I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 46



Semakin mendekati hari persalinan sang istri, Nara semakin dilanda kegelisahan. Pasalnya, ia sudah menyarankan istrinya tersebut untuk melahirkan sesar saja. Namun Anja menolaknya dan ingin melahirkan secara normal. Masih terbayang di pelupuk matanya rasanya saat dulu ia menyaksikan istrinya menjerit kesakitan saat melahirkan Radha.


Nara sudah mengambil cuti saat usia kandungan istrinya menginjak sembilan bulan. Hari-hari Nara selama dua minggu ini tidak pernah sedikitpun lepas dari sang istri. Bahkan saat istrinya ke toilet pun, ia memaksa ikut. Mandi pun mereka selalu berdua, seperti halnya saat ini.


"Hadap sana sayang, biar aku gosok punggung mu."


"Heleh modus, palingan juga mau 9r3p3-9r3p3." Anja memanyunkan bibirnya membuat Nara gemas dan langsung mengecupnya.


"Iih, bener kan apa aku bilang." Anja mendorong pelan kepala suaminya. "Gak usah macem-macem!" Anja melotot ke arah suaminya namun yang dipelototi hanya cengengesan.


"Cuma satu macem, boleh ya? Mohon Nara. Anja semakin melebarkan matanya. "Kita sudah lama tidak melakukannya di sini."


"Mas!" Seru Anja. "Kamu lihat perut ku udah sebesar ini."


"Ya, aku tau sayang. Bukannya dokter mengatakan kalau kita bisa melakukannya sesering mungkin agar nanti bisa mempercepat proses persalinan." Nara mengerling nakal ke arah istrinya membuat sang istri geleng-geleng kepala.


"I-iya, tapi nggak di sini juga." Protes Anja.


"Baiklah, kamu mau di mana? Di ranjang atau di sofa?" Nara langsung mengangkat tubuh istrinya dari dalam bathube kemudian segera keluar dari kamar mandi. Ia tidak mau lampu hijau yang baru saja diberikan oleh istrinya berubah menjadi lampu merah. Sedangkan Anja hanya melongo karena terkejut.


Nara perlahan membaringkan tubuh polos istrinya ke atas ranjang. Ia pun langsung ikut naik ke atas ranjang dan tanpa basa-basi langsung merangkak di atas tubuh istrinya.


"Mas!" Seru Anja yang baru saja tersadar dari keterkejutannya saat melihat tubuh polos suaminya sudah berada di atasnya. "Eeemp-" Nara langsung membungkam mulut sang istri dengan bibirnya agar istrinya itu tak bisa protes lagi.


"Aku menginginkan mu sekarang sayang." Bisik Nara di telinga istrinya. Seperti terhipnotis, Anja langsung mengangguk membuat Nara menyunggingkan senyum kemenangan. Tanpa basa-basi Nara langsung melesakkan miliknya perlahan ke milik sang istri.


"Aaaaaaaahh!" D3$@h keduanya saat milik keduanya menyatu dengan sempurna.


"Daddy datang lagi boy." Nara mengecup perut buncit istrinya sebelum akhirnya mulai bergerak dengan perlahan dan hati-hati.


"Sssssstt!" Desis Anja yang membuat gerakan Nara seketika berhenti.


"Kenapa sayang? Apa aku menyakiti mu?" Suara Nara terdengar panik. Anja menggeleng.


"Kok tiba-tiba aku mules ya Mas, kayak pengen BAB."


"Lanjutin aja pelan-pelan, udah ilang mulesnya." Nara pun segera melanjutkan lagi aktivitasnya yang tadi sempat terhenti.


Sekitar sepuluh menit mereka berpacu dalam kenikmatan yang tiada Tara, tiba-tiba Anja kembali mendesis.


"Sssssttt!" Nara pun kembali menghentikan gerakannya. Nara yang tadinya sudah melayang ke angkasa tiba-tiba saja terhempas ke bumi karena rintihan sang istri.


"Apa mules lagi?" Tanya Nara dengan raut wajah cemberut tapi juga memancarkan kepanikan. Anja mengangguk. "Tapi aku hampir sampai sayang, tahan sedikit lagi oke. Nanti setelah ini langsung aku gendong ke kamar mandi."


"Udah hilang lagi kok mulesnya." Ucap Anja yang seketika membuat wajah Nara berbinar. Dengan mengucap bismillah, Nara pun kembali mendayung. Ia berharap kali ini tidak akan ada lagi gangguan sebelum ia berhasil mencapai puncaknya.


Yess! Dan ternyata berhasil. Terbukti sudah sekitar lima belas menit ia mendayung, tidak ada lagi gangguan. Dan sepertinya ia juga akan segera mencapai puncak. Terlihat dari raut wajah serta otot-ototnya yang menegang.


"Aku hampir sampai sayang." Bisiknya di telinga sang istri yang wajahnya terlihat seperti menahan sesuatu. Dan benar saja, sedetik kemudian Nara mengejan.


"Aaaaaaaarrrgh!" Teriak Nara dan Anja bebarengan saat Nara berhasil mencapai puncaknya dan menyemburkan lahar panasnya. Bersamaan dengan itu, Anja juga mengeluarkan cairan yang sangat banyak hingga membuat sepreinya basah kuyup dan membuat Nara seketika panik. Belum juga ia menikmati sisa-sisa percintaannya sudah di gegerkan dengan keadaan istrinya yang mungkin saja akan segera melahirkan.


*****


*****


*****


*****


*****


Sengaja emak pengen ngerjain mas Nara 🀭😜😜


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ