I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 86



Seminggu sudah Radha dikurung di dalam rumah oleh Daddy Nara. Ponselnya pun juga disita oleh daddy-nya. Radha yang tak terima melayangkan protes dengan aksi mogok makan dan mengunci diri di dalam kamar. Mama Anja yang tak tega dengan anaknya, selalu masuk ke dalam kamar anaknya itu dengan menggunakan kunci cadangan saat suaminya sudah berangkat ke kantor.


"Sayang, makan dulu ya? Jangan begini, nanti kakak sakit." Mama Anja mengelus pelan kepala anaknya yang meringkuk di atas tempat tidur dengan mata sembabnya.


"Ma plis, kembalikan ponsel kakak." Mohon Radha menggenggam tangan mamanya. "El pasti cariin kakak ma."


"Iya, tapi kakak harus makan dulu. Setelah itu nanti mama kasih ponselnya." Bujuk mama Anja.


"Bener ya, janji?" Radha langsung bangkit setelah mamanya menganggukkan kepala. Radha pun segera meraih makanannya yang tadi diletakkan Mama Anja di atas meja. Dengan lahap Radha menyantap makanannya hingga tak tersisa.


Mama Anja segera membereskan piring bekas makan anaknya kemudian keluar dari kamar sang anak.


"Kakak mau makan Bu?" Tanya Mbak Tini yang melihat Mama Anja membawa piring kosong dari kamar Radha.


"Iya mbak, alhamdulillah."


"Alhamdulillah, saya sempet khawatir, takutnya kakak sakit kalau nggak mau makan. Sini biar saya cuci Bu." Mbak Tini meraih piring tersebut dari tangan Mama Anja. Mama Anja langsung masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil ponsel anaknya setelah menyerahkan piring tersebut kepada Mbak Tini.


*****


"Sebelum Daddy pulang, ponselnya harus sudah dikembalikan ke Mama lagi biar nggak ketahuan sama Daddy."


"Iya ma, nanti kakak kembalikan lagi."


Setelahnya Mama Anja segera keluar dari kamar anaknya, dan mendapati Mbak Tini yang sedang mencatat belanjaan yang akan dibelinya.


"Mbak mau belanja?"


"Iya Bu, kulkasnya kosong. Dan yang lainnya juga habis."


"Oh ya sudah, minta anterin pak Mul saja." Pak Mul adalah sopir pengganti mendiang pak Mun yang merangkap sebagai satpam.


"Baik Bu!" Setelah selesai mencatat apa saja yang perlu dibelinya, mbak Tini segera berangkat menuju ke supermarket dengan diantar oleh Pak Mul. Mama Anja pun segera masuk ke dalam kamarnya.


Radha yang sejak tadi tak sengaja mendengar pembicaraan mamanya dengan Mbak Tini, segera kembali ke kamarnya untuk bersiap. Ya, Radha tadi sebenarnya ingin mengambil buah yang biasanya sudah dikupas oleh Mbak Tini di dalam kulkas. Namun ia tak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Radha pun seolah mendapatkan kesempatan untuk keluar dari rumah karena Mbak Tini pergi bersama Pak Mul yang biasanya standby di depan.


Radha langsung naik ke dalam taksi yang tadi sudah dipesannya melalui aplikasi online. Tujuannya saat ini adalah rumah El, kekasihnya. Radha khawatir dengan kekasihnya itu. Pasalnya selama seminggu ia dikurung di rumah oleh Daddy-nya, tidak ada satu pun panggilan maupun chat dari kekasihnya yang masuk ke dalam ponselnya.


Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam, akhirnya taksi yang ditumpangi oleh Radha tiba di depan pintu gerbang rumah Elmer. Radha langsung keluar dari taksi online tersebut setelah membayarnya.


"Permisi pak!" Sapa Radha kepada satpam yang bertugas menjaga pintu gerbang. Satpam itu pun segera menghampiri Radha.


"Iya non, cari siapa?"


"El-nya ada pak?"


"Oh mas El, ada non. Mari silahkan masuk." Satpam itu segera membuka pintu gerbangnya. "Langsung masuk saja!" Pak satpam menunjuk pintu rumah yang terbuka lebar. "Non Anita juga barusan datang." Lanjut pak satpam.


"Anita?" Beo Radha.


"Iya non, sepupunya Mas El."


"Sepupu?" Radha nampak terkejut. "Apa mungkin itu Anita yang aku kenal? Atau hanya namanya saja yang sama?" Batin Radha menerka. Radha pun segera melangkah menuju ke pintu rumah yang memang terbuka lebar.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ