I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 45



"Maaf Bu, saya tidak mau ambil resiko. Saya sarankan tetap di rumah saja. Untuk sementara waktu jangan berpergian jauh dulu, karena kondisi Bu Anja tidak memungkinkan." Ujar dokter Lusi mengingatkan kondisi Anja saat ini. Ya, saat ini mereka sedang berada di ruangan dokter Lusi untuk konsultasi terlebih dahulu sebelum mereka terbang ke Surabaya. Namun sesampainya di rumah sakit, dokter Lusi melarang mereka untuk terbang ke Surabaya karena itu bisa membahayakan kandungan Anja.


"Tap-tapi dok, saya sudah sehat." Sanggah Anja.


"Kalau Bu Anja tidak mau mendengar kata-kata saya terserah, ke depannya saya tidak mau tanggung jawab kalau terjadi sesuatu dengan kandungan Bu Anja." Putus dokter Lusi merasa perlu tegas dengan pasiennya tersebut.


"Sayang, sudah ya, aku janji, setelah melahirkan nanti, kita akan ke Surabaya." Nara mencoba membujuk istrinya yang masih menunduk dengan mata berkaca-kaca.


Nara dan Anja segera meninggalkan ruangan dokter Lusi setelah mendapat penjelasan dari dokter Lusi.


"Mau kemana lagi, mumpung aku cuti hari ini. Aku akan menemani dan menuruti semua keinginan kamu." Nara mencoba mengambil hati istrinya. Namun Anja tak merespon sedikitpun ucapan suaminya. Nara pun menghela nafasnya pelan. Sepertinya istrinya itu sudah kembali lagi ke mode diam. Tanpa bertanya lagi Nara langsung melesatkan mobilnya untuk pulang saja.


Sesampainya di rumah, Anja langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Sayang, hati-hati!" Nara mengejar istrinya yang nampak menaiki tangga dengan tergesa-gesa.


"Aaaaaahh!" Jerit Anja saat merasakan tubuhnya melayang dalam gendongan sang suami. "Turunin aku mas!" Anja melotot ke arah suaminya, namun Nara hanya acuh.


"Nanti setelah tiba di kamar." Nara terus melangkah menaiki tangga satu persatu tanpa menghiraukan mata istrinya yang masih melotot tajam ke arahnya.


Sesampainya di kamar, Nara langsung merebahkan istrinya itu ke atas tempat tidur.


"Jangan keras kepala, aku tidak suka kamu yang seperti ini. Dimana istri ku yang lemah lembut dulu?"


"Hiks.. hiks.." Nara langsung merebahkan tubuhnya di samping sang istri kemudian memeluknya saat melihat istrinya menangis.


"Boleh ya?" Ucap Nara dengan mata sayu meminta izin kepada istrinya. Anja yang tak tega pun mengangguk. Pasalnya sudah hampir dua bulan ini suaminya itu berpuasa. Nara yang mendapat lampu hijau dari sang istri, tanpa membuang waktu langsung m31ucuti pakaian istrinya dan juga pakaiannya sendiri. Nara kembali m3m@9ut bibir sang istri. Perlahan ciumannya turun ke leher, kedua tangannya juga tak mau kalah. Dir3m@$nya pelan kedua bukit kembar istrinya yang nampak semakin membesar itu. Nara hanya memainkannya saja tanpa ingin m3ny3s@pnya. Setelah membaca buku KIA milih istrinya itu, Nara menjadi tahu bahwa di usia kehamilan tujuh bulan, kedua p@yud@r@ istrinya itu sudah mengeluarkan ASI yang disebut kolostrum. Dan kolostrum itu baik untuk bayi yang baru dilahirkan. Jadi ia memilih mengalah dan akan memberikan kolostrum tersebut kepada calon anaknya nanti.


Setelah melakukan pemanasan selama beberapa menit hingga ia merasa tubuh istrinya itu sudah siap untuk menerimanya, baru Nara perlahan mulai menekuk kedua lutut istrinya.


"Sayang, ini Daddy mau berkunjung nak. Jangan kaget ya." Ucap Nara mengecup perut buncit sang istri. Setelah itu ia bersiap masuk ke dalam sarangnya.


Skip!


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚