I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 116



Seminggu berlalu.......


Kini saatnya Radha dan Elmer kembali ke Surabaya untuk meminta restu kepada almarhum Papa Zian. Pagi sekali Elmer sudah tiba di kediaman Wijaya dengan mengendarai sebuah taksi. Setelah mereka sarapan bersama, Radha dan Elmer pamit untuk berangkat ke bandara dengan diantar oleh Pak Mul.


"Ingat! Jangan macam-macam!" Dad Nara memperingatkan calon menantunya.


"Iya Pi!" Sahut Elmer. Entah mengapa ia merasa nyaman dengan panggilan itu.


"Ciiihh!" Kalau saja kau bukan calon menantu ku, aku tidak sudi di panggil papi! Begitulah isi hati dad Nara yang ternyata masih dongkol setengah mati dengan calon menantunya itu.


"Dad!" Mama Anja melotot horor.


"Baby harus tetap tidur di rumah ayah dan Buna! Jangan tidur di hotel!" Kali ini Radha tidak ingin berdebat dengan daddy-nya, jadi ia memilih mengangguk saja.


"Ya sudah, kakak berangkat dulu. Sampai jumpa di Surabaya nanti." Radha memeluk mama dan daddy-nya serta kedua adiknya. Tak lupa ia juga memeluk erat ibunya yang sudah merawatnya sejak bayi. Sedangkan Elmer hanya menyalami mereka berlima.


Radha dan Elmer akhirnya berangkat ke bandara dengan diantar oleh Pak Mul. Rencananya mereka semua akan menyusul ke Surabaya seminggu sebelum hari pernikahan tiba. Semua persiapan pernikahan Radha dan Elmer sudah dipercayakan Mama Anja kepada WO ternama di kota Surabaya.


*****


Radha dan Elmer tiba di bandara kota Surabaya menjelang siang. Saat keluar dari bandara, mereka berdua sudah dijemput oleh Pak Selamet. Pak Selamet langsung membawa mereka menuju ke kediaman Laras.


"Ayo El kita masuk dulu."


"Aku langsung ke hotel saja ya, mau istirahat. Nanti sore aku jemput, kita ke makam papa."


"Baiklah, terserah kamu saja." Radha mengalah, mungkin kekasihnya itu merasa lelah. "Ya sudah, aku turun." Radha segera membuka pintu mobilnya. "Pak, anterin El ke hotel ya."


"Baik Non!" Setelah itu Radha turun dari mobil dan langsung menutup kembali pintunya. Pak Selamet pun langsung melesatkan mobilnya kembali menuju ke hotel tempat Elmer menginap. Yaitu hotel Prasasti yang akan dijadikan tempat digelarnya acara pernikahan Radha dan Elmer tiga Minggu lagi.


Radha memasuki rumah makan Bu Mayang yang terlihat tidak terlalu ramai karena waktu baru menunjukkan pukul setengah sebelas siang. Biasanya rumah makan ini memang dari dulu selalu ramai hanya di jam-jam makan saja. Misalnya pagi saat waktu sarapan, siang saat waktu makan siang, dan malam saat menjelang isya' hingga jam sepuluh warung di tutup. Begitulah, namanya juga rumah makan bukan kafe. Kalau kafe pasti lebih rame karena sudah pasti banyak anak-anak muda yang betah nongkrong berlama-lama.


"El langsung ke hotel Bun, capek katanya." Radha meraih tangan Buna Laras dan langsung menciumnya. "Tapi nanti sore dia bakalan ke sini lagi. Nanti sore kita mau ke makam Papa Zian untuk meminta restu."


"Bagus itu, ya sudah sana istirahat. Kamu pasti juga capek." Radha mengangguk.


"Duh calon pengantin, auranya semakin bersinar." Goda buk Ti.


"Apa sih buk." Pipi dan telinga Radha langsung terasa panas. "Ya sudah, kakak ke belakang dulu." Radha langsung melesat ke belakang sebelum buk Sih nanti ikutan menggodanya. Duo pekerja lama Omanya itu memang terkenal usil dari zamannya mama dan bunanya.


Radha langsung masuk ke dalam kamarnya dan langsung mengunci pintunya. Kamar yang dulunya selalu ramai dengan canda tawanya bersama Camelia itu sekarang menjadi sunyi sepi setelah Camelia ikut tinggal bersama suaminya.


"Coba saja kamu masih disini Mel, kakak pasti bisa mencurahkan kebahagiaan kakak saat ini kepada mu." Gumam Radha.


Radha langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


*****


*****


*****


*****


*****


Cerita Camelia nanti emak buka lapak sendiri ya, nanti pasti di infokan kalau sudah rilis πŸ€—


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ