
Mereka berempat sudah duduk di ruang keluarga. Sedangkan Rendra dan Oka seperti biasa, sehabis makan mereka berdua langsung kembali ke habitatnya.
Hampir lima menit berlalu namun tidak ada yang membuka suaranya. Aura ketegangan masih mendominasi karena tatapan tajam Daddy Nara tidak pernah lepas dari Elmer. Sedangkan yang ditatap seolah tidak peduli.
"Ehem!" Karena tidak ada yang membuka suara, akhirnya Mama Anja berdehem untuk memulai pembicaraan. "El!"
"Iya Tan!" Sahut Elmer cepat.
"Sejak kapan kalian menjalin hubungan?" Anja ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada kekasih anaknya itu. Elmer dan Radha saling pandang, kemudian Radha mengangguk memberi isyarat kepada kekasihnya untuk berkata jujur.
"Sekitar satu tahun yang lalu." Jawab Elmer jujur.
"Selama itu? Kenapa gak pernah main kesini?" Mendapat pertanyaan itu, Elmer kembali menatap Radha.
"Dimana kedua orang tua mu?" Serobot Daddy Nara menyela pertanyaan istrinya.
"Di luar negeri!" Jawab Elmer singkat.
"Kenapa kalian tak meminta restu dari ku sebelum menjalin hubungan?"
"Bukankah saya datang kesini untuk itu?" Elmer membalikkan pertanyaan Daddy Nara. Sontak saja ia langsung mendapatkan pelototan tajam dari dad Nara.
"Apa pekerjaan mu hingga berani-beraninya kau datang kesini!" Geram sekali rasanya dad Nara kepada kekasih anaknya yang menurutnya tidak ada sopan-sopannya itu.
"Pengangguran!" Jawab Elmer jujur.
"Whaaaaatttt?!" Pekik dad Nara terkejut. Sedangkan Mama Anja nampak melebarkan bola matanya. "Beraninya kauuuuu!" Nara menuding ke arah Elmer.
"Dad, sudah! Mungkin memang El belum bekerja, dia kan juga seangkatan dengan kakak baru saja lulus kuliah." Mama Anja menurunkan tangan suaminya yang masih saja menuding ke arah kekasih anaknya.
"Huuuft!" Terdengar helaan nafas pelan dari mulut dad Nara yang berusaha menahan emosinya. "Sudahlah, pulang sana!" Dad Nara bangkit dari duduknya kemudian melangkah masuk ke dalam kamar.
"Aku pulang!" Elmer beranjak dari duduknya.
"Eh," Radha yang masih bingung dengan keadaan segera menyusul kekasihnya yang sudah melangkah menuju pintu utama. "El tunggu dulu, maafin Daddy ya, jangan diambil hati." Elmer hanya mengedikkan bahunya kemudian segera keluar dari rumah dan langsung masuk ke dalam mobilnya.
Radha hanya bisa menghembuskan nafas panjang saat melihat mobil kekasihnya perlahan meninggalkan halaman rumahnya. Ia pun segera masuk kembali ke dalam rumah.
"Tinggalkan laki-laki itu, Daddy tidak suka baby menjalin hubungan dengannya." Ucap Nara saat melihat anaknya itu hampir saja menginjak anak tangga. Mendengar suara daddy-nya, Radha pun menghentikan langkahnya kemudian menghampiri sang Daddy yang sudah duduk kembali di ruang keluarga bersama mama Anja.
"Memangnya kenapa dad? Elmer baik, sejauh ini dia tidak pernah kurang ajar dengan kakak. Apa karena dia belum bekerja, Daddy melarang kakak berhubungan dengannya."
"Jangan membantah ucapan Daddy! Daddy tidak suka, anak-anak Daddy menjadi pembangkang!" Untuk pertama kalinya Daddy Nara semarah ini dengan anak perempuannya itu. "Masuk kamar! Dan jangan pernah menemuinya lagi!" Daddy Nara langsung masuk ke dalam kamarnya lagi setelah meluapkan amarahnya.
"Hiks.. hiks.. Ma!" Radha langsung berhambur memeluk mamanya.
"Sssstt! Tenang dulu ya, Daddy lagi emosi. Nanti mama akan bicara dengan Daddy." Mama Anja mengelus punggung anaknya lembut. "Sekarang kakak istirahat ya?" Mama Anja mengurai pelukannya. Radha pun mengangguk dan langsung melangkah menaiki tangga menuju kamarnya.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ