I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 24



Undangan pesta pernikahan Nara dan Anja sudah tersebar luas di kalangan kerabat, sahabat dan juga kolega bisnis dari Nara dan juga papa Hadi. Tak terasa tinggal seminggu lagi Nara dan Anja akan segera menikah. Rencananya, prosesi ijab kabul akan dilaksanakan di rumah saja dan hanya disaksikan oleh keluarga inti saja agar suasananya lebih khidmat.


"Boss, gak pulang?" Tiba-tiba saja Bima menyembulkan kepalanya di pintu ruangan Nara. Nara melihat jam yang ada di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Begitulah kesibukan Nara akhir-akhir ini, ia sering pulang larut malam. Bukan apa, Nara hanya ingin segera menyelesaikan pekerjaannya, kemudian mengambil cuti panjang untuk pernikahan serta bulan madunya. Dan sudah seminggu ini baby Radha mogok bicara dengannya, karena merasa diabaikan oleh daddy-nya. Daddy-nya tak pernah ada waktu lagi untuknya. Mereka hanya berjumpa saat sarapan saja karena setiap Nara pulang dari kerja, pintu kamar Anja sudah terkunci rapat.


Nara segera menyambar jas yang disampirkan di sandaran kursi kemudian segera keluar dari ruangannya.


"Ayo!" Nara berjalan di depan diikuti Bima yang mengekor di belakangnya. "Pasti baby besok marah lagi. Bisa gak besok aku libur aja Bim?"


"No! Jadwal boss padat sampe lima hari kedepan!" Jawab Bima tegas yang membuat Nara mendengus.


"Ah, sialan memang!" Nara meraup wajahnya kasar.


"Salah sendiri, ambil cuti kok sebulan. Memangnya bulan madu selama itu? Seminggu cukup kali." Gerutu Bima hanya berani di dalam hati.


"Apa liat-liat!" Nara melotot tajam ke arah pantulan Bima yang terdapat di dinding lift. Dan tepat saat itu Bima sedang melihat ke arah Nara, membuat Bima kicep dan langsung menundukkan kepalanya.


"Huh, untung sahabat, kalau enggak udah gue colok tu mata." Gerutu Bima lagi-lagi hanya di dalam hati.


Nara dan Bima keluar dari lift kemudian jalan beriringan keluar dari kantor menuju ke parkiran mobil. Kantor sudah dalam keadaan sepi mampri tanpa penghuni, kecuali dua satpam yang berjaga di pintu masuk, dan dua lagi ada di pos satpam yang ada di depan.


Mobil yang dikendarai oleh Bima meluncur menembus kesunyian malam. Jalanan kota Jakarta malam itu terlihat sedikit lenggang.


"Cepat sedikit Bim, Siapa tahu baby masih belum tidur." Bima menambah kecepatan laju kendaraannya hingga hanya membutuhkan waktu setengah jam sudah sampai di rumah.


"Pergi sana!"


Braakk!


Nara keluar dari mobil dengan membanting pintunya keras membuat Bima terlonjak kaget dan tanpa sadar mengumpat.


"Sialan!"


"Ngomong apa barusan?" Nara kembali membuka pintu mobil tersebut.


"Gak boss, gak ngomong apa-apa. Cuma pengen kentut aja." Jawab Bima seraya menggaruk kepalanya.


Braakk!


Nara melenggang masuk ke dalam rumah meninggalkan Bima yang masih bersungut-sungut di dalam mobil. Bima langsung melesatkan mobilnya menuju apartemen yang selama ini ditinggalinya.


"Aw.. aw.. aw..!" Saat memasuki rumah, Nara langsung disambut dengan capitan tangan Mama Rosi di telinganya.


"Bagus ya, kamu gak lihat ini jam berapa? Malam-malam bikin kegaduhan." Mama Rosi semakin erat menarik telinga anaknya.


"Aw.. ma, bisa putus telinga ku. Nanti Anja gak mau nikah sama aku gara-gara telinga ku tinggal sebelah gimana?"


"Biarin saja, biar jadi perjaka tua, bujang lapuk sekalian biar tau rasa!"


"Eh, mama sama anak gitu amat. Amat aja nggak begitu." Makin keraslah capitan di telinga Nara.


"Aw.. aw.. aw.."


"Daddy belisik!" Teriak Radha tiba-tiba kemudian berlari masuk ke dalam kamar lagi.


"Hey, baby sayang, kok Daddy gak di tolongin." Teriak Nara memanggil sang anak. "Ma, lepasin dulu dech, mumpung baby belum tidur. Pasti sebentar lagi pintunya di kunci rapat." Mohon Nara memelas. Mama Rosi yang tahu kalau seminggu ini anak dan cucunya sedang perang dingin pun perlahan melepaskan tangannya dari telinga Nara. Nara langsung melesat menuju ke kamar anak dan calon istrinya. Namun Sudah beberapa kali ia mengetuk pintunya dan juga memanggil-manggil anaknya serta calon istrinya, tetap saja tidak ada sahutan sama sekali dari dalam. Akhirnya Nara memutuskan untuk naik ke kamarnya saja.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚