I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 100



Sudah seminggu ini Radha tidak datang ke hotel, membuat Elmer kelimpungan karena tidak bisa melihat wajah cantik kekasihnya itu yang selalu bisa membuat hatinya bergetar. Ingin rasanya ia bertanya kepada petugas resepsionis. Namun jika ia melakukan itu, apa nanti tidak akan ada orang yang curiga kepadanya? Takutnya dad Nara juga mengirimkan mata-mata untuk memantau anak gadisnya itu. Jangan sampai ia ketahuan oleh laki-laki tua itu kalau dirinya saat ini sedang menguntit anak gadisnya.


"Sebaiknya gue datang langsung ke warung saja." Putus Elmer yang langsung meninggalkan kamar hotelnya.


Tidak sia-sia usahanya selama ini menguntit kekasihnya itu, hingga ia tahu tempat mana saja yang biasa dikunjungi oleh sang kekasih. Mobil rental yang selama ini digunakan oleh Elmer sebagai sarana transportasinya, siang itu tiba di halaman rumah makan Bu Mayang.


Elmer langsung masuk ke dalam rumah makan Bu Mayang kemudian mencari tempat duduk di pojokan. Setelah mendaratkan tubuhnya di kursi, Elmer langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah makan guna mencari keberadaan sang kekasih. Namun nihil, kekasihnya itu sama sekali tidak nampak batang hidungnya di dalam warung tersebut.


Salah seorang pelayan menghampirinya dan langsung menyodorkan buku menu kepadanya. Setelah menyebutkan pesanannya kepada pelayan tersebut dan pelayan tersebut sudah pergi dari hadapannya, Elmer kembali mengedarkan pandangannya sekali lagi. Namun sang gadis masih belum juga kelihatan, hingga seorang pelayan sudah kembali lagi mengantarkan pesanannya.


Ting!


Elmer segera merogoh ponsel dalam saku celananya saat benda tersebut berbunyi dan bergetar.


"Br3n9$3k!" Elmer mengumpat pelan seraya meremas ponselnya. Entah pesan apa dan dari siapa yang membuatnya kesal. Saat Elmer mendongakkan kepalanya, tak sengaja matanya melihat seseorang yang dicarinya tiba-tiba saja sudah duduk di balik meja kasir.


Elmer langsung saja beranjak dari kursinya untuk menghampiri sang kekasih tanpa menyentuh sedikitpun makanannya. Radha yang sedang asyik memainkan ponselnya tidak menyadari ada seseorang yang mendekat ke arahnya.


"Ra!" Panggil Elmer lembut setelah tiba di depan meja kasir. Radha yang mengenali suara itu seketika mendongakkan kepalanya dengan mata yang membulat sempurna. "Jangan takut, aku tidak akan menyakiti mu." Ucap Elmer pelan karena takut menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana.


"Mau apa lagi kamu?" Radha berucap pelan namun dengan intonasi penuh penekanan.


"Kemana saja kamu seminggu ini? Kenapa tidak datang ke hotel? Aku ingin berbicara dengan mu Ra, plis! Untuk yang terakhir kalinya sebelum aku pergi."


"Pergi?" Beo Radha. Tak bisa dipungkiri, mendengar kata pergi entah mengapa hatinya terasa berdenyut. Mungkin dia masih belum bisa move on dari b@jin9@n yang ada di depannya itu. "Pe-pergi kemana?" Tanpa disadari mulutnya malah dengan lancang menanyakan itu. Harusnya tadi dia pura-pura tidak peduli saja biar laki-laki br3n9$3k yang ada di depannya itu tidak keGRan.


"Gak tuh, biasa aja!" Sinis Radha seraya memalingkan wajahnya menatap ke sembarang arah.


"Plis, kasih aku kesempatan buat bicara sama kamu sebentar. Aku tunggu kamu besok pagi di hotel. Aku harap kamu datang sebelum aku pergi." Elmer menyodorkan selembar uang berwarna merah ke hadapan Radha, kemudian ia segera pergi meninggalkan rumah makan Bu Mayang tanpa menyentuh makanannya.


Radha masih terbengong di balik meja kasir. Pandangannya masih menatap lekat punggung lebar laki-laki yang pernah menjadi kekasihnya itu hingga punggung lebar itu menghilang di balik pintu rumah makan.


"Ada apa dengan hati ku?" Kenapa rasanya sakit saat mendengar kata pergi? Mau pergi kemana sebenarnya b@jin9@n itu?" Radha kembali terbengong. "Ya ampun, ngapain aku mikirin dia. Pergi, pergi, pergi kamu dari sini." Radha menepuk jidatnya sendiri berkali-kali dan juga dadanya setelah tersadar dari lamunannya, berusaha mengenyahkan Elmer dari pikiran dan hatinya. "Eh tunggu, sejak kapan b@jin9@n itu doyan ngomong?" Biasanya kan kalau ngomong cuma sepatah dua patah. Palingan juga cuma, Heem! doank. Dan kemana wajah datarnya selama ini? Kesambet kali ya tu orang?" Radha kembali memainkan ponselnya untuk mengalihkan pikirannya dari mantan kekasihnya itu.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ