
Degh!
Seketika itu amarah dad Nara langsung memuncak naik sampai ke ubun-ubun.
"B@jin9@n!" Dad Nara langsung melesat menghampiri Elmer saat melihat siapa yang duduk di ruang tamu. Tangan dad Nara langsung mencengkram erat kerah kemeja yang digunakan oleh Elmer beserta kepalan tinjunya.
"DAD JANGAN!" Teriak Radha dan mama Anja bersamaan seraya berlari menghampiri mereka berdua. Radha dengan sekuat tenaga memegangi tangan daddy-nya yang terkepal erat. Hampir saja kepalan tangan dad Nara mendarat di wajah Elmer kalau saja ia tidak bergerak cepat. "Jangan dad plis, kakak mohon."
"Mau apa kamu datang kemari b@jin9@n!" Dad Nara masih dalam posisinya semula yaitu tangan kirinya masih mencengkeram erat kerah kemeja Elmer dan tangan kanannya masih terkepal erat dalam cengkraman anak gadisnya.
"Dad kakak mohon, beri El kesempatan untuk bicara."
"Ayo dad kita duduk dulu, kita bicara baik-baik. Jangan seperti ini." Mama Anja berusaha menenangkan suaminya yang nampak masih dikuasai emosi.
Perlahan cengkraman serta kepalan tangan dad Nara mulai mengendur dan akhirnya terlepas dari Elmer. Dengan dibimbing oleh mama Anja, dad Nara duduk di depan Elmer dan anak gadisnya yang memilih duduk di samping Elmer.
"Ada apa ini!" Teriak Oka dan Rendra bersamaan. Keduanya langsung keluar dari kamar saat mendengar keributan di luar.
"B@jin9@n!" Oka langsung melesat menghampiri Elmer saat melihat biang dari keributan yang terjadi di rumahnya.
Buuugh!!
Dengan cepat tanpa ada yang menduga, Oka menghantam wajah Elmer dengan kepalan tangannya hingga membuat punggung Elmer menghantam sandaran sofa. Beruntung sofa tersebut empuk hingga tak membuatnya kesakitan.
"Aaaaaahh!" Jerit Radha.
"Oka!" Teriak mama Anja dan Rendra bersamaan. Sedangkan dad Nara nampak menyeringai. Akhirnya anaknya itu bisa mewujudkan apa yang sejak tadi ingin dilakukan olehnya.
Rendra segera menahan adiknya saat kepalan tangan adiknya itu akan kembali menghantam wajah Elmer.
"Lepas bang!" Oka memberontak.
"Sudah Ka, kita duduk kasihan kakak." Rendra menunjuk kakaknya dengan dagunya. Karena mereka semua terfokus dengan Oka dan Elmer hingga tak menyadari Radha yang terisak di samping sang kekasih.
Mama Anja segera bangkit dari duduknya kemudian menghampiri sang Putri. Sedangkan Oka yang mulai tenang dan sudah dapat menguasai amarahnya memilih duduk di kursi yang lain bersama abangnya.
"Sudah jangan menangis. Kita bicarakan baik-baik." Mama Anja mengusap air mata di kedua pipi anaknya.
"Sudah baby, aku baik-baik saja!" Elmer menggenggam erat tangan Radha.
"Hey! Siapa yang mengizinkan mu memanggil anak ku dengan panggilan itu!" Hardik dad Nara tak terima ada orang lain yang memanggil anak gadisnya itu dengan sebutan baby. "Hanya aku yang boleh memanggilnya baby!"
"Dad sudah!" Sergah mama Anja mendelik kesal dengan suaminya itu.
"Eheem!" Elmer membenarkan posisi duduknya. "Sebelumnya saya mau meminta maaf atas kejadian empat tahun yang lalu. Maaf, saat itu saya sedang khilaf!"
"Ciiihh!"
"Dad!" Mama Anja kembali menatap tajam ke arah suaminya. Mama Anja segera berpindah duduk di samping sang suami setelah memastikan anak gadisnya itu tenang.
"Tujuan saya datang kesini adalah untuk meminta Restu kepada kalian. Saya ingin meminang Radha untuk menjadi istri saya."
"Berani sekali kau meminta anak ku!" Dad Nara mengacungkan telunjuknya ke arah Elmer.
"Dad!" Mama Anja segera meraih tangan sang suami. "Sayang!" Mama Anja beralih menatap anak gadisnya. "Apakah ini yang selama empat tahun ini kakak tunggu?" Radha menganggukkan kepalanya seraya menunduk takut dengan tatapan tajam daddy-nya.
"Aku punya banyak temen cowok yang jauh lebih baik dari b@jin9@n ini kak!" Sahut Oka.
"Ssssstttt!" Rendra menyenggol bahu sang adik.
"Apa sih bang!" Protes Oka.
"Masih banyak laki-laki lain yang jauh lebih baik baby."
"Tidak dad! Kakak hanya mencintai El!"
"Huuuuuft!" Dad Nara bisa apa kalau sudah begini? Ketika cinta melekat, tai ayam serasa coklat!
"Mungkin ini yang dinamakan jodoh. Sejauh dan selama apapun kalian berpisah, jika kalian berjodoh pasti akan dipertemukan kembali." Ucap mama Anja bijak seperti yang diucapkan Buna Laras kemarin.
Siang itu juga setelah makan siang, mereka kembali berunding di ruang keluarga untuk membahas hubungan Radha dan Elmer ke jenjang selanjutnya.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ