I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 128



Tepat pukul dua belas siang acara resepsi pernikahan pun telah usai. Seluruh tamu undangan sudah meninggalkan ballroom hotel. Tertinggal tiga keluarga besar yang memang berencana menginap semalam lagi di hotel tersebut karena mereka semua akan kembali esok hari.


Mereka semua langsung kembali ke kamar masing-masing setelah sebelumnya makan siang bersama terlebih dahulu. Begitu pun dengan Radha dan Wisnu yang langsung masuk ke dalam kamar pengantin mereka yang sudah dihias sedemikian rupa.


Suasana di dalam kamar tersebut malah membuat mereka semakin canggung. Apalagi saat melihat banyaknya kelopak mawar yang bertebaran di atas ranjang membuat mereka meringis bersamaan.


"Eem, apa kakak mau mandi dulu?" Wisnu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ya!" Sahut Radha cepat dan langsung melesat ke dalam kamar mandi kemudian mengunci pintunya rapat. Satu persatu hiasan yang ada di kepalanya ia lepas. Hingga saat ia ingin membuka gaun pengantinnya, Radha merasa kesulitan karena resletingnya berada di belakang punggung dan tangannya tidak sampai. Mau tidak mau dengan membuang rasa malunya, Radha terpaksa harus meminta bantuan suaminya yang sayangnya adalah laki-laki yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri.


Ceklek!


Perlahan Radha membuka pintu kamar mandi kemudian melongokkan kepalanya bersamaan dengan Wisnu yang menoleh ke arahnya.


"Eem Wis," Ucap Radha ragu.


"Iya kak!" Sahut Wisnu cepat.


"Eem, bisa bantu kakak sebentar?" Wisnu yang sedang duduk di sofa segera bangkit dan melangkah menghampiri istrinya.


"Apa yang bisa Wisnu bantu?"


"Tolong bukakan resleting gaun kakak, tangan kakak nggak sampai."


"Baiklah, ayo aku bantu."


Radha langsung masuk kembali ke dalam kamar mandi diikuti oleh Wisnu. Perlahan tangan Wisnu terulur. Tangan sebelah kiri ia gunakan untuk memegang gaun istrinya bagian atas, sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk menarik resletingnya ke bawah.


Setelah berhasil menarik resleting gaun pengantin istrinya hingga ke bawah, Wisnu langsung melepaskan kedua tangannya dan mundur ke belakang karena matanya tak sengaja melihat dengan jelas punggung mulus istrinya itu hingga ia kesusahan menelan salivanya. Bersamaan dengan itu, Radha menjerit histeris hingga membuat Wisnu terkejut dan seketika tersadar. Namun matanya seketika membulat saat melihat tubuh naked istrinya yang hanya menggunakan segitiga warna krem. Radha buru-buru memungut kembali gaunnya yang tadi meluruh ke lantai untuk menutupi tubuhnya. Sedangkan Wisnu memilih memalingkan wajahnya ke sembarang arah.


Ya, saat Wisnu melepaskan genggaman tangannya dari gaun pengantin sang istri, gaun tersebut langsung meluruh ke lantai tanpa sempat di tahan oleh sang pemiliknya, karena saat itu kedua tangan Radha sibuk menggenggam dan menaikkan rambutnya keatas agar tidak nyangkut di resleting gaunnya.


Detak jantung keduanya serasa menggila. Radha langsung mengunci kembali pintu kamar mandinya kemudian ia bersandar di balik pintu.


"Ya ampun, mau ditaruh di mana muka ku." Radha memejamkan matanya seraya mengelus dadanya beberapa kali. Wisnu pun begitu, ia terlihat meraup wajahnya beberapa kali saat berhasil keluar dari kamar mandi untuk menghilangkan bayangan tubuh naked istrinya dari pelupuk matanya.


Wisnu melangkah mendekati lemari es yang ada di dalam kamar tersebut. Sepertinya dia butuh air dingin untuk mendinginkan otaknya yang tidak tau malu itu karena sempat-sempatnya berfikir yang bukan-bukan. Ia segera membuka kulkas dan langsung meraih botol air mineral. Satu botol air mineral berukuran tanggung habis dalam sekali tenggak. Namun bayangan itu masih menari-nari dengan jelas di pelupuk matanya.


"Shiiiitt!" Wisnu melempar botol air mineral yang sudah kosong ke tempat sampah. Ia mondar-mandir di depan kulkas, sesekali ia menyugar rambutnya. Sesekali Wisnu juga meraup wajahnya sampai ia tak menyadari bahwa saat ini istrinya sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan handuk kecil yang melilit rambutnya.


"Wis! Apa kamu hanya akan mondar-mandir di sana saja?"


"Eh," Wisnu tersentak. "Aku mau mandi kak!" Wisnu segera melesat masuk ke dalam kamar mandi tanpa berani menoleh ke arah istrinya lagi karena takut ia tidak kuat menahan diri. Bayangkan saja dengan keadaan Radha saat ini yang hanya menggunakan bathrobe dan handuk kecil yang menggulung rambutnya membuat leher mulus Radha nampak dengan jelas dan seolah-olah melambai minta digigit. Dan jangan lupakan kalau tubuh di balik bathrobe itu pasti tidak terbungkus apapun.


Duh, sepertinya otak polos Wisnu sudah mulai tercemar saat dia tadi sempat melihat tubuh naked sang istri.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ