I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 77



"Sayang," Nara masuk ke dalam kamar yang ternyata pintunya tidak di kunci.


"Sejak kapan?" Tanya Anja dengan sorot mata tajamnya saat melihat suaminya masuk ke dalam kamar. Saat ini Anja sedang duduk bersandar di atas ranjang dengan air mata yang masih berderai.


"Apanya?" Nara benar-benar bingung dengan pertanyaan istrinya. Nara melangkah menghampiri ranjang kemudian duduk di samping sang istri.


"Sejak kapan Mas Nara menjalin hubungan dengan Selena?" Teriak Anja mengeluarkan sesak di dadanya.


"Kamu kenal Selena?" Bukannya berusaha meredam kemarahan sang istri, Nara malah menanyakan sesuatu yang membuat Anja semakin marah.


"Owh, Jadi selama ini Mas Nara berusaha menyembunyikannya dari ku?" Anja tersenyum sinis dalam tangisnya.


"Bu-bukan begitu maksud ku." Elak Nara yang semakin bingung dengan ucapan istrinya.


"Terus apa? Selena sengaja menyekolahkan anaknya di sekolah yang sama dengan anak ku, agar dia bisa selalu dekat dengan mu yang sering mengantarkan Radha ke sekolah, bukan?" Emosi Anja semakin memuncak. "Pantas saja selama ini aku tidak pernah melihat papinya Excel sekalipun mengantarkan anaknya, ternyata-? Apa masih kurang selama ini kalian bertemu di kantor, hah?" Anja benar-benar murka.


"Sudah cukup marahnya?" Ucap Nara setelah istrinya itu mengeluarkan semua unek-unek yang ada di dalam hatinya. Anja yang mendengar ucapan suaminya serta ketenangan dalam diri suaminya semakin terisak. Nara segera merengkuh tubuh sang istri ke dalam pelukannya.


Awalnya Anja memberontak dan memukuli dada bidang suaminya itu. Nara pun membiarkan sang istri meluapkan kekesalannya hingga akhirnya tangan sang istri melemah dan berhenti memukulinya.


"Dengarkan suami mu ini baik-baik, aku tidak akan mengulangi perkataan ku lagi. Yang pertama, aku senang melihat kecemburuan serta cinta yang begitu besar di mata mu untuk ku. Yang kedua, kamu harus percaya kalau aku hanya mencintai mu, dulu, sekarang dan selamanya sampai ajal menjemput. Yang ketiga, aku dan Selena memang rekan kerja. Tapi setahu kami, Selena belum menikah apalagi memiliki anak. Kalau kamu nggak percaya, kamu bisa tanyakan kepada Bima." Nara membelai lembut kepala istrinya seraya menghujaninya dengan kecupan. Perlahan Anja mendongakkan kepalanya, melihat kesungguhan ucapan dari suaminya itu. Dan ia tidak menemukan kebohongan di dalam pancaran mata sang suami. Hanya cinta yang begitu besar yang ia lihat dari mata suaminya itu. Anja langsung mengeratkan pelukannya, dan saat itu juga tangisannya kembali pecah.


"Aku takut kehilangan suami ku untuk yang kedua kali." Ucap Anja terbata di sela tangisannya.


"Itu tidak akan pernah terjadi, hanya maut yang dapat memisahkan kita." Nara berkata dengan tegas. Nara pun semakin mengeratkan pelukannya. "Sekarang percaya kan sama aku?" Anja mengangguk dalam pelukan suaminya.


"Terus siapa Excel sebenarnya? Kenapa Excel bisa memanggil Selena dengan sebutan mami, kalau memang Selena belum menikah dan mempunyai anak?" Anja masih penasaran dengan bocah laki-laki teman anaknya itu.


"Bisa kamu jelaskan, kenapa anak itu bisa memanggil mu Papi? Dan Selena seolah membenarkan hal itu?"


"Huuuft, aku sendiri juga bingung." Nara menghembuskan nafasnya kasar. "Sebenarnya Selena berusaha mendekati ku, namun aku menolaknya dengan tegas. Bahkan kerjasama diantara kami sengaja aku alihkan kepada Bima, agar kami tidak sering bertemu." Nara menjeda ucapannya sebentar. "Dulu kami memang satu kampus, tapi aku tidak terlalu mengenalnya. Baru beberapa bulan yang lalu kami bertemu kembali. Itupun karena dia menggantikan papanya dalam setiap pertemuan. Dan dia mengaku belum menikah apalagi punya anak."


"Gak mungkin kan dia memiliki anak di luar pernikahan? Atau Mungkin dia sudah pernah menikah lalu bercerai tanpa sepengetahuan orang lain. Atau lebih tepatnya disembunyikan dari publik." Anja menyampaikan pendapatnya.


"Sudahlah, tidak usah memikirkan urusan orang lain." Nara mengurai pelukannya. "Sekarang yang menjadi urusan mu adalah, kamu harus menjinakkan si kobra yang hampir menyemburkan bisanya." Bisik Nara di telinga sang istri. Tanpa menunggu jawaban istrinya, Nara langsung menyerang sang istri secara brutal.


*****


*****


*****


*****


*****


Apapun masalahnya, Ranjang solusinya πŸ€­πŸ˜‚πŸ˜‚


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ