
Hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit mereka sudah tiba di rumah sakit. Ya, jarak rumah sakit memang dekat dengan hotel Prasasti. Dan lagi karena mereka tidak terjebak macet.
Elmer segera keluar dari mobil dengan menggendong Radha saat Pak Selamet menghentikan mobilnya tepat di depan lobby rumah sakit. Elmer langsung membawa masuk Radha ke dalam rumah sakit, sedangkan Pak Selamet segera memarkirkan mobilnya sebelum akhirnya menyusul majikannya.
Brankar yang membawa tubuh Radha di dorong masuk ke dalam ruang UGD oleh beberapa perawat. Dan di dalam sana Radha langsung ditangani oleh dokter yang berjaga.
Elmer nampak mondar-mandir di depan pintu ruangan UGD saat Pak Selamet tiba di sana. Pak Selamet langsung merogoh ponsel yang ada di dalam saku celananya untuk menghubungi suami dari majikannya itu. Namun sudah dua kali ia menghubungi Wisnu, panggilannya tidak terjawab. Akhirnya Pak Selamet memutuskan untuk menghubungi ayah Seno.
Setelah berbicara dengan ayah Seno dan memberitahukan keadaan Radha saat ini, Pak Selamet segera mengakhiri panggilannya. Tak lupa pak Selamet juga memberitahukan bahwa Wisnu tidak mengangkat panggilannya, mungkin karena Wisnu masih ada di dalam kelas. Ayah Seno dan buna Laras akan segera menyusul ke rumah sakit.
Pak Selamet langsung memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya kemudian mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu yang ada di depan ruang UGD. Namun saat baru saja p@nt@tny@ itu mendarat di kursi, ia teringat kalau belum meninggalkan pesan kepada Wisnu. Pak Selamet pun kembali merogoh ponselnya kemudian mengirim pesan kepada Wisnu.
*****
Di tempat lain.....
Wisnu sedang mengikuti kelas saat ponselnya yang ada di dalam saku kemejanya bergetar. Ia memang selalu mengubah nada dering di ponselnya menjadi getar saat masuk ke dalam kelas. Wisnu pun segera merogoh ponselnya yang ternyata ada panggilan masuk dari Pak Selamet sopir istrinya. Wisnu memilih mengabaikan panggilan itu karena masih ada di dalam kelas. Namun tak berselang lama ponselnya kembali bergetar. Ia yang ingin meminta izin ke toilet untuk mengangkat telepon pun menjadi urung saat mendapat teguran dari dosen pengajar. Akhirnya Wisnu kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku kemejanya, karena ponselnya sudah berhenti bergetar.
Wisnu kembali fokus mengikuti pelajaran. Hingga sekitar lima menit kemudian ponselnya kembali bergetar namun hanya sekali, yang artinya itu adalah tanda pesan masuk. Wisnu diam-diam kembali merogoh ponselnya seraya matanya menatap awas ke depan agar tidak ketahuan lagi oleh dosen pengajarnya.
Saat dosen pengajarnya tidak memperhatikannya, Wisnu segera membuka pesan yang ternyata dari Pak Selamet.
[Maaf mas mengganggu, bapak cuma mau ngasih tahu kalau tadi non Radha pingsan dan sekarang ada di rumah sakit] -Pak Selamet-
"Maaf pak, saya izin. Istri saya masuk rumah sakit!" Teriak Wisnu kemudian melesat keluar dari kelas. Membuat semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut terkejut tak terkecuali dosen pengajar mereka.
Siapa yang tidak terkejut, selama ini Wisnu tidak pernah memberitahukan kepada mereka kalau dirinya sudah menikah. Dan sekarang tiba-tiba saja istrinya masuk rumah sakit. Sungguh sebuah kejutan bagi mereka. Mereka tidak mengira di usia Wisnu yang masih tergolong muda ternyata diam-diam sudah menikah. Seketika itu semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut menerka-nerka, apakah Wisnu menikah karena MBA? Entahlah, mereka hanya bisa menduga tanpa tahu kebenarannya. Mungkin lain kali saat bertemu Wisnu, mereka akan menanyakannya langsung kepada Wisnu.
Wisnu melesatkan motornya dengan kecepatan tinggi agar segera tiba di rumah sakit tempat istrinya dirawat. Saat ini pikirannya sudah tak karu-karuan membayangkan apa yang sebenarnya terjadi dengan istrinya hingga istrinya itu sampai dilarikan ke rumah sakit? Wisnu menyesal kenapa tidak sedari tadi ia mengangkat telepon dari Pak Selamet.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ