I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 63



Ceklek!


Pintu ruangan operasi dibuka dari dalam dan muncullah dokter Lusi. Mama Rosi dan Papa Hadi segera beranjak dari duduknya lalu menghampiri dokter Lusi.


"Dok!"


"Apa Pak Nara belum kembali bu?" Dokter Lusi nampak celingukan mencari suami dari pasiennya.


"Belum dok, ada apa?" Raut khawatir nampak jelas di wajah mama Rosi.


"Bu Anja butuh Pak Nara di sampingnya untuk menguatkannya, karena saat ini sudah terjadi pembukaan sembilan. Sebentar lagi bu Anja akan segera melahirkan." Jelas dokter Lusi.


"Hah, maksud dokter?" Mama Rosi terkejut bukan kepalang.


"Ya, kami tidak jadi melakukan operasi sesar karena tadi saat saya melakukan pemeriksaan, Bu Anja sudah bukaan sembilan." Papar dokter Lusi menjelaskan kondisi pasiennya saat ini.


"Tapi menantu saya tidak merasakan apa-apa dok. Bahkan dia terlihat sehat dan baik-baik saja, tidak mengeluh apapun."


"Ya, memang keadaan bu Anja saat ini sehat dan baik-baik saja bu." Mama Rosi langsung menerobos masuk ke dalam ruang operasi setelah mendengar penjelasan dokter Lusi.


"Sayang, apa yang kamu rasakan?" Mama Rosi mengelus lembut kepala menantunya, namun Anja hanya menggeleng.


"Sssssstttt!" Anja nampak meringis. Mungkin kontraksi baru saja datang.


"Dok, menantu saya kesakitan!" Seru mama Rosi.


"Permisi Bu, biar saya periksa dulu Bu Anja nya." Dokter Lusi langsung sigap memeriksa jalan lahir Anja. "Sudah lengkap!" Ucap dokter Lusi bersamaan dengan Nara yang sudah masuk ke dalam ruang operasi.


"Sssssttt!" Anja kembali meringis membuat Nara yang baru saja masuk seketika panik.


"Eh ada apa ini? Sayang?" Nara langsung mendekati sang istri.


"Bu Anja akan melahirkan secara normal pak! Bukaannya sudah lengkap!"


"Hah!" Nara membelalakkan matanya karena terkejut. "Tap-tapi kan mau operasi sesar saja dok?"


"Ayo sus!" Seru dokter Lusi memposisikan dirinya kembali di bawah kaki pasiennya. Mama Rosi perlahan keluar dari ruangan tersebut karena tidak ingin mengganggu konsentrasi dokter Lusi.


"Bu Anja ikuti intruksi saya oke, jangan mengejan kalau saya belum menyuruh bu Anja mengejan." Anja hanya bisa mengangguk lemah. Sedangkan Nara hanya bisa pasrah dan tidak bisa lagi membantah ucapan dokter Lusi. Mungkin setelah ini ia tidak akan menuntut istrinya untuk hamil lagi. Sudah cukup rasanya, sudah tiga kali ia menyaksikan kesakitan sang istri saat melahirkan anak-anaknya. Nara segera memposisikan dirinya berdiri di samping sang istri seraya menggenggam erat tangan istrinya untuk memberikan kekuatan.


"Tarik nafas, buang! Rileks oke! Tarik nafas lagi, dorong!" Anja langsung mengejan dengan sekuat tenaga mengikuti instruksi dokter Lusi. Dan dalam sekali dorongan, lahirlah seorang bayi laki-laki yang sangat tampan.


Oweeeeeekk......


Suara jerit tangis baby boy langsung menggema memenuhi ruang persalinan tersebut.


"Alhamdulillah....." Ucapan syukur langsung terlantun dari bibir semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut, tak terkecuali Mama Rosi dan juga papa Hadi yang mendengar suara tangisan dari cucunya yang baru saja terlahir.


"Terimakasih sayang, terimakasih!" Nara langsung menciumi wajah istrinya yang hanya diam saja karena memang masih lemas.


Satu jam kemudian Anja dan juga Baby Boy sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Raut kebahagiaan nampak jelas terpancar di wajah ke empat orang tersebut. Mama Rosi sejak tadi tak melepaskan sedikitpun Baby Boy dari pangkuannya. Bahkan Papa Hadi pun tidak diberikan kesempatan untuk menggendong cucunya. Padahal sejak tadi tangan Papa Hadi sudah gatal ingin segera menimang sang cucu.


"Siapa namanya Ra?" Tanya Mama Rosi tanpa mengalihkan pandangannya dari sang cucu.


"Asoka!" Jawab Nara tegas tanpa keraguan. "Asoka Hadi Wijaya!" Lanjutnya. Papa Hadi menyunggingkan senyumnya, yang entah memiliki arti apa dibalik senyumannya itu. Sedangkan mama Rosi hanya manggut-manggut saja, begitupun Anja yang tidak pernah protes dengan nama yang diberikan oleh suaminya untuk anak-anaknya.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ