I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 130



Tak terasa hari sudah beranjak malam. Langit yang tadinya cerah itu kini sudah berubah menjadi gelap. Namun kedua anak manusia yang masih memejamkan mata seraya saling berpelukan itu belum juga menyadarinya, hingga suara ketukan beberapa kali di pintu membuat Radha mengerjapkan matanya.


Tok.. tok.. tok..


Radha perlahan menggeliat kemudian membuka matanya. "Aaaaa!" Seketika Radha menjerit kemudian mendorong tubuh laki-laki di depannya, berharap laki-laki tersebut melepaskan pelukannya. Namun sayangnya, bukannya melepaskan Wisnu malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Jangan teriak begitu, aku tidak melakukan apapun. Aku hanya memeluk mu sayang." Ucap Wisnu masih dengan memejamkan matanya. Sejak pembicaraannya tadi siang dengan sang istri, Wisnu sudah tidak merasa canggung lagi. Karena meskipun istrinya itu belum mencintainya, namun istrinya itu tidak menolaknya sebagai suami. Sekarang tugasnya adalah membuat istrinya itu mencintainya.


Blush!


Pipi Radha terasa menghangat saat mendengar panggilan sayang yang terlontar dari mulut suaminya. Untung saja suaminya itu masih memejamkan mata, jadi ia tak perlu menyembunyikan wajahnya yang mungkin sudah memerah.


"Sa-sayang?" Beo Radha.


"Ya, itu adalah panggilan ku untuk mu istri ku. Cup!" Satu kecupan mendarat di kening Radha sebelum akhirnya Wisnu melepaskan pelukannya dan langsung melesat masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan yang di kecup masih membelalakkan matanya karena terkejut.


Radha tak menyangka Wisnu akan seberani itu. Eh, tapi bukanya adiknya itu memang sedikit nackal ya? Biasanya juga sering peluk-peluk dan juga kecup-kecup pipi sembarangan. Tapi kan itu dulu! Saat itu Radha menganggap perlakuan Wisnu kepadanya adalah kasih sayang seorang adik kepada kakaknya, jadi ia tak ambil pusing. Tapi sekarang, entahlah? Mungkin ia akan berusaha dan belajar menerima takdir yang sudah digariskan kepadanya. Toh percuma juga ia meratapi nasib pernikahannya yang kandas bersama Elmer.


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan pintu yang terdengar sekali lagi membuat kesadaran Radha pulih. Radha segera turun dari atas ranjang kemudian berlari kecil untuk membukakan pintu kamarnya.


Ceklek!


Radha membuka sedikit pintunya untuk memastikan siapa yang mengetuk pintu kamarnya. Nampak seorang pelayan restoran mendorong sebuah troli yang berisikan makanan. Ya, Mama Anja tadi memang menyuruh seorang pelayan yang ada di restoran untuk mengantarkan makanan ke kamar anaknya karena anak dan menantunya itu melewatkan makan malamnya.


Mereka semua paham dan tidak ingin mengganggu pengantin baru tersebut. Maka dari itu Mama Anja memilih menyuruh pelayan mengantarkan makanan saja ke kamar pengantin. Bukannya pengantin baru memerlukan banyak asupan makanan? Karena bertempur juga butuh tenaga. Pikir mereka semua seperti itu, tidak tau saja kalau sepasang pengantin baru itu masih Ting Ting hingga malam tiba.


"Maaf Bu, saya disuruh Bu Anja untuk mengantarkan makan malam kesini." Pelayan wanita itu merasa tak enak hati karena harus mengganggu pengantin baru.


"Hampir jam delapan Bu!"


"Oh ya ampun!" Radha reflek menoleh ke arah jendela kamarnya yang tirainya belum tertutup. Dan dapat ia lihat dengan jelas, kerlap-kerlip lampu jalanan menerangi kegelapan yang sudah menyelimuti bumi. "Selama itu kami tertidur? Ya sudah, kamu boleh pergi." Pelayan itu pun segera undur diri.


"Siapa?" Wisnu langsung melingkarkan kedua tangannya dari belakang ke perut istrinya.


"Aaaaa!" Lagi-lagi kelakuan Wisnu yang satu itu selalu berhasil mengejutkan Radha. "Iiihh, kebiasaan ngagetin!" Radha memukul pelan tangan Wisnu yang melingkar di perutnya.


"Siapa hem?" Ulang Wisnu karena tidak mendapat jawaban dari istrinya.


"Pelayan ngantar makan malam. Lepas dulu iih tangan kamu." Mau tak mau Wisnu segera melepaskan pelukannya. Namun sebelum itu ia terlebih dahulu mengecup pipi istrinya.


Sepertinya Radha harus membiasakan diri dengan kebiasaan suaminya itu. Bukannya sejak dulu Wisnu memang seperti itu? Radha langsung mendorong troli tersebut masuk ke dalam kamar, lalu mereka berdua langsung menikmati makan malamnya.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ