I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 79



"Sa-sayang, kenapa nangis?" Nara merebut map yang ada di tangan istrinya kemudian meletakkannya di sofa samping ia duduk. Nara langsung merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya. Anja semakin terisak dalam pelukan suaminya. "Ada apa hem?" Nara membelai lembut kepala sang istri.


Ya, sepulang dari kerja tadi Nara langsung menunjukkan map yang berisikan tentang data-data Selena dan anaknya kepada istrinya.


"Kasihan Selena." Ucap Anja menyeka air matanya.


"Hah, kasihan?" Nara bingung dengan ucapan istrinya. Sudah jelas-jelas Selena lah yang menjadi penyebab kesalahpahaman di antara mereka.


"Aku nggak bisa bayangin, dia harus mengandung dan melahirkan serta membesarkan anaknya seorang diri tanpa ada suami di sisinya." Air mata Anja kembali berlinang. "Aku jadi teringat dengan Mbak Shasa Mas."


"Sudah ya, yang penting sekarang Shasa sudah bahagia." Anja mengangguk dalam pelukan suaminya. "Sekarang masalahnya sudah clear. Jadi jangan ngambek lagi kalau nanti tiba-tiba ada yang manggil aku dengan sebutan Papi lagi." Nara menggoda istrinya yang nampak memanyunkan bibirnya.


"Mungkin Excel merindukan sosok ayah mas, tapi kenapa harus kamu? Apa mungkin Selena menginginkan kamu untuk menjadi papinya Excel?"


"Apa sih, nggak usah berpikiran yang aneh-aneh. Sampai kapanpun aku hanyalah Daddy dari ketiga anak ku." Nara mengurai pelukannya. "Sudah, aku mau mandi dulu." Nara segera masuk ke dalam kamar mandi. Anja pun segera menyiapkan baju ganti suaminya kemudian segera turun ke bawah.


*****


"Papi!" Excel berlari ke arah Nara saat melihat Nara yang baru saja turun dari mobil bersama Radha temannya.


"Eh, ini Daddy aku bukan papi kamu!" Radha tidak suka melihat ada orang lain yang memanggil daddy-nya dengan sebutan Papi.


"Ini papi aku, iya kan mami?" Excel bertanya kepada maminya yang berjalan mendekat ke arah mereka. Selena hanya tersenyum menanggapi pertanyaan anaknya.


"Pagi Ra, apa kabar?" Tanya Selena basa basi.


"Aku peringatkan sekali lagi kepada mu," Nara mengeraskan rahangnya seraya menunjuk ke arah Selena. "Jangan pernah mengajari anak mu untuk memanggil ku Papi. Karena aku bukan papinya!" Nara memberikan penekanan dalam setiap ucapannya.


"Aku bukan papi kamu!" Nara yang sudah terbakar emosi sampai lupa kalau ia sedang berbicara dengan seorang anak kecil.


"Baby masuk ya?" Nara beralih menatap anaknya dengan lembut. Radha pun segera mencium tangan daddy-nya kemudian berlari masuk ke dalam sekolahnya tanpa menghiraukan Excel.


Tanpa mengucap sepatah kata pun, Nara langsung masuk ke dalam mobil seraya membanting pintunya dengan keras. Nara segera melesatkan mobilnya meninggalkan sekolahan anaknya untuk kembali ke rumah.


"Mami, Exel nggak mau sekolah lagi. Excel benci sama teman-teman yang suka ngatain Exel nggak punya Papi." Excel berlari masuk ke dalam mobil kembali. Akhirnya Excel memilih untuk tidak bersekolah lagi. Ya begitulah, Excel sering berpindah-pindah sekolah karena sering menjadi bahan olokan teman-temannya di sekolah, karena dia yang tidak pernah diantarkan oleh papinya. Dan teman-teman Excel menganggap Excel tidak memiliki Papi.


Selena lagi-lagi hanya bisa menghela nafasnya. Setitik air mata jatuh membasahi pipinya. "Br3n9$3k kamu El!" Selena menghapus air matanya kemudian menyusul anaknya masuk ke dalam mobil. "Jalan pak! Kita pulang saja." Supir keluarga Handoko pun langsung putar balik untuk kembali ke kediaman orang tua Selena.


Dan sejak saat itu, Exel sudah tidak bersekolah lagi di tempat Radha. Entah Selena menyekolahkan anaknya di mana. Bahkan sejak itu Selena juga tidak pernah datang lagi ke kantor Nara. Dan Nara juga tidak ambil pusing dengan semua itu. Ia malah bersyukur tidak dipertemukan lagi dengan Selena.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ