I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 49



Oweeeeeekk!!


Suara jerit tangis seorang bayi laki-laki yang baru saja dilahirkan oleh Anja menggema di ruang persalinan tersebut.


"Alhamdulillah!" Ucapan syukur langsung terlantun dari bibir Nara. "Terimakasih sayang!" Nara langsung mengecupi seluruh bagian wajah istrinya untuk meluapkan rasa bahagianya tanpa menghiraukan orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Mas, sudah!" Anja mendorong pelan kepala suaminya dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, karena ia merasa malu dengan kelakuan suaminya itu.


Dokter Lusi langsung menyerahkan bayi laki-laki tersebut kepada salah satu perawat yang membantunya untuk dibersihkan terlebih dahulu dari noda-noda darah yang menempel di tubuh si bayi. Setelah itu perawat langsung menyerahkan bayi tersebut kepada sang ayah untuk diadzani terlebih dahulu.


Dengan tangan yang sedikit gemetar, Nara menerima anaknya tersebut dari tangan perawat dan langsung memeluknya serta menciuminya dengan rasa haru karena ia sekarang sudah menjadi ayah yang sesungguhnya. Nara langsung mengadzani anaknya tersebut kemudian menyerahkan kembali kepada perawat. Sang perawat langsung membawa bayi Anja mendekat ke arah ibunya yang masih terbaring lemah di atas brankar, kemudian langsung meletakkan bayi tersebut ke atas dada sang ibu untuk inisiasi menyusui dini (IMD).


"Sekarang bapak bisa keluar dulu biar kami bisa membersihkan Bu Anja dan bayinya." Ucap dokter Lusi. Nara pun mengangguk.


"Aku tunggu di luar sayang, cup!" Nara mengecup sekilas bibir istrinya kemudian melangkah keluar dari ruang persalinan.


Saat keluar dari ruang persalinan, ternyata di luar sudah ada mamanya dan papanya serta Radha yang berada di pangkuan Mbak Tini yang menunggu di depan ruangan tersebut. Mama Rosi segera beranjak dari duduknya dan langsung mencecar anaknya.


"Bagaimana keadaan Anja dan cucu mama Ra? Mereka baik-baik saja kan?" Tanya Mama Rosi panik karena sejak kedatangannya, ia belum mendengar tangisan bayi. Memang tadi mereka datang sesaat setelah baby boy terlahir ke dunia. Makanya mereka tidak sempat mendengar tangisan Baby Boy.


"Alhamdulillah ma, Anja dan anak ku baik-baik saja, keduanya sehat."


"Alhamdulillah...." Ucap mereka serempak.


"Daddy!" Cicit Radha takut-takut. Entah mengapa Radha kecil terlihat ketakutan saat melihat daddy-nya panik tadi pagi.


"Hey baby!" Nara menghampiri anaknya yang berada dalam pangkuan Mbak Tini kemudian segera mengangkatnya ke dalam gendongannya. "Maaf Daddy melupakan mu." Nara menciumi wajah anaknya tersebut.


"Mana dedek bayinya?" Tanya Radha yang membuat Nara menyunggingkan senyum.


"Baby sayang mau lihat dedek?" Tanya Nara yang mendapat anggukan dari anaknya. "Sebentar ya, dedek masih ada di dalam sama mama. Lagi dibersihkan sama dokter." Radha terlihat mengangguk.


"Sayang, selamat ya." Mama Rosi mendekat ke arah menantunya itu dan langsung memeluknya setelah para perawat dan dokter keluar dari ruangan tersebut.


"Mama!" Cicit Radha takut-takut di gendongan sang Daddy.


"Hey sayang, sini nak." Anja menepuk sisi sebelah kirinya yang kosong, karena sisi sebelah kanannya ada Baby Boy yang nampak terlelap. Namun Radha menggeleng. Anja pun mengerti dengan perasaan anaknya itu. Ia pun berusaha selembut mungkin memberi pengertian kepada anak perempuannya.


"Sini!" Anja menepuk sisi sebelahnya sekali lagi. "Jangan takut, sini sama mama. Apa kakak tidak ingin melihat adek?"


"Tatak?" Beo Radha. Nara segera mendudukkan anaknya di samping sang istri.


"Ya, sekarang kan anak mama yang cantik ini sudah menjadi kakak." Anja mengelus lembut kepala anaknya. "Jadi mulai sekarang, kami semua akan memanggil dengan sebutan kakak, dan ini adek!" Anja menunjuk baby Boy yang ada di sebelah kirinya. Radha nampak mengangguk.


"Adek!" Tangan mungil Radha mentoel pipi baby boy yang membuat orang-orang di sana merasa gemas. Anja pun akhirnya bisa bernafas lega karena anak perempuannya sudah bisa menerima kehadiran adiknya.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ