
Rupanya menjalin hubungan selama setahun tidak menjamin bisa merubah sikap dingin Elmer yang sepertinya sudah mendarah daging. Kadang Radha bertanya-tanya, hubungan seperti apa yang sebenarnya di jalaninya itu.
"Apa kamu juga tidak ingin mengenalkan ku kepada keluarga mu?" Radha menatap kedua bola mata kekasihnya yang selalu menatap tajam ke arahnya. Bukan hanya ke arahnya saja, namun ke semua orang. Sama sekali tidak ada kelembutan, bahkan pancaran cinta pun sepertinya tidak ada. Namun Radha selalu menepis prasangkanya itu karena memang begitulah Elmer.
"Aku tidak punya keluarga, aku hanya sendirian di sini."
"Baiklah, tidak masalah. Aku juga tidak akan memaksa mu lagi." Radha memilih mengalah. Begitulah Radha, ia selalu saja kalah jika berdebat dengan Elmer.
"Kapan kamu akan mengenalkan ku pada orang tua mu?"
Radha yang mendapat pertanyaan itu seketika berbinar. "Kamu serius El?"
"Hem!"
"Baiklah, aku akan mengaturnya." Senyum nampak tersungging di sudut bibir Radha. Runtuh sudah keraguan yang sejak tadi menyelimuti hatinya. Sekarang Radha yakin seratus persen bahwa laki-laki yang ada di hadapannya ini benar-benar serius dengannya. "Apa aku boleh tahu di mana kamu tinggal?" Radha bertanya ragu-ragu.
"Ayo!" Elmer beranjak dari duduknya kemudian melangkah keluar dari cafe tersebut. Radha hanya menggelengkan kepalanya. Padahal ia berharap kekasihnya itu akan mengulurkan tangan kepadanya. Namun semua itu hanyalah mimpi belaka, karena pada kenyataannya Elmer langsung melenggang keluar dari cafe tanpa menghiraukannya. Radha pun setengah berlari mengikuti kekasihnya.
"Bagaimana dengan mobil ku?" Tanya Radha saat sudah berdiri di samping mobil Elmer.
"Tinggalkan saja! Nanti aku antarkan ke sini lagi."
"Baiklah!" Radha dan Elmer akhirnya masuk ke dalam mobil Elmer.
Sekitar tiga puluh menit, akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Elmer tiba di kediamannya setelah seorang satpam membukakan pintu gerbangnya. Elmer dan Radha langsung turun dari mobil. Radha menatap bangunan megah dengan dua lantai yang ada di depannya itu.
"Ini beneran rumah kamu El?" Radha mengedarkan pandangannya mengelilingi halaman rumah Elmer.
"Bukan! Ini rumah mendiang Opa ku. Kamu tahu sendiri kan, aku belum bekerja. Jadi aku tidak punya apapun."
Elmer dan Radha masuk ke dalam rumah dan langsung disambut oleh seorang asisten rumah tangga yang sudah terlihat sepuh. Asisten rumah tangga itu sudah bekerja sejak Opa dan Omanya Elmer masih ada.
"Ya!" Radha mendudukkan tubuhnya ke sofa yang ada di ruang tamu. "Kenapa tidak ada foto satupun yang menempel di dinding? Bahkan foto kamu juga tidak ada?"
"Itu tidak penting!" Jawaban yang membuat Radha mendengus. "Yang penting sekarang kamu sudah tahu di mana tempat tinggal ku."
"Ya, ya, ya, baiklah El ku sayang." Radha mencoba mengambil hati kekasihnya dengan memanggilnya sayang agar kekasihnya itu sedikit mencairkan gumpalan es yang ada di dalam dirinya.
Asisten rumah tangga datang dengan membawa dua gelas minuman serta camilan. Setelah meletakkannya ke atas meja asisten rumah tangga itu langsung kembali ke belakang.
Hampir tiga puluh menit semenjak Radha duduk di ruang tamu, tidak ada pembicaraan sama sekali karena Elmer sibuk dengan ponsel yang ada di genggamannya.
"Ayo aku antar pulang. Aku harus pergi, ada urusan." Radha benar-benar dibuat speechless, entah itu untuk yang ke berapa puluh atau ke berapa ratus kalinya. Sesaat ia hanya melongo. Namun ia segera tersadar saat Elmer beranjak dari duduknya kemudian melangkah keluar rumah. Radha gelagapan dan langsung menyusul kekasihnya.
Radha diturunkan di pinggir jalan depan cafe yang menjadi tempat pertemuannya tadi dengan Elmer, karena mobil Radha masih ada di parkiran cafe tersebut. Elmer langsung melesatkan mobilnya tanpa sepatah kata pun. Radha hanya bisa menghentak-hentakkan kakinya seraya memanyunkan bibirnya. Radha kemudian masuk untuk mengambil mobilnya, Ia memutuskan untuk pulang dengan perasaan yang dongkol setengah mati. Ingin rasanya ia menggetok kepala kekasihnya itu dengan sepatu yang dikenakannya itu.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ