I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 129



Ceklek!


Sekarang gantian Wisnu yang melongokkan kepalanya dari dalam kamar mandi. Dilihatnya sang istri yang sudah berpakaian rapi dan sedang berdiri menghadap ke arah jendela. Wisnu jadi merasa sungkan, namun ia segera membuang rasa itu. Harus meminta tolong kepada siapa lagi kalau bukan kepada istrinya, karena hanya istrinya lah yang ada di dalam kamar itu.


Wisnu keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Tanpa Radha sadari, suaminya itu perlahan mendekat ke arahnya.


Seperti biasa saat melihat tubuh kakaknya dari belakang, Wisnu merasa seperti ada magnet yang menariknya hingga ia selalu saja ingin memeluknya.


"Aaaahh!" Radha terlonjak kaget saat tiba-tiba saja ada sepasang tangan yang melingkar di pinggangnya. "Wisnu, apa yang kamu lakukan?" Radha segera mengusap air matanya yang tadi sempat membasahi pipinya, kemudian berusaha melepaskan tangan Wisnu dari pinggangnya.


"Biarkan seperti ini sebentar saja kak." Mohon Wisnu semakin mengeratkan pelukannya. "Aku mencintai mu kak, sangat!" Wisnu mengecup puncak kepala istrinya beberapa kali seraya memejamkan matanya menikmati aroma tubuh sang istri.


Degh!


Radha tertegun saat mendengar ungkapan cinta dari sang suami. Radha bisa merasakan bahwa yang diucapkan oleh Wisnu barusan adalah sebuah ketulusan. Akal sehatnya ingin memberontak, namun tubuhnya berkata lain. Ia malah menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya yang nampak polos karena belum memakai pakaian.


Lama mereka dalam posisi itu hingga Radha menyadari bahwa ternyata suaminya itu belum memakai baju. Radha langsung mendorong dengan kuat tubuh suaminya hingga Wisnu terjengkang ke belakang dan p@nt@tnya langsung mencium kerasnya lantai.


"Auw!"


"Aaaaaa!"


Teriak mereka berdua bersamaan dan Radha segera menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Wisnu yang merasakan nyeri pada area belakang tubuhnya, sedangkan Radha berteriak karena melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat.


"Cepat pakai kembali handuk mu Wis!" Seru Radha seraya membalikkan tubuhnya membelakangi sang suami.


"Astaga!" Wisnu buru-buru berdiri dan segera membenarkan kembali lilitan handuknya yang sempat terlepas dari tubuhnya. Betapa malunya dia saat istrinya itu ternyata melihat benda pusakanya. Eh, bukannya mereka sekarang sudah halal? Jadi sah-sah saja kan jika mereka melihat milik mereka satu sama lain. Jangankan hanya melihat, menikmatinya saja boleh. Ish, apa sih? Wisnu jadi berpikir yang bukan-bukan lagi.


"Kak?"


"Apa!" Sahut Radha agak ketus. "Udah pake baju belum?" Tanya Radha masih dalam posisi membelakangi sang suami.


"Belum!" Jawab Wisnu cepat.


"Kenapa gak pakai baju!" Suara Radha sedikit meninggi, matanya pun ikut melotot. Beruntung ia belum membalikkan tubuhnya.


"Itu dia masalahnya kak, aku lupa nggak bawa baju ganti. Boleh minta tolong ambilkan tas ku di kamar bawah?"


"Baiklah kakak ambilkan, setelah itu kita perlu bicara."


"Baiklah, ini kuncinya." Wisnu menyerahkan kunci kamarnya kepada istrinya. Radha pun segera melesat keluar dari kamar.


Tak berselang lama Radha sudah kembali lagi ke dalam kamar dengan membawa tas ransel suaminya. Wisnu pun segera mengambil satu setel pakaian yang kemarin dibawanya kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.


Lima belas menit kemudian keduanya sudah duduk bersandar di atas ranjang. Jangan lupakan guling yang diletakkan oleh Radha di tengah-tengah mereka sebagai pembatas.


"Apa yang ingin kakak bicarakan?"


"Eem, pertama-tama aku ingin merubah panggilan kita. Biar bagaimanapun kamu sekarang adalah suami ku, jadi tidak pantas rasanya jika kamu memanggil ku dengan sebutan kakak lagi."


Wisnu mengangguk membenarkan ucapan istrinya. "Terus sekarang kamu minta dipanggil apa?"


"Baiklah, terus kamu mau memanggil ku dengan sebutan apa?"


"Eem, apa boleh aku panggil Wisnu saja?" Tanya Radha ragu-ragu.


"Terserah, senyaman kamu saja!"


"Tapi apa nanti mama nggak marah? Dikira nanti aku nggak menghormati mu sebagai suami ku."


Wisnu hanya mengedikkan bahunya karena tidak tahu harus menjawab apa. "Terus apalagi?"


"Eem, ini yang paling penting. Boleh tidak jangan meminta hak mu sekarang?" Lirih Radha merasa malu karena harus membicarakan masalah seperti itu.


"Memangnya kenapa? Bukannya kita sudah halal?" Ceplos Wisnu. Padahal di dalam dadanya sudah kebat-kebit tak karuan saat membahas masalah ini.


"Bu-bukan begitu Wis, hanya saja aku belum siap?"


"Sampai kapan?"


"Ya sampai aku siap!"


"Iya, kapan siapnya?" Tanya Wisnu menuntut.


"Eem, saat aku sudah berhasil menyingkirkan nama Elmer dari dalam hati ku dan menggantikannya dengan nama mu. Hiks.. hiks.." Tiba-tiba saja Radha terisak. Wisnu yang tak tega langsung meraup istrinya itu ke dalam pelukannya.


"Sudah jangan menangis lagi. Aku janji tidak akan memintanya sampai kamu siap."


"Maaf, bukan maksud ku untuk menolak menjalankan kewajiban ku. Tapi kamu tau sendiri kan, kalau semua ini terlalu mendadak."


"Aku tau! Sekarang istirahatlah, jangan terlalu banyak pikiran."


Radha segera membaringkan tubuhnya ke atas ranjang, begitupun Wisnu. Wisnu langsung menyingkirkan guling yang ada di tengah-tengah mereka kemudian merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya.


"Aaaahh!" Radha tersentak kaget.


"Kalau peluk boleh kan?" Bisik Wisnu lirih di telinga sang istri hingga membuat tubuh Radha meremang. Radha memilih diam saja tak menanggapi ucapan suaminya. Ia yang merasa canggung perlahan menyerukan kepalanya di dada bidang sang suami guna mencari posisi ternyaman.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ