I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 115



Setelah terjadi perundingan yang sangat-sangat alot karena dad Nara sepertinya masih belum ikhlas kalau anak gadisnya itu menentukan pilihan pada laki-laki b@jin9@n seperti Elmer, akhirnya mereka semua sepakat akan melangsungkan pernikahan mereka bulan depan. Dan Radha memilih menikah di hotel Prasasti yang dikelolanya di Surabaya. Awalnya dad Nara tidak setuju, tapi istrinya itu selalu berhasil meruntuhkan egonya. Jadi dengan terpaksa, dad Nara menyetujui keputusan anak gadisnya itu.


"Terus bagaimana dengan orang tua mu?" Tanya dad Nara sinis.


"Mami sudah bahagia bersama keluarganya, mami tidak akan peduli lagi dengan kehidupan ku. Sedangkan papi, aku tidak tahu bagaimana rupanya dan di mana dia berada saat ini." Jawab Elmer jujur, karena memang selama ini dia tidak pernah bertemu dengan papinya. Entah papinya itu sudah meninggal atau ke mana, Elmer tidak peduli. Yang penting dia bisa bersatu dengan gadis pujaannya itu dan membangun mahligai rumah tangga yang bahagia.


"Baiklah, tidak masalah. Seorang laki-laki tidak membutuhkan wali." Dad Nara menatap sendu ke arah anak gadisnya. "Baby kemari!" Dad Nara merentangkan kedua tangannya memberi kode kepada anak gadisnya itu untuk segera datang kepadanya. Radha yang melihat itu segera beranjak dari duduknya kemudian menghambur ke pelukan daddy-nya. "Maaf, maafkan Daddy karena tidak bisa menjadi wali nikah mu. Daddy ingin sekali menikahkan baby dengan laki-laki pilihan baby, tapi apalah daya, semua itu di luar kuasa Daddy." Dad Nara mengeratkan pelukannya, Air matanya mengucur deras dari kedua matanya. Radha dan mama Anja pun tak kuasa menahan tangisnya. "Setelah ini, datanglah ke makam Papa Zian untuk meminta restu kepadanya." Radha mengangguk dalam pelukan daddy-nya. "El, aku titipkan anak ku kepada mu. Sekali saja kau menyakitinya, aku pastikan kamu tidak akan pernah lagi bertemu anak ku selamanya."


"Baik Pi! Eh, om!" Ralat Elmer cepat membuat mama Anja dan Radha yang masih berada dalam pelukan daddy-nya terkekeh.


"Tidak papa El, panggil saja senyaman mu. Toh sebentar lagi juga akan menjadi Daddy mu. Mungkin dad Nara memang dikirim Tuhan untuk menjadi papi mu lewat Radha." Ucap Mama Anja membuat hati Elmer menghangat.


Setelah mufakat Elmer segera berpamitan untuk pulang, meninggalkan kediaman Wijaya dengan mengendarai sebuah taksi. Elmer menolak saat Pak Mul menawarkan untuk mengantarnya. Sedangkan Radha langsung masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


*****


Di tempat lain......


Malam pun tiba, nampak sebuah keluarga yang sedang menikmati makan malamnya dengan khusuk. Namun makan malam itu menjadi kacau saat tiba-tiba saja Buna Laras mengucapkan sesuatu yang membuat anaknya langsung meninggalkan meja makan.


"Tadi mama Anja telpon, katanya mereka sudah sepakat kalau pernikahan Radha akan digelar di hotel yang ada di sini bulan depan."


Degh!


Bagai terhantam kerasnya balok kayu, dada Wisnu terasa sesak, sakit dan celekit-celekit serta cekot-cekot.


"Wisnu sudah kenyang!" Wisnu membanting sendok dan garpunya ke atas piring. "Wisnu pamit ke kamar dulu." Tanpa persetujuan kedua orang tuanya, Wisnu langsung meninggalkan meja makan dan langsung masuk ke dalam kamarnya dengan membanting keras pintu kamarnya.


Braakk!!


Buna Laras terlonjak dan keheranan melihat sikap anak laki-lakinya itu, karena tidak biasanya Wisnu bersikap seperti itu. Sedangkan ayah Seno yang selama ini memperhatikan gerak-gerik anaknya itu mulai paham dengan sang anak.


"Wisnu kenapa ya yah? Akhir-akhir ini sikapnya berubah aneh."


Buna Laras pun akhirnya memilih diam dan mereka kembali melanjutkan makan malamnya.


*****


"Kak, apa kakak sekarang sudah bahagia?" Wisnu memandangi dan mengelus foto Radha yang ada di dalam ponselnya. Foto yang di ambil oleh Wisnu secara kilat. Waktu itu saat di atas rooftop, Wisnu mengagetkan kakaknya dengan memeluk sang kakak dari belakang. Saat Radha kaget dan menoleh, Wisnu langsung mengecup pipi kakaknya dan langsung membidikkan kamera ponselnya.


Awalnya Radha meminta Wisnu untuk menghapus foto tersebut. Namun Wisnu menolak dan langsung menyembunyikan ponselnya. Bukan karena ia tak mau dicium oleh adiknya, tapi karena ekspresinya yang menurutnya jelek. Namun bagi Wisnu, ekspresi kakaknya itu sangat menggemaskan.


Entah berapa lama Wisnu memandangi dan mengelus foto tersebut hingga ia tertidur lelap. Tanpa disadarinya, malam itu ayah Seno masuk ke dalam kamarnya yang tidak dikunci. Karena ketiduran ia sampai lupa mengunci pintu kamarnya.


Perlahan ayah Seno melangkah mendekat ke arah tempat tidur. Melihat ponsel sang anak yang tergeletak di samping tubuhnya, ayah Seno yakin bahwa anaknya itu ketiduran saat memegang ponsel. Ayah Seno segera meraih ponsel tersebut kemudian memencet tombol untuk mengaktifkan layar ponsel. Meskipun layar ponsel itu terkunci, tapi dapat ayah Seno lihat dengan jelas wallpaper yang terpasang di ponsel anaknya itu. Yaitu foto anaknya yang sedang mencium Radha.


Degh!


Sekarang dugaan ayah Seno semakin kuat bahwa anaknya itu mencintai Radha, kakak sepupunya sendiri.


*****


*****


*****


*****


*****


Sumpah emak mewek pas nulis part Dad Nara yang nangis karena tidak bisa menjadi wali nikah untuk anak gadisnya 😭😭


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ