I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 43



Sudah sebulan ini Anja tidur bersama anaknya di kamar anaknya. Namun saat ia membuka matanya di pagi hari, ia sudah berada di pelukan sang suami di kamar mereka sendiri. Meskipun ia tak bertegur sapa dengan suaminya, bukan! bukan mereka, melainkan Anja sendiri yang masih mengunci mulutnya rapat-rapat. Namun meskipun begitu Anja tetap menyiapkan keperluan kantor suaminya. Setelah itu ia akan kembali lagi ke kamar anaknya. Ya, Nara sudah kembali lagi bekerja di kantor seminggu setelah istrinya keluar dari rumah sakit.


"Pagi semua?" Sapa Nara dengan senyum cerahnya.


"Pagi Daddy!" Balas si cantik Radha.


"Hey baby." Nara mencium puncak kepala anaknya dan istrinya bergantian. Namun Anja hanya diam saja tak meresponnya. Sebenarnya, jika ia tak menghargai mertuanya, makan pun Anja lebih memilih makan di kamar bersama anaknya. Namun karena ia takut melukai hati mertuanya, ia terpaksa ikut makan bersama di ruang makan.


"Huuuuuft, coba baby tanya sama mama, apa nggak capek marah terus?" Alis kecil Radha terlihat mengernyit.


"Mama malah cama ciapa?" Nara hanya mengedikkan bahunya.


"Tanya aja sama mama." Nara menarik kursi di samping anaknya kemudian mendudukinya.


"Mama malah?" Radha beralih menatap mamanya yang ada di sampingnya.


"Enggak sayang, udah ya, sekarang kita makan." Radha hanya mengangguk.


"Sa-"


"Sudah-sudah, sebaiknya kita makan." Mama Rosi segera memotong sebelum anaknya itu melanjutkan ucapannya. Takutnya nanti terjadi perang dunia lagi. Nara pun langsung kicep dan tak lagi melanjutkan ucapannya.


Anja segera menyendokkan nasi beserta lauknya ke atas piring suaminya tanpa menanyai terlebih dahulu suaminya itu ingin makan dengan lauk apa. Nara pun selalu memakan makanan yang sudah diambilkan oleh istrinya tanpa protes karena takut membuat istrinya itu semakin marah padanya.


Tin.. Tin..


Bunyi klakson yang dinyalakan dua kali pertanda bahwa Bima telah tiba di depan rumah menjadi alarm bagi mereka kalau saat ini sudah menunjukkan pukul tujuh lebih lima belas menit. Nara segera beranjak dari duduknya kemudian menghampiri sang istri. Nara memutar kursi yang diduduki istrinya menghadap ke arahnya membuat istrinya itu melotot karena terkejut. Nara berjongkok di depan istrinya kemudian mengelus perlahan perut buncit sang istri.


"Hey boy, baik-baik di rumah sama mama. Daddy kerja dulu, cari uang yang banyak buat kalian. Bilangin sama mama jangan lama-lama marahnya, Daddy udah nggak tahan pengen nyubit rasanya." Sontak saja Anja semakin melebarkan matanya mendengar ucapan terakhir suaminya. Sedang yang dipelototi hanya garuk-garuk kepala. Ya, bayi yang ada di dalam kandungan Anja berjenis kelamin laki-laki.


"Aku berangkat dulu sayang, muuach!" Nara mengecup sekilas bibir istrinya hingga membuat Anja sudah tak tahan lagi untuk tak membuka mulutnya.


"Mas!" Sentak Anja, gemas sekali dengan kelakuan suaminya itu.


"Sudah sana!" Usir Anja beranjak dari duduknya kemudian berlalu menaiki tangga untuk masuk ke dalam kamarnya karena merasa malu dengan kedua mertuanya.


"Daddy, mama malah lagi gala-gala Daddy!" Radha melipat kedua tangannya seraya memanyunkan bibirnya membuat Nara gemas.


"Muach.. muach.. muach..!" Nara menghujani kedua pipi anaknya itu dengan ciuman, dan terakhir mengecup dahinya.


"Baby jaga Mama di rumah, Daddy berangkat kerja dulu, oke!"


"Ote!" Radha mengacungkan kedua ibu jarinya ke arah daddy-nya yang membuat Nara semakin gemas lalu mengacak-acak rambut anaknya.


"Nara berangkat dulu ma." Nara meraih tangan mamanya kemudian menciumnya. "Papa mau bareng?" Nara beralih ke papanya.


"Papa nanti berangkat sendiri." Tolak papa Hadi.


Nara segera keluar dari rumah menghampiri Bima yang nampak bersandar di sisi mobil. Karena menunggu bosnya itu terlalu lama, akhirnya Bima memilih keluar dari mobil dan bersandar di pintu samping kemudi.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ