I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 38



"Sayang!" Teriak Nara memanggil istri tercintanya. Baru saja Nara tiba di ruang tengah, indra penciumannya sudah disambut oleh aroma masakan yang sangat menggoda, tapi tidak bagi Nara.


"Hoooeekk..." Seketika itu Nara langsung berlari ke toilet yang ada di dekat dapur, karena hanya toilet itu yang paling dekat dengan dirinya saat ini. Membuat mbok Parni dan juga mbak Tini yang sedang memasak di dapur terlonjak kaget. Begitupun dengan Mama Rosi yang tadi berjalan di belakang anaknya ikut keheranan melihat tingkah anaknya itu.


"Hoooeekk..." Nara mengeluarkan seluruh isi perutnya yang hanya berupa cairan, karena sejak pagi isi perutnya sudah dikeluarkan.


"Kamu kenapa Ra?" Mama Rosi ikut masuk ke dalam toilet kemudian memijat tengkuk anaknya.


"Ma, bau apa ini?"


"Bau apa? Bau masakan harum begini."


"Tapi kenapa baunya nyengat begini?"


"Owh, tadi katanya istri mu pengen makan semur jengkol." Seketika itu Nara melotot dan segera keluar dari kamar mandi kemudian berlari menaiki tangga untuk mencari keberadaan istrinya.


Nara membuka pintu kamarnya namun tidak menemukan istrinya disana. Kemudian ia beralih ke kamar yang ada di sebelah kamarnya dan langsung mendorong pintunya yang ternyata tidak terkunci. Dan benar saja, istrinya itu ada di kamar anaknya sedang bermain dengan anaknya di atas tempat tidur.


"Sayang," Nara langsung masuk ke dalam dan menghampiri istri serta anaknya kemudian mengecup kepala mereka bergantian.


"Daddy!" Baby Radha langsung meloncat-loncat kegirangan saat melihat daddy-nya yang sudah pulang.


"Loh mas, tumben sudah pulang? Mau makan siang di rumah?" Nara bukannya menjawab pertanyaan sang istri malah langsung memeluk istrinya tersebut saat sang istri beranjak dari duduknya.


"Kangen!" Ucap Nara yang membuat Anja spycless dengan sikap suaminya itu yang tiba-tiba manja kayak baby Radha.


"Mas, ada apa?" Anja mencoba mengurai pelukan suaminya. "Mas, kok berantakan begini?" Anja menyisir rambut suaminya menggunakan tangannya. "Ada apa hem?" Tanya Anja sekali lagi dengan lembut.


"Pusing, mual, muntah!" Jawab Nara beruntun yang membuat Anja melongo. Jangan lupakan Mama Rosi yang sejak tadi berdiri di ambang pintu menyaksikan tingkah anaknya yang menurutnya agak sedikit nyeleweng dari biasanya. Mama Rosi membekap mulutnya saat hampir saja tawanya meledak.


"Cobalah periksa ke dokter Nja." Ucap Mama Rosi memberi saran. Nara yang mendengar suara mamanya segera menoleh.


"Mama ini sama aja sama papa, sama-sama aneh!"


"Iya aneh, tadi papa bilang aku disuruh periksa, tapi harus mengajak istri ku karena kemungkinan istri ku yang bermasalah. Padahal di sini aku yang sakit. Dan sekarang Mama menyuruh istri ku untuk periksa. Harusnya yang diperiksa itu aku bukan istri ku." Mama Rosi dan Anja serempak menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya dugaan mama benar Nja. Pergilah ke rumah sakit, biar Radha sama mama." Mama Rosi langsung masuk ke dalam kamar cucunya dan duduk di sebelah cucunya yang sedang mewarnai gambar.


Anja dan Nara meninggalkan kamar anaknya kemudian masuk ke dalam kamar mereka sendiri untuk bersiap ke rumah sakit. Anja terlebih dahulu membantu suaminya untuk berganti pakaian karena kemeja suaminya basah di bagian dada.


"Sayang, sebenarnya yang sakit di sini itu aku apa kamu?" Nara menciumi wajah istrinya yang sedang mengancingkan kemejanya.


"Diem dulu dech mas, iih!" Anja mendorong pelan wajah suaminya agar tak menghalangi pandangannya. "Nah sudah, ayo!" Anja langsung menggandeng tangan suaminya keluar dari kamar.


"Masker ku?" Nara ingin kembali ke dalam kamar namun Anja mencegahnya.


"Di dashboard banyak mas."


"Oh iya, lupa!" Nara menepuk jidatnya pelan.


Akhirnya dengan diantar oleh Pak Mun, mereka berdua pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Entah siapa yang harusnya diperiksa, mungkin kedua-duanya memang butuh diperiksa.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚