I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 34



Seminggu berlalu, bulan madu yang sudah direncanakan oleh Nara sedemikian rupa gagal sudah karena baby Radha tidak mau ditinggal oleh kedua orang tuanya. Dan juga Anja yang tak mau jauh dari anaknya, padahal Nara cuma ingin membawa istrinya itu menikmati waktu berdua saja barang seminggu. Alhasil Nara hari ini sudah kembali lagi bekerja di kantor.


Sekembalinya Laras dan Bu Mayang serta Radit kemarin, kehidupan kembali berjalan normal. Nara kembali akan disibukkan dengan pekerjaan kantor, sedangkan Anja hanya diam di rumah saja menjaga baby Radha, menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.


"Sayang!" Teriak Nara memanggil istrinya.


"Iya!" Anja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di kepalanya.


"Dasi ku mana?"


"Lah, biasanya di taruh dimana? Aku kan gak tau mas." Tadi memang Anja hanya menyiapkan kemeja dan celana serta jas suaminya. Ini adalah pertama kalinya ia menyiapkan pakaian kantor, jadi masih belum tahu apa saja yang dibutuhkan oleh suaminya. Berbeda saat dulu ia bersama Zian, ia hanya cukup menyiapkan pakaian biasa saja karena memang pekerjaan almarhum suaminya yang dulu hanyalah seorang sopir.


"Ikat pinggang ku juga belum ada."


"Maaf, aku gak tau apa saja yang mas Nara butuhkan." Anja menunduk merasa bersalah karena tidak bisa melayani suaminya dengan baik. Namun ia berjanji akan belajar lebih baik lagi.


"Hey, Kenapa menunduk?" Nara meraih dagu sang istri kemudian mengangkatnya hingga kepala istrinya itu sedikit mendongak.


Cup!


Nara mengecup sekilas bibir sang istri.


"Aku tidak marah sayang, besok-besok jangan lupa siapkan dasi dan ikat pinggangnya juga." Nara mengusap pipi mulus istrinya dan memberikan senyum terbaiknya agar istrinya itu tak merasa bersalah. Anja mengangguk kemudian langsung menubrukkan tubuhnya ke tubuh sang suami, Nara pun langsung membalas pelukan istrinya tersebut dengan erat seraya menciumi puncak kepala istrinya.


"Ayo sini aku tunjukkin tempat dasi dan ikat pinggangnya." Nara menuntun istrinya menuju ke lemari tempat penyimpanan perlengkapan kantornya.


Setelah menunjukkan tempat dan juga apa saja yang dibutuhkan untuk ke kantor, mereka segera turun ke bawah untuk sarapan bersama.


*****


"Kenapa mukanya kucel begitu boss? Kurang jatah?" Bima mengernyitkan alisnya melihat muka masam sang boss.


"Sialan!" Nara menonyor kepala asistennya tersebut hingga kepentok pintu mobil. Saat ini Nara dan Bima sedang menuju ke kantor. Tadi pagi-pagi sekali Nara menghubungi Bima asistennya untuk menjemputnya karena hari ini ia akan mulai bekerja kembali.


"Harusnya hari ini sampai tiga minggu ke depan, gue masih indehoy sama istri gue. Nasib-nasib, gini amat punya anak gak bisa di tinggal. Gimana bisa fokus bikin anaknya kalau di rumah banyak aral melintang." Rasanya Bima ingin sekali menyemburkan tawanya. Namun sebisa mungkin ia tahan agar tidak meledak.


"Berani ketawain gue, gue sikat loe!"


Sesampainya di kantor, Nara langsung disambut dengan setumpuk berkas. Baru juga cuti seminggu tapi pekerjaan sudah menggunung. Apa kabar kalau ia sampe beneran cuti sebulan?


"Pekerjaan loe apa saja selama seminggu ini Bim? Makan gaji buta?" Sentak Nara.


Ngeeeeeekk!


"Baru juga di tinggal seminggu sudah menumpuk." Gerutu Nara.


"Tap-tapi boss, saya kan gak bisa gantiin tanda tangannya si boss. Kalau gantiin pekerjaan baru bisa."


"Memangnya gak bisa papa aja yang tanda tangan?"


"Gak bisa gitu donk boss, ini kan yang handel si boss, masa mau di lempar ke boss besar?"


"Huuuft, pokoknya nanti malam harus dobel vitaminnya." Gumam Nara pelan.


"Boss bicara dengan saya?"


"Nggak! Keluar sana!" Usir Nara pada sang asisten yang merangkap sebagai sekertaris. Nara memang tidak suka memperkerjakan sekertaris perempuan, maka dari itu ia meminta Bima saja yang merangkap menjadi sekretarisnya.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚