I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 99



"Sayang, wajah kamu kok pucat? Apa kamu sakit nak?" Tanya Buna Laras seraya memperhatikan Radha yang hanya mengaduk-aduk makanan yang ada di depannya sambil melamun. Saat ini mereka berlima sedang duduk di ruang makan menikmati makan malam bersama.


"Eh," Radha tersentak dari lamunannya. "Apa tadi Bun? Buna tadi ngomong apa?"


"Kakak melamun ya?" Camelia menyenggol bahu Radha yang duduk di sampingnya.


"Eng-enggak!" Elak Radha.


"Apa kamu sakit sayang?" Ulang Buna Laras.


"Enggak kok Bun, cuma agak pusing dikit saja."


"Cepet selesaikan makannya lalu istirahat. Ingat pesen Daddy, kamu nggak boleh capek. Kamu kan bisa datang ke kantor seminggu sekali." Sahut Ayah Seno.


"Iya yah, setelah ini kakak akan datang ke hotel seminggu sekali. Sebulan ini kan kakak baru belajar untuk mengelolanya." Jelas Radha.


"Ya sudah, ayo kita lanjutkan makannya." Ujar Buna Laras menghentikan obrolan di antara mereka. Mereka pun kembali melanjutkan makannya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun selain dentingan antara sendok dan piring yang saling beradu.


*****


Tak terasa malam semakin larut dan jarum jam yang menggantung di dinding kamar sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Namun Radha masih belum bisa memejamkan matanya. Dibolak-baliknya tubuhnya miring ke kiri kemudian miring ke kanan kemudian telentang, namun tak kunjung bisa terlelap. Berbeda dengan gadis yang terlelap di sampingnya. Camelia tidak terusik sedikitpun dalam tidurnya.


Pikiran Radha saat ini tertuju pada mantan kekasihnya yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya. Radha pikir setelah Elmer dihajar habis-habisan oleh dad Nara, Elmer tidak akan berani lagi menunjukkan batang hidungnya. Namun ternyata perkiraannya itu salah besar. Elmer adalah tipe orang yang pantang menyerah sebelum mendapatkan apa yang diinginkannya.


Sebenarnya tadi Radha ingin bercerita, namun ia tidak berani. Radha mengira kalau ayah Seno dan juga Buna Laras tidak tahu tentang kejadian yang pernah dialaminya. Akhirnya Radha memilih memendamnya sendiri. Namun tanpa disadari olehnya, keputusan yang diambilnya itu malah membuatnya hidup dalam ketakutan.


*****


Pagi menjelang. Entah jam berapa ia semalam tertidur, Radha pun tak tau. Yang pasti pagi ini wajahnya nampak kuyu dan kusut.


"Iiihh, muka kakak itu kenapa? Pasti semalam begadang ya?" Camelia memperhatikan wajah Radha yang sehabis mandi bukannya seger tapi malah terlihat kusut.


"Huh, dasar kebo! Semalaman kakak nggak bisa tidur kamunya enak-enak ngorok."


"Hah, masa aku ngorok Kak?" Camelia nampak terkejut mendengar ucapan Radha.


"Iiihh kakak, gak lucu." Camelia mengerucutkan bibirnya saat menyadari kakaknya itu berbicara sambil menahan tawanya. Itu artinya kakaknya itu tidak serius dengan ucapannya.


"Kakak hari ini nggak ke kantor, kamu bisa minta tolong Pak Selamet buat antar jemput kamu."


"Serius kak?"


"Iya!"


"Aaaa makasih kak!" Camelia langsung jingkrak-jingkrak seraya menghambur memeluk Radha.


"Dah sana!" Radha mengurai pelukannya kemudian sedikit mendorong tubuh Camelia. "Bilang sama Buna, kakak nggak ikut sarapan. Nanti kalau kakak sudah lapar kakak makan sendiri."


"Iya!"


Braakk!


Camelia langsung membanting pintu kamarnya membuat Radha sedikit terlonjak. Radha kembali membaringkan tubuhnya ke atas kasur. Ingin sekali rasanya ia menelpon daddy-nya. Tapi ia takut mengganggu daddy-nya yang sudah pasti sibuk dari pagi hingga sore, bahkan kadang sampai malam karena harus lembur. Saat ini yang dibutuhkan Radha adalah pelukan daddy-nya yang selalu menenangkan dan selalu memberikan rasa aman untuknya.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ