I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 32



Setelah berhasil menenangkan sang istri dengan cara mengusap punggungnya hingga istrinya itu terlelap dengan posisi tengkurap di atasnya, perlahan Nara merebahkan tubuh istrinya ke atas tempat tidur dengan hati-hati agar tak membangunkan sang istri. Ia pun ikut merebahkan tubuhnya kembali, karena yang di bawah sana, yang tadinya sempat menegang juga sudah bobok ganteng. Di lingkarkannya tangannya ke pinggang sang istri seraya memberikan kecupan-kecupan sayang di puncak kepala istrinya, kemudian perlahan memejamkan matanya.


*****


"Mas lepasin tangannya, minggir dulu aku mau bangun." Anja berusaha mengurai tangan suaminya yang melingkar erat di perutnya.


"Heeemm!" Bukannya melepaskan, Nara malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Iiih mas, minggir, aku mau mandi."


"Jam berapa?"


"Setengah empat!" Nara langsung membuka matanya kemudian melepaskan tangannya, Anja pun akhirnya bernafas lega. Namun sedetik kemudian ia sudah mengungkung tubuh istrinya.


"Mas- eeemb-" Nara berhasil membungkam bibir istrinya itu dengan bibirnya. Tanpa menunggu lama, Nara segera melucuti pakaian sang istri. Ia tidak mau nantinya banyak drama lagi hingga berujung kegagalan lagi. Gak ada malam pertama, pagi pertama atau siang pertama, sore pertama pun jadi.


"Mas aaaahh!" D3$@h@n pelan Anja pun meluncur saat sang suami bermain-main di kedua gunung Semerunya. Inilah yang Nara bayangkan sejak tadi, bisa naik-naik ke puncak gunung. Perlahan bibir dan lidah Nara beralih menjelajahi leher jenjang istrinya, memberikan gigitan-gigitan kecil dan meninggalkan banyak tanda cintanya disana. Tangannya juga tak tinggal diam, terus m3r3m@$ dan m3milin ****** Semeru milik sang istri. Setelah dirasa istrinya itu sudah terbakar 9@ir@h, Nara segera melucuti pakaiannya sendiri kemudian melemparnya serampangan. di tekuknya kedua lutut sang istri yang sudah polos itu. Perlahan tangannya terulur menyentuh milik istrinya itu yang ternyata sudah basah.


"Aaaaaahh!" Satu d3$@h@n lolos lagi dari bibir sang istri yang semakin menaikkan 9@ir@hnya.


"Aku masuk ya?" Nara terlebih dahulu meminta izin kepada istrinya. Setelah mendapat anggukan dari sang istri, Nara segera menuntun sang kobra ke depan mulut goa yang sedikit di tumbuhi rumput-rumput liar. Nara pikir, akan menembus hutan belantara dulu sebelum mencapai goanya, ternyata bukan. Apa yang ada di pikirannya selama ini salah besar. Ah sudahlah, goanya sudah ada di depan mata, jangan sampai gagal lagi kali ini.


Nara menempelkan sang kobra ke depan mulut goa yang membuat sang istri sedikit berjingkat. Perlahan di tekannya sang kobra pelan-pelan agar tak menyakiti istrinya.


"Sssssttt! Mas, pelan-pelan sakit!"


"Iya, ini pelan-pelan sayang. Kok sempit kayak gadis gini." Seketika itu Anja melotot horor.


"Emangnya mas Nara udah pernah ngerasain gadis?" Kesal Anja semakin melebarkan matanya.


"Sssssttt!"


"Tahan ya, sedikit lagi."


"Ssssttt! Sakit mas!"


"Iya sayang, maaf!" Nara kemudian segera m3lum@@t bibir sang istri untuk mengalihkan rasa sakitnya. Perlahan ia kembali mendorong sang kobra hingga.......


Bleeeeeeeess!


"Aaaaaaaahh!" D3$@h keduanya saat sang kobra berhasil menembus goa.


Skip!


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚