehkan kepala dan mengecup sekilas pipi suaminya. "Terimakasih," jawab Nadia dengan sama berbisik.


Nicky yang direncanakan akan hadir ternyata tak bisa karena alasan kesehatannya, dan itu membuat Nadia sedikit lega karena bagaimanapun masih ia ketakutan untuk bertemu lelaki yang pernah hampir menyentuhnya itu.


***


Alex dan Nadia berjalan beriringan dengan jemari mereka yang saling bertautan satu sama lain. Tadi, Nadia lah yang berinisiatif lebih dulu untuk menggenggam tangannya dan Alex suka itu. Alex sangat suka jika Nadia membutuhkannya, dengan begitu ia merasa dicintai.


Dan bagi Nadia, Alex adalah seseorang yang dikirimkan Tuhan untuk menguatkannya. Rasa cinta yang Nadia miliki untuk Alex kian bertambah besar setiap harinya.


"Sudah hampir pukul 3 sore, kamu ikut aku aja ya ke kantor," ajak Alex sembari sedikit membungkukkan tubuhnya yang tinggi tegap agar dapat berbicara dengan sejajar pada Nadia.


"Bukannya kamu lagi sibuk ? apa aku tidak menggangu ?" tanya Nadia.


"Not at all, aku tak akan terganggu malah aku akan merasa senang dan tenang karena kamu ada bersama ku," jawab Alex.


"Baiklah, aku ikut denganmu," Nadia menuruti keinginan suaminya itu dan wajah Alex terlihat sumringah bahagia karenanya.


"Pak Henry, tunggu !!" ucap seorang dengan derap langkahnya yang tergesa, berusaha menahan kepergian Alex dari ruang sidang.


Alex pun tolehkan kepala dan melihat pengacara Lola datang menghampirinya. "Pak Henry, nona Laura ingin bertemu dengan anda," ucap lelaki itu menyampaikan keinginan klien nya.


Nadia mengeratkan genggaman tangannya pada Alex seolah mengatakan pada lelaki itu untuk tidak menerima atau menyanggupi apa yang Lola minta.


Alex terhenyak karena genggaman tangan Nadia, lalu tersenyum miring meremehkan pada lawan bicaranya. Ia lakukan itu karena saat ini Lola menatap ke arahnya seolah menunggu reaksi Alex dari permintaannya.. "Katakan padanya jika saya tak mau menemuinya," jawab Alex. Ia kembali melangkahkan kakinya untuk pergi.


***


"Kenapa senyum-senyum?" tanya Alex. Padahal suaminya itu tengah fokus pada layar laptopnya tapi bagaimana ia bisa tahu jika Nadia sedang tersenyum ?


"Aku gak senyum-senyum," kilah Nadia.


"Pasti mikirin yang tadi malam," sahut Alex tanpa mengalihkan pandangannya dari layar dan itu membuat Nadia semakin terheran.


Nadia berdiri dan memperhatikan Alex dari kejauhan dalam hati Ia bertanya bagaimana bisa tahu ia sedang tertawa padahal mata Alex masih tertuju pada layar, karena penasaran akhirnya dia berjalan mendekati suaminya yang tengah bekerja itu. Nadia berjalan memutar meja hingga ia bisa berdiri tepat di belakang Alex dan terkejut luar biasa.


Ya, Alex memang sedang melakukan pekerjaannya tapi ternyata adata tampilan pop up kamera kecil pada layarnya yang menunjukkan sofa di mana Nadia duduk tadi. "Ya Tuhan.... jadi dari tadi kamu memperhatikan aku? " Nadia bergumam lirih tak percaya.


"ini kan hanya tampilan kamera CCTV yang terhubung ke laptop aku," Alex berkilah. memang benar itu tampilan CCTV yang terhubung ke laptopnya, tapi Alex mengkhususkan kamera CCTV itu mengarah hanya pada Nadia istrinya agar ia bisa bekerja sambil menatapinya.


"Sayang, please jangan berpikir kalau aku ini seorang yang sakit jiwa karena terus memperhatikanmu. aku hanya senang dan merasa aman jika kamu berada dalam jangkauan mataku," ucap Alex Soraya menghentikan pekerjaannya dan memilih untuk menarik Nadia dalam pangkuannya.


"i'm In Love With You, dan rasanya seperti orang gila karena terlalu mencintaimu," ungkap Alex tepat di wajah Nadia yang kini duduk di atas pangkuannya.


Nadia mengulum senyum dengan semburat merah yang menghiasi pipinya. Alih-alih menjawab pernyataan cinta Alex, ia lebih memilih untuk menarik tengkuk Alex dan menyatukan bibir mereka dengan sempurna.


Alex balas ciuman istrinya itu dengan sama lembutnya, hatinya membuncah karena rasa bahagia walaupun Nadia tak berucap kata-kata tapi bagi Alex cukup cuman ini sebagai jawabannya.


***


Sore di hari berikutnya Alex berjalan dengan melonggarkan dasi. Malas-malas ia memasuki suatu ruangan yang di dalamnya terdapat Lola telah menunggu. wanita itu bersikeras untuk bertemu dengan Alex hingga menghubungi pengacaranya.


"tolong aku, Alex," ucap Lola pada Alex yang baru saja memasuki ruangan itu. Belum juga Alex duduk wanita itu sudah mengiba dan memohon sesuatu pada Alex.


"Aku akui aku salah Alex, dan sekarang aku mohon pertolongan darimu. jauhkan aku dari lelaki itu, keluarkan Aku dari sini dan sembunyikan aku," ucap Lola tanpa basa-basi ia mengatupkan kedua tangannya di depan dada dan memohon pada Alex.


Alex tersenyum muak mendengar apa yang lola inginkan. "inilah balasanmu karena menyakiti hati orang yang aku cintai," sahut Alex dengan gigi gemeletuk menahan rasa amarah.


"Alex... aku mohon, aku yakin kamu bisa melakukan apapun dengan kuasa dan uang yang kamu miliki," ucap Lola lirih. sebenarnya Lola pun tahu dia tidak bisa lagi berharap pada Alex. tapi saat ini Lola amat ketakutan sehingga ia nekat untuk mengiba pertolongan pada mantan kekasihnya itu.


"kamu pikir bagaimana lelaki itu bisa ada di sini ? aku yang membawanya ke sini khusus untukmu," Masih Alex berbicara dengan rahang mengeras menahan marah. "ini adalah balasan untukmu yang telah menyakiti Nadia dan menyakiti calon buah hati kami yang sangat aku cintai. kamu tahu Lola? saat Nadia Kehilangan bayi yang dikandungnya, tak hanya dia yang hancur tetapi aku juga Dan asal kamu tahu aku sudah merencanakan ini sejak lama. pilihanmu hanya dua. Membusuk di penjara dalam waktu lama atau keluar dari tempat ini dan diburu oleh kekasihmu yang gila," ucap Alex seraya berdiri. Ia tak memberikan Lola kesempatan untuk berbicara lagi. Wanita itu duduk dengan tatapan mata kosong dan mulut terbuka, merasa tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Inilah balasan dari segala kejahatan yang telah Lola lakukan. Tak ada harapan lagi baginya untuk mendapatkan pertolongan Alex.


Yang Alex ucapkan benar adanya, ketika Nadia kehilangan buah cinta mereka Alex pun merasakan hancur luar biasa tapi sebisa mungkin ia menyembunyikan perasaannya untuk menghibur Nadia yang sama hancur seperti dirinya. Tak tak ada yang tahu bagaimana Alex terbangun di tengah malam dengan perasaan hampa karena kehilangan sesuatu yang sangat ia cinta. Oleh karena itu Alex takkan pernah memaafkan Lola atas kesalahan fatal yang dilakukannya.


to be continued ♥️


thanks for reading ♥️


jangan lupa like dan komen ya