I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 121



Makan malam pun tiba, semua orang sudah berkumpul di restoran yang ada di dalam hotel tersebut, tak terkecuali Camelia dan suaminya. Termasuk mommy Shasa dan Daddy Andrew beserta anak-anaknya yang tiba di hotel pukul empat sore tadi. Dad Nara sengaja mengosongkan hotel tersebut untuk tiga hari ke depan agar mereka semua tidak berbaur dengan para pengunjung hotel lainnya.


"Akhirnya kau menyusul kami juga, memiliki menantu." Dokter Andrew memecah keheningan di sela-sela menikmati makan malamnya.


"Dad, makanlah dulu, ngobrolnya nanti saja." Mommy Shasa memperingatkan suaminya.


"Sudah tidak papa, jarang-jarang kita bisa berkumpul seperti ini." Dad Nara menimpali.


"Ya, sesekali makan perlu diselingi dengan obrolan agar terasa lebih nikmat." Ayah Seno tak mau kalah. "Sepertinya setelah ini kalian berdua akan menjadi besan." Lanjut ayah Seno.


"Entahlah, aku pusing dengan anak gadis ku itu. Dikit-dikit ngambek, dikit-dikit minta putus. Eh, bentar balikan lagi." Tutur Daddy Andrew yang membuat anak gadisnya melotot tajam ke arahnya.


"Daddy!" Protes Queena. Sedangkan laki-laki yang duduk di sampingnya malah mengacak rambutnya karena gemas dengan tingkah kekasihnya itu yang masih seperti bocah.


Tak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Makan malam kali ini terasa lebih nikmat karena diselingi dengan obrolan.


Semua orang memilih kembali ke kamar mereka masing-masing. Untuk malam ini Queena memilih tidur bersama Radha dan akan kembali ke kamarnya sendiri besok.


"Gimana rasanya kak? Deg-degan gak?" Queena mulai penasaran gimana rasanya saat akan menikah.


"Iyalah! Kamu kapan Queen?"


"Iiish, baru juga lulus kuliah belum kerja." Queena pasti cemberut setiap kali ditanya kapan menikah. Bukankah dirinya itu masih muda? Kenapa semua orang selalu menanyakan kapan ia menikah?


"Tapi sepertinya Rendra sudah siap."


"Nggak ah, nanti saja. Sekarang kak Radha dulu. Lagian umur Abang juga baru dua puluh empat."


"Gak papalah nikah muda. Dulu sebenarnya kakak sudah siap nikah muda. Tapi karena El ada sesuatu yang harus diurus, kami terpaksa harus berpisah dulu selama empat tahun."


"Kakak hebat, bisa kuat berpisah selama itu."


"Itulah kekuatan cinta Queen. Kakak juga nggak nyangka kalau kakak bisa bertahan tanpa kepastian selama itu. Dan sekarang saatnya kakak memetik buah dari kesabaran kakak itu." Queena terlihat manggut-manggut. "Ayo kita tidur, besok kakak harus bangun pagi-pagi untuk dirias." Queena mengangguk, kemudian mereka berdua memejamkan matanya bersiap untuk menjemput mimpi.


*****


Ting!


Waktu sudah larut saat ponsel yang tergeletak di atas nakas samping tempat tidurnya berbunyi. Setelah melakukan olahraga malam bersama istrinya, ayah Seno belum bisa memejamkan matanya. Sedangkan sang istri sudah terlelap sejak tadi.


[Temui aku di rooftop, sekarang!] -Nara-


Seno mengernyitkan alisnya bingung, pasalnya ini sudah larut malam. Namun begitu ia tetap bergegas turun dari ranjang lalu memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai kemudian segera memakainya.


Setelah memastikan istrinya sudah tertidur lelap, ayah Seno segera keluar dari kamarnya kemudian menuju lift yang akan mengantarkannya ke lantai atas.


Ting!


Pintu lift terbuka, ayah Seno segera keluar dari lift lalu melangkah menaiki tangga menuju ke rooftop. Di sana sudah ada dad Nara yang berdiri di pagar pembatas rooftop dalam keremangan malam.


"Ada apa? Apa ada sesuatu yang penting?" Ayah Seno langsung menodong dad Nara.


"Anak mu sepertinya mencintai anak ku!" Ucap dad Nara tanpa basa-basi. Ya, saat dad Nara tadi ingin menemui anaknya di kamarnya, tak sengaja ia melihat sang anak yang menaiki tangga menuju ke rooftop saat lift baru saja terbuka. Akhirnya dad Nara memutuskan untuk diam-diam mengikuti anak gadisnya itu dan mendapati sesuatu yang membuatnya terkejut.


Degh!


"Da-darimana kau tau?"


"Itu tidak penting! Sepertinya kamu juga sudah tahu. Sejak kapan?"


"Aku tidak tau, tapi sepertinya yang kamu ucapkan benar. Tapi Radha kan tidak mencintai Wisnu."


"Ya, kau benar! Semoga saja anak mu tidak mengacaukan acara besok!" Dad Nara menepuk pundak ayah Seno kemudian berlalu meninggalkan ayah Seno yang masih termangu di pembatas rooftop.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ