I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 29



Tok.. tok.. tok..


"Anja! Nara!" Teriak Mama Rosi dari balik pintu kamar hotel yang ditempati oleh Nara dan Anja. Anja beranjak untuk membuka pintu sedangkan Nara segera melesat ke dalam kamar mandi. Tak lupa ia menyambar paper bag yang berisikan pakaian gantinya yang tergeletak di atas sofa.


Ceklek!


Anja langsung disambut dengan tangisan Radha anaknya saat pintu baru saja dibukanya.


"Mama! Hiks.. hiks.."


"Hey sayang, kenapa nangis hem?" Anja meraih Radha dari gendongan Mama Rosi.


"Tadi bangun tidur nyariin kamu sama daddy-nya." Jawab mama Rosi. Begitulah kebiasaan Radha jika terbangun dan tak menemukan mama atau daddy-nya di sampingnya. Sebelum menikah, jika Radha tidur bersama Nara dan Nara harus berangkat ke kantor pagi-pagi sebelum Radha bangun, maka Anja harus menggantikannya berjaga di kamar Nara.


"Maaf ma, sudah merepotkan mama." Anja nampak sungkan.


"Merepotkan apa? Radha kan cucunya mama."


"Hey baby, udah bangun?" Tiba-tiba Nara muncul dari belakang punggung Anja dan sudah terlihat rapi.


"Daddy, hiks.. hiks.." Radha menjulurkan kedua tangannya meminta gendong daddy-nya. Nara pun segera meraih Radha dari gendongan istrinya.


"Hey, anak Daddy yang cantik kok nangis, kenapa sayang?" Nara menciumi wajah cantik Radha yang penuh dengan air mata.


"Biasa mas, kalau bangun tidur gak ada aku atau kamu pasti dedek bakalan nangis."


"Oh ya ma, kita mau ke rumah sakit dulu." Anja beralih menatap mama Rosi.


"Ke rumah sakit?" Beo mama Rosi. "Mau apa? Mau pasang KB?" Anja dan Nara menepuk jidatnya bersamaan.


"Mau jenguk Laras ma. Semalam Laras di bawa ke rumah sakit, katanya keguguran." Anja mencoba menjelaskan kepada Mama Rosi.


"Lagi?" Beo mama Rosi. Anja mengangguk. "Kasihan, dulu udah sempet keguguran, dan udah dua tahun lebih belum hamil lagi. Sekarang keguguran lagi?" Tak terasa mama Rosi menitikkan air matanya.


Nampak disana sudah ada papa Hadi dan Seno yang memangku baby Camelia serta ketiga karyawan Bu Mayang duduk dalam satu meja. Sebenarnya tadi Seno dan ketiga karyawan Bu Mayang ingin duduk di meja yang berbeda karena merasa sungkan. Namun Papa Hadi melarangnya dan menyuruhnya duduk di meja yang sama.


Mama Rosi, Anja dan Nara yang menggendong Radha perlahan mendudukkan diri ke kursi yang masih kosong.


"Pagi!" Sapa mereka bertiga yang di jawab anggukan oleh orang-orang yang ada disana.


"Habis ini kita mau ke rumah sakit pa, apa papa mau ikut?" Tanya mama Rosi. Ya, papa Hadi tadi sudah sempat mendengar cerita dari Seno tentang Laras.


"Maaf, Papa kayaknya nggak bisa ikut ma, Papa harus segera berangkat ke kantor. Ada meeting penting hari ini."


"Baiklah, mama mengerti. Ayo kita mulai saja sarapannya biar nggak kesiangan." Akhirnya mereka semua menikmati sarapannya dalam diam. Sebenarnya tadi mama Rosi ingin menggoda anak bujangnya itu yang mungkin sekarang sudah tak perjaka lagi saat melihat rambut kedua pengantin baru itu yang sama-sama basah. Namun urung karena mendengar kabar tentang Laras yang keguguran.


Selesai sarapan, mereka semua berangkat menuju ke rumah sakit dengan menggunakan dua mobil yang sudah standby di depan hotel. Salah satunya adalah pak Mun yang mengendarainya. Sedangkan yang satunya entahlah, mungkin supir kantor. Papa Hadi juga sudah berangkat dengan menggunakan mobil sendiri.


*****


*****


*****


*****


*****


Langsung nyambung di novel "Luka Hati Luka Diri" Episode 56 πŸ€—


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚