
Tin.. tiiiiinn.......
Tin.. tiiiiinn.......
Dengan kecepatan tinggi dad Nara menyalip mobil-mobil di depannya yang baginya melaju seperti siput.
"Dad! Pelan-pelan!" Mama Anja yang duduk di jok samping kemudi ketakutan setengah mati.
"DIAM!" Bentak dad Nara tanpa sadar untuk pertama kalinya. Rasa khawatir yang teramat sangat kepada sang anak membuatnya kalut. "Maaf ma, maaf! Bukan maksud ku membentak mama." Dad Nara langsung meminta maaf kepada istrinya setelah menyadari kesalahannya saat melihat sang istri menangis.
"Ya, mama ngerti." Lirih Anja. Semakin merasa bersalah dad Nara mendengar ucapan istrinya itu. Meskipun istrinya itu mengucapkan kata mengerti, namun air matanya tidak berhenti mengalir sejak ia membentaknya.
"Maaf ma, maaf!" Nara meraih tangan kanan istrinya dengan tangan kirinya kemudian mengecupnya berulang-ulang.
"Iya, sekarang dad fokus nyetir saja biar kita cepat sampai." Meskipun mama Anja sebenarnya belum tahu kemana tujuan suaminya itu. Namun yang pasti adalah untuk mencari putrinya.
*****
"El, mau apa kamu!" Bentak Radha mencoba untuk bangkit. Namun El langsung mengunci tubuhnya hingga ia kembali terlentang. "El!" Seru Radha yang semakin ketakutan.
"Aku tidak suka dengan gadis pembangkang!" Elmer menatap tajam kekasihnya.
"Lepas El, minggir! Aku mau pulang!" Radha memberontak dalam kungkungan Elmer. Bukannya melepas genggaman tangannya pada kedua tangan sang kekasih, Elmer malah semakin mendekatkan wajahnya ke wajah kekasihnya hingga membuat Radha melotot tajam.
"Mau apa kamu, br3n9$3k!" Umpat Radha frustasi.
"Cup! Aku sayang sama kamu Ra, menurutlah seperti biasanya." Ucap Elmer setelah mendaratkan satu kecupan di bibir kekasihnya itu. Sedang yang dikecup masih membelalakkan matanya karena terkejut dengan tindakan Elmer.
"Kurang ajar kamu El!" Teriak Radha setelah hilang keterkejutannya.
Dugh!
Dengan kekuatan penuh yang entah berasal dari mana, Radha menendang perut kekasihnya itu menggunakan lututnya hingga membuat Elmer terjungkal dari atas sofa.
Radha langsung bangkit dan segera berlari ke arah pintu. Namun sayangnya pintu yang terkunci rapat itu membuat langkahnya terhenti.
"Br3n9$3k! Buka pintunya El!" Radha mengumpat sekali lagi.
"Aaaaaahh! El, turunin aku br3n9$3k!" Radha memukul-mukul punggung kekasihnya itu yang memanggulnya di atas pundak. Elmer sama sekali tidak memperdulikan teriakan kekasihnya itu. Elmer melangkah menuju ke kamar tamu yang dirasa paling dekat dengan mereka.
Dengan satu kali gerakan, Elmer melempar tubuh kekasihnya ke atas tempat tidur dan langsung mengungkungnya.
"Bukannya aku sudah bilang, kalau kamu mau menurut, aku tidak akan menyakitimu. Tapi kamu malah memilih memberontak. Jadi jangan salahkan aku, kalau aku terpaksa berbuat kasar kepada mu!" Mata Elmer memerah menatap tajam ke arah Radha hingga membuat Radha semakin ketakutan.
"Tidak! Tidak! Aku mohon El, jangan lakukan itu. Biarkan aku pergi." Mohon Radha dengan air mata yang tidak pernah berhenti dari kedua matanya. Namun dasarannya Elmer yang sudah seperti orang kesetanan, tidak menggubris perkataan kekasihnya.
Sreeeeeeekkk!!!!
Dengan satu kali tarikan tangannya, kancing blouse yang dikenakan oleh Radha langsung tercerai berai.
"Aaahh! Jangan El, aku mohon jangan lakukan itu." Radha yang ketakutan langsung menyilangkan kedua tangannya ke depan dadanya untuk menutupi kedua asetnya yang masih tertutup Bra. Seringai tipis tersungging di bibir Elmer layaknya seekor serigala kelaparan yang baru saja mendapatkan mangsa dan bersiap untuk menerkamnya.
Tanpa pikir panjang, Elmer langsung menyerang kekasihnya itu yang masih terus memberontak serta berusaha menendangnya kembali.
"Eeeemp-" Bibir Radha langsung di bungkam oleh Elmer dengan ciuman dan 1um@t@n.
Braakk!!!
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ