I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 58



Tut.. Tut.. Tut.. Tut..


"Hallo!" Jawab seseorang di ujung telepon.


"Gue tunggu di ruangan loe sekarang! Tut!" Nara langsung mematikan sambungan teleponnya, membuat seseorang yang ada di seberang sana mengumpat. Ya, Nara bukannya pergi ke apotik untuk menebus resep obat istrinya yang tadi diberikan oleh dokter Lusi, melainkan ia malah pergi ke ruang pribadi dokter Andrew.


Tak berselang lama dokter Andrew pun masuk ke dalam ruangannya dan mendapati suami dari sahabat istrinya itu sudah duduk manis di sofa yang ada di dalam ruangannya.


"Apa lagi? Gue sibuk!" Dokter Andrew melotot ke arah Nara kemudian segera mendudukkan tubuhnya di depan Nara.


"Istri gue hamil!" Ucap Nara to the point.


"Ya bagus! Bukannya itu mau loe?" Dokter Andrew mengernyitkan alisnya.


"Ya, sesuai harapan!" Nara menyunggingkan senyum smirknya membuat dokter Andrew waspada.


"Terus masalahnya dimana?" Dokter Andrew mulai was-was.


"Masalahnya, awas aja kalau sampai loe bilang sama istri gue kalau pil KB yang gue berikan itu adalah vitamin." Ancam Nara.


"Heh dodol, gue ketemu sama istri loe aja nggak pernah. Terus gimana cara gue bilangnya. Pikir pakai otak!" Dokter Andrew menunjuk kepalanya sendiri.


"Iya juga ya?" Nara terlihat berpikir membenarkan ucapan dokter Andrew. "Tapi bisa aja kan loe keceplosan ngomong sama istri loe, terus istri loe bilang sama istri gue." Nara kembali mendelik ke arah dokter Andrew.


"Iya, iya, gue janji bakal jaga rahasia loe. Puas!"


"Gue pegang janji loe!" Nara bangkit dari duduknya kemudian meninggalkan ruangan dokter Andrew.


"Anying bener tuh orang, kalau lagi serius begitu kayak singa jantan mau kawin." Gerutu dokter Andrew kesal. Dokter Andrew segera meninggalkan ruangannya untuk kembali ke ruang prakteknya.


*****


Setelah menebus obat sang istri, Nara segera meninggalkan rumah sakit untuk kembali ke rumah.


Sesampainya di rumah, Nara segera berlari menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Tak berselang lama Nara sudah kembali lagi ke dalam kamar dengan membawa senampan makanan dan juga potongan buah-buahan serta minuman. Nara meletakkan nampannya terlebih dahulu ke atas meja kemudian membantu istrinya untuk duduk. Setelah itu Nara langsung menyuapi sang istri.


"Apa Mas Nara juga sudah makan?"


"Belum, nanti saja. Sekarang yang penting kamu makan dulu, setelah itu minum obatnya." Anja langsung mengambil sendok dari tangan suaminya kemudian gantian menyuap sesendok nasi ke depan mulut sang suami.


"Ayo kita makan bersama, aak!" Anja menyuruh suaminya untuk membuka mulut. Nara pun dengan senang hati langsung membuka mulutnya dan menerima suapan dari istrinya. Mereka pun akhirnya makan sepiring berdua dengan Nara yang menyuapi istrinya kemudian gantian menyuap ke dalam mulutnya sendiri.


Setelah mereka berdua menghabiskan sepiring nasi dan juga sepiring potongan buah, Anja segera meminum vitamin yang diberikan oleh suaminya.


"Adek sama kakak di mana Mas?"


"Ada di bawah sedang main sama mama dan Mbak Tini."


"Kasihan mama, pasti capek ngurus anak-anak."


"Nggak usah khawatir, mama senang melakukannya. Jangan banyak pikiran. Oke!" Anja mengangguk. "Istirahatlah, aku mau ke ruang kerja dulu. Hari ini aku nggak kemana-mana, kalau ada apa-apa atau butuh sesuatu telepon saja. Cup!" Nara mengecup dalam kening istrinya kemudian menyingkap dress yang digunakan sang istri lalu mengusap lembut perut rata istrinya hingga membuat Anja kaget. Namun Anja langsung menyunggingkan senyum saat suaminya itu mengecup perutnya.


"Daddy sayang sama kamu, baik-baik di perut Mama ya. Jangan nakal dan rewel." Nara segera keluar dari kamar menuju ke ruang kerjanya.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ