I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 71



"Hay sayang!" Anja melambaikan tangannya saat melihat anaknya keluar dari pintu gerbang sekolahnya. Anja hari ini menyempatkan untuk menjemput anaknya, karena sejak kelahiran baby Oka, ia sama sekali belum pernah lagi mengantar jemput anaknya. Dulu saat ia hamil masih sering ikut pak Mun atau terkadang suaminya mengantar anaknya ke sekolah.


"Mama!" Radha berhambur ke arah mamanya dan langsung memeluknya. "Mama kok disini?"


"Kan mau jemput kakak, memangnya gak boleh?"


"Hehe, kakak senang akhirnya mama bisa jemput kakak lagi. Besok anterin kakak ke sekolah ya?" Pinta Radha ke mamanya.


"Mama nggak bisa janji ya Kak. Tapi kalau adik nggak rewel, mama pasti akan antar kakak ke sekolah."


"Iya, Radha ngerti. Nggak papa, Radha sama Daddy saja."


"Radha!" Sapa seorang bocah laki-laki yang bernama Excel. "Ini mama kamu?"


"Hay Excel! Iya, ini mama aku." Balas Radha.


"Hay ganteng, panggil aja Tante Anja." Anja memperkenalkan diri.


"Hay tante Anja, aku Excel teman barunya Radha." Excel baru masuk ke sekolah Radha hari ini. Entah sebelumnya ia bersekolah dimana, atau mungkin belum bersekolah? Atau home schooling? Tidak ada yang tau kecuali keluarganya.


"Excel!" Panggil seorang perempuan yang baru saja turun dari mobil, kemudian menghampiri Excel.


"Mami! Kenalin ini teman baru Excel, namanya Radha. Dan ini tante Anja, mamanya Radha."


"Hay, aku Anja mamanya Radha." Anja mengulurkan tangannya.


"Selena!" Balas Selena menjabat tangan Anja sebentar, kemudian segera menarik tangannya kembali. Anja hanya bisa menyunggingkan senyumnya kemudian segera menurunkan tangannya.


"Ayo Excel kita pulang!" Selena berlalu masuk ke dalam mobil kembali.


"Radha, Tante Anja, aku pulang dulu ya?" Excel berlari menghampiri mobil maminya seraya melambaikan tangan ke arah Radha. Anja segera menuntun anaknya memasuki mobil. Setelah kedua anak dan ibu itu masuk ke dalam mobil, Pak Mun segera melesatkan mobilnya menuju ke kediaman Wijaya.


Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah, karena memang Anja dan Nara memilih memasukkan anaknya ke sekolahan terdekat.


Anja dan Radha langsung masuk ke dalam kamar anak-anak untuk membersihkan diri terlebih dahulu, sebelum nantinya mereka menghampiri baby Rendra dan baby Oka yang berada di ruang tengah bersama mama Rosi dan Mbak Tini.


"Oh ya, apakah Excel murid baru di sekolah kakak?"


"Iya ma, baru hari ini Excel masuk sekolah." Anja nampak manggut-manggut.


"Ya udah, ayo turun." Anja segera menggandeng tangan anaknya keluar dari kamar.


*****


"Daddy, kakak punya teman baru di sekolah."


"Oh ya? Cowok apa cewek?" Tanya Nara antusias menanggapi ucapan anaknya.


"Cowok, namanya Excel." Jawab Radha. "Tadi kakak sama mama juga sempat kenalan dengan maminya Excel."


"Iya kah? Berarti nggak cuma baby yang punya teman baru, tapi mama juga punya teman baru donk?" Nara melirik sang istri yang hanya diam saja menikmati makanannya. Sedangkan Radha mengangguk. "Siapa namanya?" Lanjut Nara.


"Siapa tadi ma?" Radha beralih menatap mamanya.


"Selena!" Jawab Anja.


"Uhuk.. uhuk..!"


"Uhuk.. uhuk..!"


Nara dan papa Hadi tersedak makanan yang baru saja ditelannya secara bersamaan, membuat Anja dan mama Rosi keheranan. Namun tak urung mereka langsung menyodorkan segelas air putih kepada suaminya masing-masing. Nara dan papa Hadi pun segera meraih gelas yang diberikan oleh istrinya, kemudian meneguknya hingga tandas.


"Kalian ini kenapa? Bisa-bisanya tersedak bersamaan setelah mendengar nama Selena." Tanya mama Rosi mewakili keingintahuan Anja juga. Nara dan Papa Hadi saling pandang seolah bertanya apakah yang dimaksud oleh Anja itu adalah Selena anaknya Pak Handoko, relasi bisnis mereka?


"Tidak ma, kami pikir itu Selena anaknya pak Handoko, relasi bisnis kami." Jawab papa Hadi akhirnya yang buka suara. "Tapi itu tidak mungkin, karena anaknya Pak Handoko belum menikah. Mana mungkin sudah punya anak?" Mama Rosi dan Anja nampak mengangguk membenarkan ucapan papa Hadi.


Pantas saja Anja merasa tidak asing dengan nama Selena, ternyata ia pernah mendengar Bima menyebut nama Selena yang ternyata rekan bisnis suaminya.


"Ya sudah, biarkan saja Anja berteman dengan Selena itu. Toh selama ini kan Anja nggak punya teman." Ujar mama Rosi yang diangguki oleh Nara dan papa Hadi. Mereka kemudian melanjutkan makan malamnya kembali.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ