
"Urus itu majikan mu!" Ujar dad Nara melangkah melewati Pak satpam setelah membuat Elmer terkapar tak berdaya. "Ingat! Sekali lagi dia mengganggu anak ku, ku pastikan jeruji besi tempatnya!" Pungkas dad Nara langsung melenggang keluar dari kamar tersebut menghampiri sang istri yang masih memeluk anaknya di luar kamar. "Baby!"
Mendengar suara Cinta pertamanya itu, Radha langsung mendongakkan kepalanya dalam pelukan sang mama.
"Daddy! Hiks.. hiks.." Radha beralih menghambur ke pelukan daddy-nya. "Maafin kakak, maaf karena sudah membangkang ucapan Daddy." Radha merasa apa yang dialaminya saat ini adalah hasil dari dirinya yang tak mau mendengarkan perkataan orang tuanya.
"Sssstt!" Dad Nara mengurai pelukannya kemudian melepaskan jas yang dikenakannya dan langsung memakaikannya ke tubuh anaknya. "Kita pulang!"
Sett!
Dad Nara langsung menggendong anaknya di depan. Radha pun langsung mengalungkan kedua tangannya ke leher daddy-nya seraya menyandarkan kepalanya di dada sang Daddy.
"Ayo ma!" Dad Nara langsung melangkah keluar dari rumah tersebut diikuti oleh Mama Anja yang mengekor di belakangnya.
Mobil yang dikendarai oleh dad Nara melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan. Sesekali dad Nara melirik spion yang ada di depannya guna melihat keadaan anaknya yang berada dalam pelukan sang istri di jok belakang.
*****
Elmer yang dalam keadaan mengenaskan langsung dipapah oleh Pak satpam untuk berbaring di atas tempat tidur ruang tamu tersebut, karena tidak mungkin Pak satpam membawa majikannya yang lemah itu untuk menaiki tangga satu persatu menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas.
Pak satpam tersebut langsung menghubungi Anita yang tak lain adalah sepupu majikannya yang baru saja pulang, karena ia tak mungkin menghubungi orang tua dari majikannya itu yang menetap di luar negeri. Tak lupa Pak satpam juga menghubungi dokter pribadi keluarga Handoko yang biasanya datang ke rumah.
*****
"Ayo baby, bisa jalan sendiri?" Dad Nara mengulurkan tangannya setelah membukakan pintu mobil bagian belakang.
"Bisa dad!" Suara Radha terdengar parau karena sejak tadi tidak berhenti menangis. Radha pun akhirnya keluar dari dalam mobil diikuti oleh Mama Anja.
Dad Nara langsung merangkul anaknya itu masuk kedalam rumah bersama mama Anja.
"Loh, kalian dari mana? Kakak kenapa?" Oka yang baru saja turun dari tangga nampak terkejut melihat keadaan kakaknya yang acak-acakan dan matanya yang sembab, begitu juga mama Anja yang matanya masih nampak memerah.
"Ngapain jam segini sudah di rumah? Pasti bolos ya?" Bukannya menjawab, Mama Anja malah langsung melayangkan capitannya ke telinga anaknya itu.
"Aw aw aw ma, sakit tau!" Oka mengelus-ngelus telinganya bekas capitan mamanya. "Ada rapat, jadi pulang pagi." Jawab Oka sedikit ketus karena kesal dengan mamanya.
"Memangnya kamu anak TK, yang kalau gurunya rapat terus pulang pagi, hah?" Mama Anja tidak akan percaya begitu saja dengan ucapan anaknya yang satu itu.
"Sudah, sudah, ayo baby, kita ke atas saja!" Dad Nara kembali memapah anaknya itu menaiki tangga satu persatu menuju ke kamar.
"Hey, mau kemana kamu?" Mama Anja menarik baju belakang anaknya itu hingga langkah anaknya terhenti.
"Apa sih ma, mau ke dapur ambil minum. Haus!" Mama Anja pun perlahan melepaskan genggaman tangannya di baju sang anak.
"Mbak Tini belum pulang Ka?"
"Memangnya ibu kemana ma?"
"Belanja!"
"Pantesan rumah sepi." Oka langsung melangkah kembali menuju ke dapur untuk mengambil minum, diikuti oleh Mama Anja yang juga ingin mengambilkan minum untuk putrinya. Setelah itu Mama Anja langsung menyusul suami dan anaknya.
"Minum dulu sayang." Mama Anja menyodorkan segelas air putih kepada anaknya yang duduk di atas tempat tidur seraya memeluk daddy-nya. Radha pun segera melepaskan pelukannya dan langsung meraih gelas tersebut lalu meminumnya beberapa kali teguhkan.
"Sudah tenang?" Mama Anja meraih gelas itu kembali. Radha mengangguk pelan.
"Ya sudah, sekarang baby istirahat." Dad Nara menepuk bantal. Radha pun langsung merebahkan tubuhnya. Mama Anja yang sudah meletakkan gelas ke atas nakas langsung ikut naik ke atas tempat tidur untuk memberi usapan lembut kepada anaknya agar merasa tenang dan nyaman.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ