I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 47



Nara langsung meloncat dari atas ranjang saat melihat istrinya itu merintih kesakitan.


"Sayang, ka-kamu kenapa? Ap-apanya yang sakit?" Nara tiba-tiba tergagap.


"Aah mas, perut ku." Anja memegangi perutnya yang terasa sakit. "Ssssttt!"


"I-iya sayang sebentar, aku ambil baju dulu." Nara melesat menuju lemari untuk mengambil baju ganti untuknya dan juga daster untuk istrinya. Setelah ia berhasil memakai bajunya sendiri, Nara langsung memakaikan daster ke tubuh istrinya tanpa memakaikan dalaman terlebih dahulu. "Sebentar sayang, aku panggil mama dulu."


"Mas, sssssttt!" Nara langsung melesat keluar dari kamar tanpa menghiraukan desisan sang istri karena terlalu panik.


"MA!" Teriak Nara dengan lantang di pertengahan tangga. Mama Rosi yang saat itu berada di meja makan bersama papa Hadi dan Radha cucunya pun menjadi geram. Pasalnya mereka sudah menunggu Nara dan istrinya hampir setengah jam, tapi tak kunjung turun untuk sarapan. Dan sekarang bukannya langsung turun malah teriak-teriak nggak jelas bikin orang serumah kaget.


"MA, MAMA! ANJA MAU MELAHIRKAN MA!" Teriak Nara sekali lagi dengan suara sekeras mungkin agar penghuni rumah mampu mendengar teriakannya. Setelah itu ia kembali berlari ke kamarnya.


"Astagaaaaa!" Seru mama Rosi yang langsung berlari meninggalkan ruang makan dan langsung menaiki tangga satu persatu diikuti oleh papa Hadi.


"Opa!" Panggil Radha yang melihat sang opa ikut beranjak meninggalkannya.


"Astagaaaa!" Papa Hadi menepuk keningnya karena melupakan cucu kesayangannya itu. "Ayo sayang, dedek mau lahir." Papa Hadi segera mengangkat Cucunya ke dalam gendongannya kemudian berlari menaiki tangga menyusul Mama Rosi. Sedangkan mbak Tini dan mbok Parni yang melongo di dapur segera tersadar. Mbok parni segera menepuk bahu keponakannya itu dan memintanya segera memberitahu Pak Mun untuk menyiapkan mobil. Mbak Tini pun segera berlari keluar rumah.


*****


"Sayang, ayo kita ke rumah sakit sekarang." Nara perlahan mengangkat tubuh istrinya dari atas ranjang.


"Ayo Ra cepetan, keburu mbrojol cucu mama!" Teriak Mama Rosi saat masuk ke dalam kamar, yang mana membuat Nara semakin panik.


"Aaaahh ssssstt!" Anja kembali merintih dengan muka yang sudah merah padam dan juga tangan yang mencengkram perut bagian bawahnya. Nara dan mama Rosi semakin kalang kabut dibuatnya. Nara langsung berlari keluar dari kamar seraya menggendong istrinya.


"Pak Mun!" Teriak Nara ketika tiba di teras. Pak Mun yang sudah standby di depan rumah langsung membukakan pintu mobil untuk majikannya tersebut. Nara langsung masuk ke dalam mobil beserta istrinya. Dan pak Mun pun segera ikut masuk kedalam mobil.


"Cepetan pak!" Teriak Nara tanpa sadar membentak Pak Mun karena terlalu panik. Pak Mun pun memaklumi itu dan langsung melesatkan mobilnya dengan kecepatan penuh namun tetap hati-hati.


"Ayo pa cepetan kita susul mereka!" Teriak mama Rosi di teras dengan panik.


"Huh.. huh.. huh.." Papa Hadi berusaha mengatur nafasnya saat tiba di teras. "Ma, lutut papa rasanya mau copot ma. Naik turun tangga sambil gendong cucu." Ucap papa Hadi di sela nafasnya yang tersengal. Mama Rosi yang tadinya ingin marah menjadi kasihan melihat suaminya tersebut. Mama Rosi malah ingin ketawa di sela-sela kepanikannya. Sedangkan Radha hanya diam saja di gendongan sang opa sambil memperhatikan opa dan Omanya yang sedang berbicara.


"Ya udah, ayo sini duduk dulu." Bukannya mengambil alih Radha, Mama Rosi malah menuntun papa Hadi untuk duduk di kursi yang ada di teras. Papa Hadi pun menurut dan langsung mendudukkan dirinya di kursi teras, kemudian memindahkan Radha ke atas pangkuannya.


"Tunggu sebentar, Mama ambil minum dulu buat papa." Papa Hadi mengangguk. Mama Rosi pun segera berlalu masuk ke dalam rumah.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ