I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 35



Tak terasa usia pernikahan Nara dan Anja sudah menginjak satu bulan lebih. Nara semakin disibukkan dengan pekerjaan kantornya, sedangkan Anja menikmati menjadi seorang ibu rumah tangga seutuhnya. Ia merasa Tuhan teramat sangat menyayanginya karena dilimpahkan banyak kebahagiaan.


"Hoooeekk...." Nara berlari menuju kamar mandi karena merasakan perutnya seperti diaduk-aduk. Anja yang saat itu sedang memakaikan dasi ke leher suaminya pun ikut berlari mengejar suaminya masuk ke dalam kamar mandi karena panik.


"Mas kenapa? Semalam makan apa?" Perlahan Anja memijit tengkuk suaminya.


"Hoooeekk.." Cairan bening keluar dari mulut Nara.


"Makanya kalau malam jangan suka begadang." Anja terus memijit tengkuk suaminya. Semalam memang Anja tertidur lebih dulu karena suaminya tak kunjung masuk ke dalam kamar. Sudah dipastikan suaminya itu banyak pekerjaan hingga tidur larut malam.


"Aaahh!" Nara merasa lega setelah berhasil memuntahkan isi perutnya yang hanya berupa cairan, karena memang pagi ini perutnya belum terisi apapun kecuali air putih. Nara segera membasuh mulutnya hingga kemejanya basah terkena air. Anja segera meraih tisu yang menggantung guna membersihkan wajah suaminya.


"Ayo ganti saja kemejanya, ini basah nanti mas Nara tambah masuk angin." Anja menuntun suaminya keluar dari kamar mandi. "Apa nggak sebaiknya libur dulu saja mas? Mungkin mas Nara kecapean, sebulan ini Mas Nara bekerja terlalu keras." Anja mencopot kancing kemeja suaminya satu persatu.


"Aku ada pertemuan penting pagi ini sayang." Nara mengecupi wajah istrinya yang terlihat semakin cantik akhir-akhir ini. "Dan nggak bisa dibatalin ataupun ditunda." Lanjut Nara.


"Huuuft, baiklah. Tapi ingat, sekeras apapun Mas Nara bekerja, Mas Nara harus tetap menjaga kesehatan. Karena aku nggak mau suami ku yang ganteng dan baik hati ini sampai sakit karena terlalu memfosir pikiran dan tenaganya."


"Siap my Qween!" Nara menghujani banyak kecupan di wajah istrinya itu setelah Anja berhasil mengganti kemejanya. "Kamu makin hari makin cantik, aku jadi nggak betah lama-lama di kantor. Satu ronde ya, ya, ya?" Nara mengedip-ngedipkan matanya memohon.


"Apa sih, katanya ada pertemuan pagi ini. Kan tadi pagi juga sudah." Anja berlalu keluar dari kamar meninggalkan suaminya.


"Huuuft, kenapa akhir-akhir ini istriku rasanya semakin menggigit?" Nara berucap gemas seraya menggigit bibirnya sendiri, kemudian berlari keluar dari kamar menyusul istrinya.


Anja nampak membantu menata makanan di atas meja saat suaminya tiba di ruang makan.


"Mama sama papa mana sayang? Belum keluar? Baby juga belum keluar?"


"Mama lagi manggil papa? Kalau dedek tadi pas aku lihat masih tidur nyenyak." Tanpa bertanya lagi, Nara segera melesat menaiki tangga menuju kamar anaknya.


"Hey, anak Daddy yang cantik kok nangis?" Nara melangkahkan kakinya menghampiri anaknya yang terduduk di atas tempat tidur dengan menangis sesenggukan.


"Daddy, hiks.. hiks.." Radha merentangkan kedua tangannya. Nara pun segera meraihnya kemudian menggendongnya meninggalkan kamar menuju ke ruang makan kembali.


"Sudah bangun mas?"


"Nangis ini, gara-gara bangun tidur nggak ada orang."


"Oh sayang, sini nak." Anja meraih anaknya dari gendongan suaminya. "Ayo kita mandi dulu ya biar cantik." Anja mengecup dahi anaknya. "Mas mau sarapan duluan apa nunggu kami?"


"Mandi saja dulu, aku mau ke ruang kerja sebentar." Nara langsung melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya dan juga ruang kerja papannya. Sedangkan Anja segera menaiki tangga kembali untuk memandikan anaknya terlebih dahulu sebelum nantinya mereka sarapan bersama-sama.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚