
Radha perlahan mengerjapkan matanya. Rasa pusing langsung menyeruak saat kesadarannya perlahan mulai kembali.
"Ssstthh!" Ringis Radha memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.
"Kau sudah sadar baby?" Elmer mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang samping Radha yang saat ini masih terbaring lemah.
Ya, Elmer lah yang tadi membekap Radha dan langsung membawanya menuju ke apartemen yang selama ini ditempatinya. Entah alasan apa yang ia gunakan untuk mengelabuhi para security yang sedang berjaga di apartemen tersebut saat melihat dirinya yang sedang menggendong seorang wanita hamil yang nampak tertidur. Mungkin ia mengatakan kalau istrinya itu sedang kecapean.
Radha yang mengenali suara itu langsung melebarkan matanya. Ia seketika terlonjak saat mendapati mantan calon suaminya itu ada di sampingnya.
"El, ngapain kamu ada disini?!" Radha beringsut mundur. Pandangannya mengedar ke seluruh penjuru ruangan dan mendapati bahwa dirinya saat ini tidak sedang berada di kamarnya seperti yang ia pikirkan tadi.
Elmer hanya tersenyum tanpa ingin menjawab pertanyaan Radha. Ia menatap lekat wanita hamil yang ada di depannya itu seolah menikmati keterkejutannya.
Potongan-potongan kejadian barusan mulai mengembalikan kesadaran Radha. Radha mulai menyadari bahwa dirinya saat ini ternyata sedang diculik oleh mantan calon suaminya itu.
"Ngapain kamu bawa aku kesini?! Ini dimana? Aku mau pulang! Suami ku pasti sedang mencari ku saat ini." Cecar Radha dengan suara meninggi.
"Tenanglah baby, aku tidak akan menyakiti mu." Elmer mengulurkan tangannya untuk membelai wajah Radha. Namun belum sempat tangannya menyentuh wajah Radha, Radha sudah menepisnya dengan kasar.
"Mau apa kamu?!" Radha melotot tajam.
"Aku hanya ingin dirimu!" Sahut Elmer tegas.
"Gila!" Teriak Radha ketakutan. "Aku istri orang, apa kamu lupa?"
"Aku tidak lupa baby, tapi bisakah kamu menceraikan suami mu dan kembali kepada ku? Aku akan menerima anak itu dan menganggapnya seperti anak ku sendiri." Elmer mengedikkan dagunya ke arah perut Radha.
Radha hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Elmer yang baginya seperti orang frustasi. Ia tidak menyangka bahwa dirinya pernah mencintai orang segila Elmer. Beruntung dirinya tak sampai menikah dengan pria itu.
"Kamu gila El, kamu sakit! Biarkan aku pergi dari sini, aku mohon." Radha mengatupkan kedua tangannya dengan berlinang air mata. Radha takut Elmer akan berbuat nekat yang nantinya akan menyakiti kandungannya.
"Tenanglah, aku tidak akan menyakiti mu baby." Elmer beringsut menghampiri Radha.
"STOP!" Radha semakin ketakutan. "Plis hentikan, lepaskan aku El. Aku mau pulang, hiks.. hiks.."
Radha terdiam tidak merespon ucapan Elmer karena ketakutan masih menguasai dirinya.
"Jangan membuat ku mengulang ucapan ku untuk kedua kalinya!" Tegas Elmer. Mau tak mau meski dirinya ketakutan, Radha perlahan menghampiri Elmer. Bukan karena Radha juga merindukan Elmer, akan tetapi karena ia tidak mau nantinya Elmer berbuat nekat.
Radha perlahan masuk ke dalam pelukan Elmer, dan Elmer pun langsung merengkuh erat tubuh Radha. Ciuman bertubi-tubi ia daratkan di puncak kepala Radha seolah sedang meluapkan rasa rindunya.
Radha merasa risih, hatinya bergejolak. Ia merasa sudah menghianati suaminya. Tapi dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa pasrah dan berdoa dalam hati semoga Elmer mau melepaskannya.
"Bagaimana?" Elmer mengurai pelukannya. Saat Elmer mendekatkan wajahnya ingin mengecup Radha, Radha langsung menghindar.
"Biarkan aku pergi El." Mohon Radha sekali lagi.
"Apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi?" Tanya Elmer yang langsung mendapat gelengan kepala dari Radha. "Lihat aku baby, tatap mata ku." Elmer meraih dagu Radha agar Radha mau menatapnya.
Pandangan keduanya bertemu. Tes! Air mata Radha kembali berlinang. Radha sudah tidak merasakan apapun saat bertatapan dengan Elmer.
Berbeda dengan Elmer, detak jantungnya bergemuruh saat pandangannya bertemu dengan wanita yang sangat dicintainya. Apalagi saat melihat genangan air mata di wajah Radha. Hatinya terasa tersayat. Tidak bolehkah ia egois? Ia hanya ingin hidup bersama wanita yang sangat dicintainya. Namun saat ia tidak lagi melihat cinta di kedua bola mata itu, hatinya semakin teriris. Secepat itukah Radha melupakannya? Tapi bagaimana mungkin? Empat tahun saja saat ia meninggalkannya tanpa kabar berita, mata itu masih memancarkan cinta untuknya meskipun bercampur dengan kecewa. Sedangkan sekarang baru tujuh bulan, tapi cinta itu hilang begitu saja tak berbekas.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ