I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 42



Setelah dirawat selama seminggu di rumah sakit, akhirnya Anja diperbolehkan pulang. Dan selama itu pula Anja masih mendiamkan suaminya hingga membuat Nara frustasi.


Sesampainya di rumah, Anja langsung menghampiri anaknya yang sedang bermain sambil menonton televisi bersama Mbak Tini.


"Sayang." Anja duduk di sebelah anaknya kemudian mengecupi kepala anaknya.


"Mama!" Baby Radha langsung memeluk mamanya tersebut.


"Daddy!" Baby Radha melepas pelukannya dan beralih meminta gendong kepada daddy-nya. Nara pun segera mengangkat anaknya ke dalam gendongannya.


"Undangan dari mana mbak?" Anja beralih meraih undangan yang tergeletak di atas meja depan televisi.


"Kurang tahu non, tadi ibu yang meletakkannya di situ." Jawab mbak Tini.


"Undangan resepsi pernikahan mbak Shasa dan dokter Andrew? Nanti malam?" Ucap Anja membaca undangan tersebut.


"Apa mau datang kesana nanti malam?" Nara mencoba bertanya kepada istrinya, namun istrinya itu masih diam tak menjawabnya. Lagi-lagi Nara hanya bisa menghela nafasnya pelan.


Anja meletakkan kembali undangan tersebut ke atas meja kemudian beranjak dari duduknya.


"Sayang, ayo ikut mama." Anja meraih baby Radha dalam gendongan suaminya. Dan baby Radha hanya menurut saja.


"Sayang, biar aku saja yang gendong baby, baby berat. Kamu nggak boleh angkat yang berat-berat. Kasihan anak kita yang ada di dalam sana." Nara mengedikkan dagunya ke arah perut buncit istrinya itu. Namun Anja tak memperdulikannya, ia malah berlalu, melangkah menaiki tangga satu persatu dengan menggendong baby Radha hingga membuat Nara seketika panik dan langsung mengejar istrinya.


"Sayang, jangan seperti ini. Sini biar aku saja yang gendong baby." Nara mencoba meraih anaknya dalam gendongan sang istri, namun sang istri menolak dan terus mengayunkan kakinya menuju kamar anaknya yang ada di sebelah kamar mereka. Anja langsung masuk ke dalam kamar anaknya kemudian mengunci pintunya rapat. Nara hanya bisa mendesah frustasi di depan pintu kamar anaknya.


Nara memilih masuk ke dalam kamarnya dan istrinya untuk membersihkan diri terlebih dahulu agar pikirannya lebih fresh.


Menjelang makan siang, Nara sudah turun ke bawah menuju ruang makan dan mendapati Mama Rosi yang sedang menata makanan di atas meja. Anehnya selama istrinya dirawat, Nara sudah tidak pernah lagi merasakan mual dan muntah saat mencium bau yang menyengat.


"Mana istri mu Ra? Gak ikut turun? Apa mau diantar ke atas saja makannya?"


Setelah menemukan kunci cadangan kamar anaknya, Nara segera menaiki tangga menuju kamar anaknya. Di bukanya pintu tersebut perlahan dan mendapati istri serta anaknya sedang tertidur lelap sambil berpelukan. Nara perlahan melangkahkan kakinya menuju ke ranjang. Di dudukkannya tubuhnya di pinggir tempat tidur dekat istrinya. Tangannya terulur mengelus kepala sang istri, kemudian dikecupnya kening sang istri.


"Jangan lama-lama marahnya sayang, aku gak bisa kamu diamin begini." Nara mengecup kening istrinya sekali lagi kemudian segera melangkah keluar dari kamar.


"Loh, Ra, Anja gak mau turun?" Tanya Mama Rosi saat melihat anaknya itu hanya turun sendirian.


"Masih tidur ma, nanti Nara antar ke atas makannya." Nara menarik kursi kemudian mendudukinya.


"Ya sudah, ayo kita makan saja." Mama Rosi segera mengisi piring anaknya itu dengan nasi dan lauk. "Oh ya, tadi ada undangan dari om Dika. Apa kalian mau datang nanti malam?"


"Kayaknya gak deh ma, Anja harus istirahat dan gak boleh capek. Kata dokter Lusi di suruh bedrest total."


"Iya, mama setuju. Biar nanti malam mama dan papa saja yang datang." Kedua anak dan ibu itu melanjutkan makan siangnya di selingi dengan obrolan seputar kehamilan Anja.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚