I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 21



"Kalian istirahatlah dulu, aku mau ke kantor sebentar. Ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan, biar nanti sore kita bisa langsung pulang ke Jakarta." Ya, setelah menginap semalam di rumah Pak Lukman, pagi tadi mereka semua memutuskan untuk kembali pulang ke Surabaya, dan saat ini mereka sudah berada di apartemen Nara yang dulu sempat dibeli oleh Bima saat insiden kecelakaan lalu.


"Apa mas Nara gak capek?" Tanya Anja sendu.


"Tenanglah." Nara mengusap kepala Anja. "Ada baby yang bisa ngilangin capek. Dan juga mamanya." Sambung Nara dalam hati. Anja mengangguk.


"Ma, aku ke kantor sebentar." Pamit Nara mencium tangan mamanya.


"Jangan lama-lama, kamu juga butuh istirahat."


"Siap ibunda Ratu!" Nara langsung melesat keluar dari apartemen.


Nara masuk ke dalam mobil yang masih standby di parkiran apartemennya.


"Antarkan saya ke TPU yang ada di sini pak." Ucap Nara saat sudah duduk di jok belakang.


"TPU mas?"


"Iya, apa bapak tahu TPU daerah sini?"


"Ta-tau mas!" Pak supir langsung melesatkan mobilnya menuju ke TPU terdekat.


Tak butuh waktu lama mereka tiba di TPU tersebut, karena memang tempatnya tidak terlalu jauh.


"Tunggu sebentar pak."


"Baik mas!"


Nara segera turun dari mobil kemudian berjalan menuju ke pemakaman tersebut. Ya, setelah kemarin ia sempat meminta Restu kepada kedua orang tua Anja di pemakaman, sekarang Nara berencana meminta Restu juga kepada Zian, almarhum suami Anja.


"Permisi pak, apa bapak tau penjaga makam ini?" Tanya Nara kepada orang yang sedang melintas di area pemakaman.


"Tau mas, ada perlu apa?"


"Saya mau cari makan saudara saya pak, tapi saya tidak tahu tempatnya. Saya mau tanya sama penjaga makam ini."


"Owh, memangnya masnya bukan orang sini?"


"Bukan pak, saya orang Jakarta."


"Nama saudara Mas siapa? Barangkali saya tahu, soalnya saya penduduk asli sini."


"Zian pak!"


"Iya, bapak kenal?"


"Yo kenal lah Mas, wong rumahnya aja deket sama rumah saya. Saya tetangganya. Tapi sekarang rumahnya kosong nggak ada yang nempati. Kalau Anja-nya saya nggak tahu, dulu ikut sama Bu Mayang di warung. Kalau sekarang entahlah, saya nggak tahu."


"Ayo, mari saya tunjukkan." Lanjut orang tersebut. Nara pun mengekor di belakang orang tersebut.


Sesampainya di makam Zian, orang tersebut langsung pamit setelah menunjukkan letak makam Zian. Nara berjongkok di samping pusara Zian.


"Assalamualaikum Zian, saya Nara. Sebelumnya saya minta maaf, saya nggak bermaksud memisahkan kamu dan Anja. Sekali lagi saya minta maaf. Kedatangan saya kemari ingin meminta izin dan restu dari mu untuk membahagiakan istri dan anak mu. Setelah waktunya tiba nanti, izinkan saya menikahi Anja. Semoga kamu merestui niat tulus saya ini."


Setelah dirasa cukup Nara segera meninggalkan pemakaman tersebut dan kembali ke apartemen. Ia juga harus beristirahat agar Nanti sore bisa terbang ke Jakarta kembali.


"Sudah pulang mas?" Tanya Anja saat melihat Nara memasuki apartemen.


"Kamu kok gak istirahat? Mana baby?" Nara mendudukkan tubuhnya di samping Anja yang sedang menonton televisi.


"Tidur sama mama di kamar."


"Kamu kok gak ikut tidur?"


"Iya, ini mau tidur." Anja mematikan televisinya.


"Ya udah, aku juga mau istirahat dulu. Cup!" Nara mengecup kening Anja sekilas lalu berlalu masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Anja masih mematung di tempatnya setelah mendapatkan serangan dadakan dari Nara. Setelah hilang keterkejutannya, Anja perlahan meraba keningnya, rasa hangat langsung menjalar di permukaan wajahnya. Anja pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya menyembunyikan rasa malu yang menderanya saat ini. Beruntung tidak ada yang melihatnya. Anja segera masuk ke dalam kamar untuk menyusul Mama Rossi dan baby Radha yang sedang tertidur lelap di atas ranjang. Sedangkan Mbak Tini terlihat juga tertidur lelap di atas sofa.


Akhirnya mereka semua mengistirahatkan diri sejenak, sebelum nanti sore mereka kembali terbang ke Jakarta.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚